Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 1 November 2026
Trending
  • Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama
  • Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia
  • Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong
  • Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia
  • Opini: Biokapitalisme digital – normalisasi pornografi dan darurat eros
  • Terancam Hukuman Mati,Dwi Bagus Dinilai Penuhi Unsur Perencanan pada Pembunuhan AG Anak Tirinya
  • Gus Lilur bangun jaringan dagang di Vietnam, tetap desak pengusutan dugaan riswah Muktamar ke-35 NU
  • Pesona Tersembunyi Situ Biru Cilembang Sumedang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»LCC Empat Pilar MPR 2026: SMAN 2 Katingan Kuala Juara Baru dari Kalteng
Olahraga

LCC Empat Pilar MPR 2026: SMAN 2 Katingan Kuala Juara Baru dari Kalteng

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 August 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesiadiscover.com, JAKARTA – SMA Negeri 2 Katingan Kuala, Kalimantan Tengah (Kalteng), berhasil menjadi juara pertama Grand Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR 2026 Tingkat Nasional.

Di Gedung Nusantara 4, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Rabu (26/8), SMAN 2 Katingan Kuala tampil luar biasa dan berhasil mengalahkan SMAN 8 Jakarta Selatan yang berada di posisi kedua.

Di sisi lain, SMAN 1 Tanjung Selor, Kalimantan Utara, mendapatkan peringkat ketiga.

Selanjutnya, SMAN 2 Bogor, Jawa Barat, berada pada posisi keempat.

Kemenangan SMAN 2 Katingan Kuala sebagai juara terasa lebih luar biasa, karena tim dari Kalimantan Tengah tersebut harus melewati babak final dengan sembilan peserta.

Satu anggota tim, Abdul Malik, tidak bisa mengikuti lomba setelah mengalami kejang dan harus mendapat perawatan di Poliklinik MPR.

Meski tidak bisa berlaga, Abdul Malik terus berupaya menyaksikan perjuangan rekan-rekannya melalui siaran langsung diYouTubedari tempat tidur di Poliklinik MPR.

Ia bahkan memaksa dirinya hadir dengan menggunakan kursi roda saat pemberian hadiah.

Ekspresi haru terlihat jelas di wajah Abdul Malik saat melihat sekolahnya meraih juara pertama.

Abdul Malik tidak mampu menahan air matanya di tengah dorongan dan semangat yang diberikan oleh teman-temannya.

“Saya sempat merasa cemas, bangga, dan sedikit bersalah karena hanya bisa menonton pertandingan teman-teman di final melalui YouTube dari tempat tidur di Poliklinik MPR. Namun sepanjang lomba saya juga berdoa agar teman-teman mampu meraih hasil terbaik,” kata Abdul Malik.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada dokter dan tenaga medis Poliklinik MPR yang telah memberikan bantuan dan perawatan saat dirinya mengalami kejang.

“Terima kasih kepada seluruh pihak di bagian kesehatan Poliklinik MPR. Mereka telah bekerja dengan baik sehingga keadaan saya semakin membaik,” kata Abdul Malik.

Guru pembimbing SMAN 2 Katingan Kuala Indah Fitriani mengakui tidak pernah membayangkan siswanya mampu meraih juara pertama.

Tujuan tertinggi yang sebelumnya mereka bayangkan hanya mampu kembali tampil di babak final setelah pada LCC 2025 mereka juga berhasil mencapai tingkat nasional.

Pada tahun 2025, kami juga sampai ke tingkat nasional, tetapi kalah. Kali ini kami berharap bisa mencapai final, namun tidak pernah terpikir akan menjadi juara. Mengingat, kami berasal dari sekolah kecil yang berada di pelosok desa,” kata Indah.

Menurut Indah, keadaan tim yang harus bermain dengan sembilan anggota terasa menjadi tantangan yang tidak mudah.

Untuk menjaga kesehatan mental dan semangat para siswanya, ia terus memberikan dorongan bahwa jumlah peserta bukanlah penentu keberhasilan.

“Saya sampaikan kepada anak-anak, jangan menyerah meskipun jumlahnya tidak seimbang. Terus berjuang karena dalam sesi rebutan, setiap orang mampu memberikan kontribusi besar untuk memenangkan pertandingan,” katanya.

Indah menambahkan, keberhasilan SMAN 2 Katingan Kuala tidak terlepas dari dukungan pihak sekolah serta seluruh orang tua siswa.

Dukungan ini diberikan dalam berbagai wujud, seperti doa dan dorongan agar siswa mampu menunjukkan kinerja terbaiknya.

Perjalanan SMAN 2 Katingan Kuala menuju kemenangan berlangsung penuh dengan ketegangan.

Dalam dua sesi awal babak final, tim Kalimantan Tengah berada di posisi ketiga, setelah SMAN 8 Jakarta Selatan dan SMAN 1 Tanjung Selor.

Pemulihan SMAN 2 Katingan Kuala terjadi pada sesi ketiga, yaitu sesi persaingan.

Perlahan-lahan, mereka mampu mengumpulkan poin dan mengejar angka yang diraih SMAN 8 Jakarta Selatan.

Pada saat yang sama, kesalahan yang dilakukan SMAN 8 Jakarta Selatan menyebabkan penurunan terus-menerus dalam perolehan nilainya.

Melihat kesempatan itu, peserta SMAN 2 Katingan Kuala tampil lebih tenang.

Mereka tidak tergesa-gesa dalam menjawab pertanyaan dan mampu memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan poin.

Di sisi lain, peserta dari tim lain secara bergantian membuat kesalahan yang mengakibatkan pengurangan poin.

Final LCC Empat Pilar MPR 2026 berlangsung cukup lama, melebihi dua jam.

Lama lomba menjadi lebih lama karena masalah teknis pada bel salah satu peserta yang membuat perlombaan terhenti beberapa kali untuk diperbaiki.

Selain hambatan teknis, sejumlah keluhan dari peserta juga sempat menghiasi jalannya pertandingan.

Namun, semua masalah yang muncul dapat diatasi dan dijelaskan oleh dewan juri sehingga pertandingan kembali dilanjutkan hingga menghasilkan SMAN 2 Katingan Kuala sebagai juara pertama.(mrk/jpnn)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia

31 October 2026

Prediksi skor Manchester City vs Brighton: Statistik dan head-to-head di Piala Liga Inggris

31 October 2026

Profil Reno Munz, bek muda keturunan Indonesia masuk radar naturalisasi jelang Piala Asia 2027

30 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama

31 October 2026

Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia

31 October 2026

Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong

31 October 2026

Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia

31 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?