Ringkasan Berita:
- Ketua Klub Semen Padang, Andre Rosiade memberikan kritik tajam kepada pelatih Timnas Indonesia John Herdman.
- Menurut Andre, pemain Timnas Indonesia sekarang sudah kelelahan setelah bermain selama 60 menit.
- Mohon maaf, John Herdman harus digantikan jika Timnas Indonesia tidak menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesiadiscover.com– Timnas Indonesia akan mengikuti kompetisi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah tidak berhasil melaju ke babak semi final ASEAN Championship 2026 yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF.
FIFA menetapkan Indonesia sebagai penyelenggara seluruh pertandingan Grup A dan Grup B Divisi Premier atau Divisi A Piala ASEAN FIFA edisi pertama yang akan berlangsung mulai 24 September hingga 3 Oktober 2026.
Timnas Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara itu, Grup B diisi oleh Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
Sebulan sebelum turnamen dimulai, kritik tajam muncul dari Presiden Klub Semen Padang, Andre Rosiade.
Anggota DPR dari Grindra ini menyoroti kinerja John Herdman sebagai pelatih tim nasional Indonesia.
“Jika (Timnas Indonesia) tidak menjadi juara (di FIFA ASEAN Cup 2026), maka sebaiknya John Herdman digantikan oleh Nil Maizar,” kata Andre Rosiade pada Selasa (25/8/2026), seperti dilaporkan Bolasport.
Kritik terhadap John Herdman sangat tajam setelah Timnas Indonesia mengalami kegagalan total dalam ASEAN Championship 2026.
Dengan dukungan tim yang sangat mewah, Tim Garuda tidak berhasil melaju ke babak semifinal.
Andre Rosiade meminta para pengamat agar tidak ragu dalam memberikan kritik terhadap pelatih asal Inggris itu.
“Menurut saya, tidak perlu para pengamat melindungi John Herdman. John Herdman seharusnya diberi kesempatan untuk dikritik,” kata presiden klub Semen Padang tersebut.
Ya, karena John Herdman adalah manusia biasa.
Menurut saya karena ia telah menikmati masa bulan madu.
Masuk akal jika ada yang mengkritik John Herdman.
“Karena adanya banyak pemain naturalisasi, kita (Timnas Indonesia) justru kalah (gagal dalam ASEAN Championship 2026),” katanya.
Kritik paling tajam ditujukan pada kondisi fisik pemain Timnas Indonesia.
Andre menyebut sosok Shin Tae-yong yang berhasil membuat pemainnya di Timnas Indonesia tampil penuh selama 90 menit.
Sementara di bawah arahan John Herdman, Tim Garuda mulai kelelahan setelah 60 menit pertandingan.
Maaf ya, saya sedang menonton sepak bola, saya tidak mendukung Shin Tae-yong (saat di Timnas Indonesia), kata Andre Rosiade.
Tetapi kenyataannya, (Timnas Indonesia) pada masa John Herdman di menit ke-60 pemain sudah kelelahan.
Dan kita melihat bagaimana Shin Tae-yong (saat masih melatih) di Timnas Indonesia.
Di Qatar, saya menyaksikan 2×45 menit dan babak tambahan waktu, di mana pemain kita masih mampu bertarung dengan penuh semangat.
Hanya dari segi fisik, pemain kita jauh berbeda dibandingkan di masa John Herdman maupun Shin Tae-yong.
“Baru saja fakta yang saya lihat,” tambahnya.
Andre Rosiade menyatakan tidak ada permintaan maaf bagi John Herdman jika gagal meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
“Maka menurut saya, kita juga perlu memberikan kritik kepada John Herdman,” kata anggota DPR RI tersebut.
Agar beliau terbangun dari tidurnya bahwa ini adalah realitas sepak bola Indonesia.
Terlebih lagi, beliau telah memiliki banyak pemain naturalisasi dalam Piala AFF 2026.
Dan tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa ada pengamat yang menyebutkan bahwa Shin Tae-yong juga tidak mungkin (membawa Timnas Indonesia meraih prestasi) ya.
Mayoritas pemain yang datang berasal dari luar negeri. Yang lokal siapa saja? Thom Haye, Marc Klok.
Benar, Marc Klok memang tidak pernah dipanggil oleh Shin Tae-yong… John Herdman yang mengembalikan Marc Klok ke Timnas Indonesia.
Maka menurut saya, mohon maaf (kegagalan) dalam ASEAN Championship 2026 ini disebabkan oleh John Herdman. Jadi, Pak John Herdman akan melakukan evaluasi agar berhasil dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Jika (kandidat lawan Timnas Indonesia) adalah Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, maka kita seharusnya mampu memenangkan pertandingan. Tidak ada alasan kita tidak menjadi juara (di FIFA ASEAN Cup 2026).
Apalagi ini dengan (FIFA ASEAN Cup 2026 masuk kalender) FIFA Matchday yang secara otomatis bisa mengundang pemain-pemain kita yang bermain di luar negeri. Jadi, targetnya harus menjadi juara.
“Jika tidak menjadi juara? Maaf, tidak ada maaf bagimu (John Herdman),” tutupnya.
14 Negara Peserta
Piala ASEAN FIFA 2026 adalah kompetisi sepak bola resmi yang dibentuk oleh FIFA di Asia, yang akan diikuti oleh 14 negara.
Piala ASEAN FIFA edisi pertama akan dihelat pada 24 September hingga 3 Oktober mendatang.
Asosiasi sepak bola dunia, FIFA, membagi kompetisi ini menjadi dua kategori.
Liga Divisi 1 atau Premier Division akan diselenggarakan di Indonesia sebagai tuan rumah.
Liga Utama dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Grup A yang berisi Timnas Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Bangladesh diundang oleh FIFA untuk menggantikan India yang mengundurkan diri dari turnamen Akbar di Asia.
Sementara itu, Grup B diisi oleh Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Filipina.
Semua pertandingan Grup A dan B Divisi Utama akan diselenggarakan di Indonesia.
PSSI telah menentukan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta serta Stadion Jalak Harupat Bandung sebagai tempat pelaksanaan pertandingan.
Di sisi lain, Divisi 2 atau Challenge Division akan diselenggarakan di Hongkong.
Grup 2 terbagi menjadi dua bagian, namun setiap grup hanya beranggotakan tiga negara.
Tim A Divisi 2 dihiasi oleh tuan rumah Hongkong, Myanmar, dan Brunei Darussalam.
Sementara itu, Grup B terdiri dari negara-negara seperti Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Format Pertandingan
Piala ASEAN FIFA 2026 merupakan kompetisi sepak bola resmi antar negara di kawasan Asia yang pertama kali diadakan.
FIFA belum mengumumkan jadwal lengkap pertandingan serta waktu kick-off untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Piala FIFA ASEAN berbeda dari Piala AFF yang kini dikenal sebagai ASEAN Championship.
Perbedaan utamanya adalah FIFA ASEAN Cup merupakan kompetisi yang diakui oleh FIFA, sehingga klub-klub di seluruh dunia harus melepaskan pemain terbaiknya yang dipanggil untuk membela tim nasional.
Sementara Piala AFF tidak termasuk dalam agenda resmi FIFA.
Berdasarkan aturan FIFA, klub tidak diwajibkan melepaskan pemainnya untuk mengikuti kompetisi yang tidak resmi.
Maka dari itu, sejumlah pemain inti tidak tercantum dalam daftar skuad Timnas Indonesia.
Selain itu, hasil pertandingan tim dalam gelaran FIFA ASEAN Cup berdampak pada peringkat dunia FIFA.
Perbedaan lainnya, Piala ASEAN FIFA melibatkan tim dari luar kawasan ASEAN, seperti anggota konfederasi lain yang diundang.
Turnamen baru ini diselenggarakan tanpa babak semifinal. Oleh karena itu, pemenang masing-masing grup dalam fase grup Premier Division langsung berhak melaju ke babak final.
14 Negara Peserta Piala ASEAN FIFA 2026
- Indonesia
- Malaysia
- Singapura
- Bangladesh
- Thailand
- Vietnam
- Pakistan
- Filipina
- Hongkong
- Myanmar
- Brunei Darussalam
- Kamboja
- Laos
- Timor Leste
Pembagian kelompok Piala ASEAN FIFA 2026
Premier Division
- Kelompok A: Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh
- Kelompok B: Vietnam, Pakistan, Thailand, Filipina
Challenge Division
- Kelompok A: Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam
- Kelompok B: Kamboja, Laos, Timor Leste
(Indonesiadiscover.com/Bolasport.com)



