Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Ragam»Kurma Ungguli Gorengan di Menu Buka Puasa Pekan Pertama di Tasikmalaya
    Ragam

    Kurma Ungguli Gorengan di Menu Buka Puasa Pekan Pertama di Tasikmalaya

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Daftar Menu Favorit Buka Puasa di Kabupaten Tasikmalaya

    Di pekan pertama Ramadan 2026, buah kurma menjadi menu favorit warga Kabupaten Tasikmalaya dengan perolehan nilai 100 poin. Posisi kedua ditempati oleh gorengan dengan 69 poin, diikuti es buah yang mendapatkan 60 poin. Es cendol berada di posisi ketiga dengan 54 poin, lalu kolak dengan 53 poin. Es campur menempati urutan kelima dengan 27 poin, sedangkan tutug oncom dan mi bakso berada di papan bawah.

    Alun-alun Manonjaya sebagai Tempat Ngabuburit Favorit

    Alun-alun Manonjaya di Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu lokasi favorit untuk ngabuburit bagi masyarakat Priangan Timur. Berjarak sekitar 14 kilometer dari Kota Tasikmalaya ke arah timur, alun-alun ini sering dikunjungi sebagai alternatif selain Alun-alun Singaparna yang terletak di sebelah baratnya.

    Setiap menjelang berbuka puasa, banyak aktivitas dilakukan di Alun-alun Manonjaya. Warga biasanya menghabiskan waktu, anak-anak bermain bola atau layang-layang pendek, serta para pemburu takjil mencari camilan. Di sekitar alun-alun juga terdapat pedagang yang menjajakan berbagai makanan ringan dan minuman segar, bahkan ada lapak sewa mainan untuk anak-anak.

    “Harganya murah-murah sih. Takjil palingan harganya dari Rp5 ribu sampai 10 ribu per porsi,” ujar Wida Asmara, seorang warga yang sering menghabiskan waktu di alun-alun tersebut.

    Wida mengaku rutin menghabiskan waktu hingga berbuka puasa di sana karena suasana yang ramai dan membuat waktu terasa cepat. Ia juga menyebut bahwa setelah berbuka puasa, ia tidak kesulitan mencari tempat untuk salat maghrib karena dekat dengan Masjid Agung Manonjaya.

    Ramai di Bulan Ramadan

    Penjual kuliner di Alun-alun Manonjaya, Hani, mengatakan bahwa Ramadan tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu. Barang dagangannya selalu habis sebelum jam buka puasa.

    “Ke depannya saya pasti tambah stok. Rame banget soalnya ini pengunjung di Alun-alun Manonjaya,” kata Hani, yang menjual Gimbap khas Korea.

    Sejarah Masjid Agung Manonjaya

    Tidak jauh dari lokasi Alun-alun Manonjaya, terdapat Masjid Agung Manonjaya yang tampak mengawasi lapangan. Masjid ini merupakan salah satu jejak sejarah Islam di Indonesia dan merupakan masjid tertua di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

    Masjid Agung Manonjaya dibangun pada tahun 1837. Rusliana, Juru Pelihara Masjid Agung Manonjaya yang telah bertugas selama 20 tahun, menjelaskan bahwa awalnya masjid ini hanya berupa surau kecil. Pada masa pemerintahan Bupati Sukapura, surau tersebut kemudian berkembang menjadi masjid yang lebih besar.

    Pembangunan masjid dilakukan di bawah kepemimpinan Raden Tumenggung Danuningrat. Pada tahun 1889, terdapat tambahan bangunan berupa koridor dan selasar, serta dua menara di sebelah timur. Menara yang terbuat dari tanah liat hasil pengrajin Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, memiliki puncak yang beratap tumpang tiga undakan.

    Masjid Agung Manonjaya ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1999. Arsitektur yang khas, termasuk 61 tiang penyangga, koridor, dan selasar, masih dipertahankan hingga saat ini.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

    31 August 2026

    Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru

    31 August 2026

    Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?