Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 20 September 2026
Trending
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
  • ShopeeVIP+ ‘Sekali langganan, dapat semua’, bisa dapat akses Netflix!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Kualifikasi dan Konsistensi Jadi Tantangan Berat Veda Ega di Moto3 2026
Otomotif

Kualifikasi dan Konsistensi Jadi Tantangan Berat Veda Ega di Moto3 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kiprah Awal Veda Ega Pratama di Moto3 2026

Veda Ega Pratama, pembalap muda asal Yogyakarta yang baru berusia 17 tahun, telah menunjukkan potensi luar biasa dalam tujuh seri pertama Moto3 2026. Meski masih dalam masa adaptasi, ia berhasil menarik perhatian dengan kemampuannya untuk melesat dari posisi belakang dan menembus kelompok depan. Namun, sejumlah area juga masih perlu diperbaiki agar ia bisa tampil konsisten di level tertinggi.

Kemampuan Berlari di Tengah Rombongan

Salah satu hal yang paling mencolok adalah kemampuan Veda dalam bertarung di tengah rombongan. Di Jerez, ia memulai balapan dari posisi ke-17 dan akhirnya finis di urutan keenam. Di Catalunya, ia start dari posisi ke-20 tetapi mampu menembus ke posisi kedelapan. Dalam tiga seri terakhir, dua kali ia berhasil masuk 10 besar meski memulai lomba dari barisan belakang.

Catatan ini menunjukkan bahwa kecepatan dan kemampuan menyalip Veda berada di atas rata-rata pembalap debutan. Ketika ritmenya sudah terbentuk, ia mampu mengejar dan melewati banyak rival dalam waktu singkat.

Kesulitan Mempertahankan Posisi di Kelompok Depan

Namun, ada sisi lain yang juga terus muncul sepanjang tujuh seri pertama. Veda sering mengalami kesulitan mempertahankan posisi ketika berada di kelompok depan. Di Mugello, ia sempat naik ke posisi keenam pada lap pertama, tetapi hanya beberapa lap kemudian turun ke posisi sepuluh, lalu merosot ke urutan ke-16 pada lap keempat.

Pola serupa terlihat di Catalunya. Setelah melakukan banyak manuver dan naik posisi dengan cepat, ia kembali kehilangan beberapa tempat sebelum akhirnya mampu bangkit menjelang finis. Di GP Amerika, Veda bahkan memulai balapan dari posisi keempat, tetapi tercecer ke posisi kedelapan pada lap pertama sebelum akhirnya gagal menyelesaikan lomba.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Veda masih dalam proses adaptasi terhadap kerasnya persaingan Moto3. Kecepatan satu lap dan keberanian menyalip sudah terlihat, tetapi kemampuan menjaga ritme saat berada di grup terdepan masih membutuhkan waktu untuk berkembang.

Tantangan di Sesi Kualifikasi

Selain itu, tantangan lain yang terus berulang adalah sesi kualifikasi. Kemampuan menyalip yang dimiliki Veda akan jauh lebih efektif jika ia bisa memulai balapan dari barisan depan. Selama tujuh seri pertama, performa kualifikasi masih sering menjadi pekerjaan rumah. Ia beberapa kali harus start dari baris keenam atau ketujuh, sehingga menghabiskan banyak energi untuk mengejar posisi sejak lap awal.

Padahal, ketika mampu berada lebih dekat dengan kelompok terdepan sejak start, peluang meraih hasil besar akan meningkat secara signifikan. Dengan kecepatan balapan yang sudah terbukti kompetitif, peningkatan performa di sesi kualifikasi berpotensi menjadi faktor pembeda dalam sisa musim ini.

Pencapaian yang Layak Dihargai

Meski demikian, pencapaian Veda hingga seri ketujuh tetap layak mendapat apresiasi. Dalam usia yang masih sangat muda, ia sudah berhasil mencetak sejarah bagi Indonesia di Moto3. Satu podium, rekor top speed, dan koleksi 66 poin dunia menjadi bukti bahwa potensinya bukan sekadar harapan masa depan.

Musim 2026 pun masih panjang. Masih ada 15 seri tersisa dari total 22 balapan, termasuk balapan kandang di Mandalika pada 11 Oktober mendatang. Kesempatan untuk memperbaiki performa kualifikasi, menjaga konsistensi di rombongan depan, dan kembali bersaing dalam perebutan gelar rookie terbaik masih terbuka lebar.

Perjalanan yang Menginspirasi

Menariknya, perjalanan ini seolah mengingatkan pada sebuah momen yang terjadi beberapa bulan sebelum debut Grand Prix tersebut. Pada 30 September 2025, Presiden Prabowo Subianto menerima juara dunia MotoGP Marc Márquez di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuan itu hadir pula dua pembalap muda Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama.

Saat itu Veda baru berusia 16 tahun dan belum pernah mengaspal di ajang Grand Prix. Namun Márquez sudah berbicara tentang potensinya di hadapan Presiden. Kini, kurang dari setahun setelah momen tersebut, Veda telah mengubah potensi menjadi prestasi nyata.

Tantangan berikutnya bukan lagi membuktikan bahwa ia layak berada di Moto3, melainkan bagaimana mengubah kilasan-kilasan kecepatan yang sudah terlihat menjadi konsistensi yang mampu mengantarkannya bersaing di barisan depan setiap pekan balapan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ulasan Mitsubishi X-Force: Keunggulan & Pengalaman Pemilik Setelah 24.000 km

31 Agustus 2026

Penjualan BEV Melonjak 88,6 Persen, Tanda Perubahan Industri Otomotif

30 Agustus 2026

5 Alasan Wiper Mobil Masih Berisik Meski Sudah Ganti Karet

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?