Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 17 Maret 2026
Trending
  • Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM
  • Menteri Luar Negeri Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata dari AS-Israel, Ini Alasannya
  • Limbah Elektronik Global Beredar Tanpa Pengawasan
  • Saham Indeks KOMPAS100 Masih Layak Diperhatikan
  • Awal Mula Kasus Bibi Kelinci: CCTV Pencurian di Restoran Jadi Bukti Tersangka
  • THR 2026 Dipotong Pajak? Ini Penjelasan DJP dan Besarannya
  • Performa menurun, masa depan Phil Foden di Man City dan Piala Dunia 2026 dipertanyakan
  • Sejak 28 Februari, 14.796 Jemaah Umrah Kembali ke RI: 352 Jemaah Baru Tiba
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM
Ekonomi

Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ancaman Kenaikan Harga BBM Akibat Ketegangan di Selat Hormuz

Jika terjadi penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, maka pasokan minyak global bisa mengalami gangguan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan keterlambatan distribusi minyak yang dapat memicu penurunan stok dan kelangkaan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menyarankan pemerintah untuk tetap mempertahankan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam situasi yang masih tidak menentu ini. Ia menekankan bahwa subsidi BBM menjadi prioritas utama, terutama untuk jenis pertalite.

“Kita tidak ingin daya beli masyarakat turun lagi, apalagi jauh lebih turun. Nah, artinya adalah subsidi untuk BBM jadi prioritas utama, terutama untuk yang pertalite.”

Menurut Nailul, jika subsidi BBM dicabut atau dikurangi, harga pertalite akan meningkat dan dampaknya akan terasa secara luas. Hal ini bisa memengaruhi harga-harga di dalam negeri dan bahkan berdampak pada peningkatan tingkat kemiskinan.

Strategi Pemerintah dalam Menghadapi Kenaikan Harga BBM

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, CELIOS menilai penting bagi pemerintah untuk melakukan realokasi anggaran dari sektor-sektor yang tidak memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian. Realokasi ini dapat digunakan untuk infrastruktur atau program lain yang lebih efektif.

Ia juga menyarankan agar pemerintah dapat mengalihkan dana dari program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat agar tidak terpuruk.

Selain itu, pemerintah juga bisa memberikan insentif kepada perusahaan yang terkena dampak kenaikan harga BBM. Dalam hal ini, pemerintah juga disarankan untuk menyiapkan stok minyak mentah dari sumber alternatif lainnya.

Tujuan utamanya adalah melindungi masyarakat dari dampak langsung kenaikan harga minyak, sehingga daya beli tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini akan berdampak positif terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Pemerintah Mengamankan Pasokan Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mengamankan pasokan energi di tengah ketegangan di Timur Tengah. Ia merespons fenomena antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akibat kekhawatiran terhadap dampak perang.

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) telah mengalihkan sumber impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke negara-negara lain seperti Amerika, Nigeria, dan Brasil. Sebelumnya, sekitar 20 hingga 25 persen bahan baku minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah.

“

Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying,” ujarnya.

Keamanan Pasokan Minyak di Indonesia

Bahlil memastikan bahwa stok bahan baku aman meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah masih memanas. Ia menegaskan bahwa suplai lancar dan tidak perlu ada rasa panik.

Selain minyak mentah, Bahlil juga menjelaskan asal impor produk bensin. Ia menyatakan bahwa bensin siap pakai tidak diimpor dari kawasan konflik maupun Amerika Serikat. Impor bensin dilakukan dari Singapura dan Malaysia, serta sebagian besar diproduksi dalam negeri.

Untuk solar, ia memastikan bahwa produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan secara penuh. Produksi tersebut berjalan terus-menerus, sehingga stok tidak hanya bergantung pada cadangan 20 hari, melainkan disuplai secara kontinyu.

Bahlil juga menjelaskan bahwa kapasitas tempat penyimpanan (storage) minyak Indonesia sejak dulu hanya menampung pasokan selama 25 hari. Saat ini, realisasi stok yang tersedia berada di angka 23 hari, masih di atas batas aman standar nasional.

“Standar minimal ketersediaan kita itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman.”

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Saham Indeks KOMPAS100 Masih Layak Diperhatikan

17 Maret 2026

Pajak THR 2026: Persen dan Cara Menghitungnya

17 Maret 2026

50 Ucapan Selamat Nyepi 2026 yang Menggugah Hati

17 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM

17 Maret 2026

Menteri Luar Negeri Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata dari AS-Israel, Ini Alasannya

17 Maret 2026

Limbah Elektronik Global Beredar Tanpa Pengawasan

17 Maret 2026

Saham Indeks KOMPAS100 Masih Layak Diperhatikan

17 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?