Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Maret 2026
Trending
  • Dua pemain asing Bali United mulai tampil mengancam di putaran kedua
  • Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan Pagi, Hujan Ringan Sore Sampai Malam
  • Jadwal MotoGP Brasil 2026 Live Trans7: Bezzecchi Ciptakan Sejarah untuk Aprilia
  • Telkom gelar GoZero% Festival Inovasi, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah
  • Pasar obligasi tertekan, ekonom: pemerintah harus yakin investor soal ekonomi RI
  • Dua Kesepakatan Bebaskan Nabilah O’Brien, Akui Lelah dan Ingin Tidur
  • Opini: Penyempurnaan Program Asuransi
  • Prediksi Laga Persib vs Persik di Liga Super
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Korea Utara Kirim Pasukan dan Jutaan Amunisi ke Rusia, Bantu Teror Ukraina
Nasional

Korea Utara Kirim Pasukan dan Jutaan Amunisi ke Rusia, Bantu Teror Ukraina

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover31 Mei 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Korea Utara Kirim Pasukan dan Jutaan Amunisi ke Rusia, Bantu Teror Ukraina
Laporan internasional mengungkap Korea Utara telah mengirim jutaan peluru dan ribuan pasukan ke Rusia, membantu serangan terhadap Ukraina.(KCNA)

KOREA Utara telah mengirim pasukan dan jutaan amunisi, termasuk misil dan roket, ke Rusia selama setahun terakhir, menurut laporan terbaru dari lembaga pengawas internasional. Laporan tersebut merinci sejauh mana Pyongyang telah membantu Moskow “meneror” penduduk Ukraina selama perang yang telah berlangsung tiga tahun.

Laporan ini dirilis Multilateral Sanctions Monitoring Team (MSMT), sebuah inisiatif yang terdiri dari 11 negara anggota PBB. Tim ini dibentuk setelah Rusia membubarkan panel PBB sebelumnya yang mengawasi implementasi sanksi terhadap Korea Utara.

Beberapa temuan tim ini memang telah banyak dilaporkan sebelumnya, namun laporan ini mengungkap cakupan dan skala luar biasa dari pengiriman senjata oleh Pyongyang sejak invasi Rusia ke Ukraina.

Baca juga : Adik Kim Jong-un Turut Kecam AS yang Kirim Tank Abrams ke Ukraina

Pengiriman itu mencakup hingga 9 juta peluru artileri dan amunisi pada 2024, lebih dari 11.000 pasukan tahun lalu, dan 3.000 pasukan tambahan di awal tahun ini; peluncur roket, kendaraan, meriam swa-gerak, serta berbagai jenis artileri berat lainnya; dan setidaknya 100 rudal balistik “yang kemudian ditembakkan ke Ukraina untuk menghancurkan infrastruktur sipil dan meneror wilayah padat penduduk seperti Kyiv dan Zaporizhzhia,” menurut laporan yang mengutip negara-negara partisipan.

“Bentuk kerja sama ilegal antara Korea Utara dan Rusia ini telah berkontribusi pada kemampuan Moskow meningkatkan serangan misil terhadap kota-kota Ukraina, termasuk serangan yang menyasar infrastruktur sipil penting,” sebut laporan tersebut.

Sebagai imbalan, Rusia memberikan Korea Utara berbagai perlengkapan senjata dan teknologi berharga, termasuk peralatan pertahanan udara, misil anti-pesawat, sistem peperangan elektronik, dan minyak olahan, tambah laporan itu.

Baca juga : Putin Akui Tentara Korea Utara Bantu Rusia Rebut Kursk, Perdebatan Damai Ukraina-Rusia Memanas

Moskow juga memberikan umpan balik data mengenai rudal balistik Pyongyang, membantu meningkatkan performa sistem pemandunya.

Tindakan ini “memungkinkan Korea Utara mendanai program militernya dan mengembangkan lebih lanjut program rudal balistiknya, yang sejatinya dilarang oleh berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, serta memperoleh pengalaman langsung dalam peperangan modern,” demikian kesimpulan laporan.

Temuan tersebut didasarkan pada informasi dari negara-negara partisipan MSMT, serta bukti pendukung dari Open Source Centre (OSC) dan Conflict Armament Research (CAR), dua lembaga riset berbasis di Inggris.

Baca juga : Rusia Konfirmasi Pasukan Korut Ikut Perangi Ukraina

Langgar Embargo Senjata

Laporan itu juga menuduh Rusia dan Korea Utara melanggar embargo senjata PBB dan melakukan transfer senjata melalui jaringan serta aktor yang menghindari sanksi. Diperkirakan kedua negara akan terus melanjutkan kerja sama militer mereka “setidaknya dalam waktu dekat.”

Dalam pernyataan bersama, negara-negara anggota MSMT—yakni Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Selandia Baru, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat—mendesak Korea Utara untuk “terlibat dalam diplomasi yang bermakna.”

Pemerintah Barat semakin khawatir dengan dampak jangka panjang dari kemitraan strategis yang tampaknya makin dalam antara kedua negara tersebut.

Baca juga : Starlink Terancam Rusia dan Tiongkok: Ketegangan Luar Angkasa Memanas karena Konflik Ukraina

Dalam beberapa bulan terakhir, AS memperingatkan bahwa Rusia mungkin akan berbagi teknologi satelit dan luar angkasa canggih dengan Korea Utara sebagai imbalan atas dukungan Pyongyang dalam perang di Ukraina.

Rusia Akui Keterlibatan Korea Utara

Presiden Rusia Vladimir Putin, pada April lalu, untuk pertama kalinya mengakui pasukan Korea Utara turut serta dalam pertempuran untuk merebut kembali wilayah Rusia setelah serangan Ukraina ke wilayah Kursk tahun lalu. Korea Utara juga mengonfirmasi kehadiran pasukannya di sana untuk pertama kali pada bulan yang sama.

Meskipun pasukan Korea Utara telah dikerahkan ke Kursk setidaknya sejak November, mereka ditarik dari garis depan pada Januari setelah laporan mengenai banyaknya korban jiwa, kata pejabat Ukraina.

Kedua negara sama-sama membantah Pyongyang telah memasok senjata ke Moskow, meski bukti yang ada sangat kuat. Namun, sebagai bagian dari pakta pertahanan bersejarah yang ditandatangani tahun lalu, keduanya berjanji akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk memberikan bantuan militer segera jika salah satu diserang.

Putin juga telah memperingatkan ia akan memasok senjata ke Pyongyang jika Barat terus mempersenjatai Ukraina. Dalam beberapa pekan terakhir, sekutu Ukraina telah mencabut larangan Kyiv untuk menembakkan rudal jarak jauh ke wilayah Rusia, setelah berhari-hari serangan udara besar-besaran oleh Rusia terhadap ibu kota Ukraina dan wilayah lainnya, serta meningkatnya frustrasi AS terhadap Putin karena belum ada kesepakatan damai. (CNN/Z-2)

Amunisi bantu dan Jutaan kirim Korea Pasukan Rusia teror Ukraina Utara
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Nabilah O’Brien Terlanjur Viral, ZK Buka Pernyataan Berbeda

15 Maret 2026

Dua Kesepakatan Bebaskan Nabilah O’Brien, Akui Lelah dan Ingin Tidur

15 Maret 2026

Pasar obligasi tertekan, ekonom: pemerintah harus yakin investor soal ekonomi RI

15 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dua pemain asing Bali United mulai tampil mengancam di putaran kedua

15 Maret 2026

Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan Pagi, Hujan Ringan Sore Sampai Malam

15 Maret 2026

Jadwal MotoGP Brasil 2026 Live Trans7: Bezzecchi Ciptakan Sejarah untuk Aprilia

15 Maret 2026

Telkom gelar GoZero% Festival Inovasi, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah

15 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?