Fabio Quartararo Bertahan di Yamaha Hingga 2026 dengan Kontrak Besar
Fabio Quartararo, pembalap asal Prancis yang dikenal dengan julukan El Diablo, resmi bertahan di tim Yamaha hingga tahun 2026. Ia mendapatkan kontrak senilai sekitar 12 juta Euro per tahun atau setara dengan Rp200 miliar. Keputusan ini membuatnya menjadi salah satu pembalap terbesar dalam sejarah MotoGP.
Namun, performa Yamaha dalam beberapa musim terakhir tidak stabil, sehingga Quartararo hanya berhasil meraih satu podium dalam kompetisi utama. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja tim pabrikan Jepang tersebut mengalami penurunan signifikan.
Pada musim MotoGP 2027, Quartararo ingin fokus pada tujuan pribadi dan kebahagiaan di lintasan. Ia menyatakan bahwa keputusannya untuk tetap berada di Yamaha bukan hanya karena kontrak besar, tetapi juga karena rasa nyaman dan kesenangan saat berlari di atas motor.
Dalam sebuah film dokumenter dari motogp.com, Quartararo mengungkapkan ambisinya saat menandatangani kontrak saat ini. Tujuannya adalah untuk memberikan hasil yang sangat bagus bagi Yamaha. Namun, kini ia lebih memikirkan masa depannya dan ingin mencari jati diri serta tujuan pribadi.
“Satu-satunya hal yang bisa meyakinkan saya adalah ketika saya naik ke atas motor dan merasa bahwa saya cepat serta saya menikmatinya,” ujarnya.
Jadwal MotoGP Brasil 2026 Terancam Molor
Sementara itu, jadwal MotoGP Brasil 2026 yang seharusnya digelar pada 20–22 Maret di Autódromo Internacional de Goiania – Ayrton Senna diprediksi bakal molor. Progres renovasi sirkuit baru mencapai 84 persen, namun masih ada keraguan apakah seluruh pekerjaan bisa selesai tepat waktu.
Musim MotoGP 2026 sendiri dipastikan akan dimulai lebih dulu di Chang International Circuit, Thailand, pada 27 Februari–1 Maret, sebelum berlanjut ke Brasil sebagai seri kedua.
Proses homologasi yang ketat sering kali membuat lintasan harus menjalani perombakan besar-besaran, bahkan tak jarang berujung pada penundaan atau pembatalan balapan.
Progres Renovasi Sirkuit Goiania
Masuknya sirkuit baru ke dalam kalender MotoGP memang selalu memunculkan antusiasme. Situasi serupa kini mengiringi Grand Prix Brasil, yang dijadwalkan menjadi seri kedua MotoGP pada 20–22 Maret di Autódromo Internacional de Goiania – Ayrton Senna.
Hingga saat ini, sirkuit tersebut masih dalam tahap renovasi besar, sehingga muncul keraguan apakah seluruh pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Pemerintah Negara Bagian Goias pun angkat bicara. Melalui badan infrastruktur dan transportasi setempat, Goinfras, disampaikan bahwa progres renovasi sirkuit baru mencapai 84 persen.
Target awal proyek memang rampung pada Desember. Namun, setelah dilakukan inspeksi oleh Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) dan promotor MotoGP, Dorna Sports, muncul sejumlah persyaratan tambahan.
Kondisi itu, ditambah keterlambatan teknis di lapangan, membuat jadwal penyelesaian bergeser. Sejumlah fasilitas utama masih dalam proses pembaruan, mulai dari paddock, pit, tribun penonton, pusat media, hingga menara kontrol. Area administrasi juga ikut direnovasi, serta pembangunan pusat medis baru.
Sementara di lintasan, pihak pengelola telah melakukan pengaspalan ulang, termasuk penambahan kerb, pembatas keselamatan, dan perluasan area run-off demi memenuhi standar keselamatan MotoGP.
Pada fase akhir, pekerjaan difokuskan pada pengaspalan jalur servis, penyempurnaan area run-off, serta instalasi sistem elektronik untuk pencatatan waktu, komunikasi, dan kebutuhan siaran televisi. Pekan ini, sirkuit Goiania dijadwalkan kembali menjalani inspeksi oleh FIM, yang sejak beberapa bulan terakhir terus memantau perkembangan proyek dan menilai tidak ada alasan untuk merasa khawatir.
Menteri Olahraga Goias, Rudson Guerra, memastikan proyek tersebut sudah mendekati tahap akhir.
“Kami hampir menyelesaikan seluruh pekerjaan. Kami terus berkoordinasi dengan federasi internasional balap motor dan mobil untuk memastikan semua standar terpenuhi. Goiania akan menjadi satu-satunya sirkuit di Brasil yang memiliki homologasi tertinggi untuk balap motor dan balap mobil,” kata Guerra.


