Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 12 Maret 2026
Trending
  • 15 destinasi wisata Garut terpopuler 2026: Mulai dari kawah menarik hingga pantai indah
  • Kembalinya Mio 125 2026 dengan Harga 19 Juta, Siap Lawan Honda BeAT
  • Smartwatch Pendeteksi Diabetes? Huawei Watch GT 6 Pro!
  • Tiket Kapal Pelni Tarakan untuk Mudik Maret Ludes, Ferdi: Seluruh Kursi Terisi
  • Edhotel SMKN 1 Jombang Diresmikan, Khofifah Indar Parawansa Dorong Penguatan Kompetensi Hospitality Siswa
  • Jadwal Imsakiyah Halmahera Selatan 9 Maret 2025: Lengkap Salat, Imsak, dan Buka Puasa
  • Mitsubishi Pajero Sport 2026: Harga, Fitur, dan Spesifikasi SUV 4×4 Terbaru
  • Klinik UMKM di Jejak Jajanan Nusantara Dorong Literasi AI
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Komisi I DPR: Pengiriman TNI ke Gaza Bukan Untuk Bertempur
Politik

Komisi I DPR: Pengiriman TNI ke Gaza Bukan Untuk Bertempur

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Indonesia dalam Misi Kemanusiaan di Gaza

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, menyoroti pentingnya pemerintah memperhatikan berbagai aspek terkait rencana pengiriman 8.000 personel TNI ke Gaza. Menurutnya, keterlibatan TNI harus fokus pada misi kemanusiaan dan bukan operasi tempur. Hal ini dikarenakan keberadaan TNI di Gaza rentan membuat mereka terlibat dalam konflik dengan Israel dan Hamas.

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut juga menekankan bahwa pengiriman TNI di Gaza harus memiliki landasan hukum yang jelas dan mandat internasional yang sah. “Setiap pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di luar negeri harus memiliki mandat internasional yang legitimate. Idealnya dalam koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berorientasi pada misi kemanusiaan dan stabilisasi bukan operasi tempur,” ujarnya.

Sukamta juga meminta pemerintah memperhatikan beberapa hal jika Board of Peace (BoP) diposisikan sebagai inisiatif kemanusiaan dan rekonstruksi untuk membantu warga Gaza. Salah satunya adalah adanya jaminan keamanan dari pihak Israel dan Palestina mengenai keberadaan personel TNI.

“Jadi, pertama, harus ada jaminan keamanan dan keselamatan dari para pihak. Kedua, mandatnya jelas sebagai misi perdamaian atau perlindungan sipil. Ketiga, tidak menempatkan Indonesia dalam posisi secara eskalatif secara geopolitik,” tutur dia.

Prioritas Utama Keterlibatan Indonesia di Gaza

Sukamta menjelaskan bahwa prioritas utama keterlibatan Indonesia di Gaza nantinya harus tetap pada penghentian kekerasan, pembukaan akses bantuan kemanusiaan, dan perlindungan warga sipil. Apalagi Indonesia selama ini telah memiliki reputasi baik di dalam misi perdamaian dunia.

“Kontribusi Indonesia harus memperkuat perdamaian, bukan menambah kompleksitas konflik,” katanya. “Jadi bukan soal paling pantas, tetapi soal kesiapan, legitimasi internasional, dan kebermanfaatan nyata bagi rakyat Palestina,” imbuhnya.

Jumlah Personel TNI yang Dikirim

Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, mengatakan bahwa jumlah prajurit TNI yang akan dikirim ke jalur Gaza tidak perlu terlalu besar hingga mencapai 20 ribu personel. Sebab, luas area di Gaza tidak begitu luas. Meski begitu, Utut meyakini Kementerian Pertahanan dan TNI telah memiliki perhitungan sendiri terkait kebutuhan pasukan di lapangan.

“Intinya hemat saya, tidak perlu terlalu besar seperti yang 20.000 (pasukan) itu. Tapi, tentu kan teman-teman di Kemhan sudah punya ukuran,” ujar Utut.

Menurut Utut, luas Jalur Gaza hanya sekitar 45 kilometer persegi, atau sedikit lebih kecil dibandingkan wilayah Jakarta Pusat.

“Kalau jalur Gaza sempat saya pelajari itu luasnya 45 kilometer persegi, itu lebih kecil sedikit dari Jakarta Pusat. Jadi, Jakarta Pusat ini Senayan, Tanah Abang, sampai Cempaka Putih itu, Senen, kurang lebih seperti itu,” tutur dia.

Persetujuan Komisi I DPR atas Rencana Pengiriman Pasukan TNI

Di sisi lain, Utut mengakui bahwa rencana pengiriman pasukan ke Gaza telah beberapa kali dibahas bersama-sama di Komisi I DPR. Presiden Prabowo Subianto pun, kata Utut, juga sudah mengundang beberapa mantan menteri luar negeri, tokoh, dan pakar di bidang hubungan internasional ke Istana. Mereka diundang untuk diberi penjelasan mengenai alasan di balik Indonesia memilih bergabung dengan Board of Peace dan konsep pengiriman pasukan itu secara menyeluruh.

“Poinnya adalah persetujuan teman-teman itu setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar dari Bapak Presiden, mulai dari konsep filosofis sampai geopolitik terkini,” kata Utut.

Utut menambahkan bahwa penentuan siapa yang menjadi pemimpin misi serta konfigurasi pasukan akan diputuskan melalui perundingan di tingkat presiden. Namun, dia menegaskan Indonesia akan mengirimkan prajurit terbaik.

“Yang jelas kita kirim pasukan yang terbaik, yang sigap untuk segala cuaca, sigap untuk segala situasi,” tutur dia.

Politikus PDI-P itu pun berharap keterlibatan Indonesia lebih fokus pada misi penjaga perdamaian dan membantu percepatan pemulihan Gaza pascakonflik.

“Tentu kita berdoa ini lebih seperti peacekeeping forces, penjaga perdamaian dan membantu percepatan perbaikan Gaza,” imbuhnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Iran, Siap Balaskan Dendam Ayah, Tidak Ada Damai untuk AS-Israel

12 Maret 2026

Transformasi UIN Ar-Raniry: Wajah Baru di Bawah Kepemimpinan Prof Mujiburrahman

11 Maret 2026

Daftar 20 Calon Pemimpin OJK yang Lolos Seleksi

11 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

15 destinasi wisata Garut terpopuler 2026: Mulai dari kawah menarik hingga pantai indah

12 Maret 2026

Kembalinya Mio 125 2026 dengan Harga 19 Juta, Siap Lawan Honda BeAT

12 Maret 2026

Smartwatch Pendeteksi Diabetes? Huawei Watch GT 6 Pro!

12 Maret 2026

Tiket Kapal Pelni Tarakan untuk Mudik Maret Ludes, Ferdi: Seluruh Kursi Terisi

12 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?