Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 13 September 2026
Trending
  • Hasil Liga Champions: Duo Inggris menang tipis, PSG dan Barcelona pesta gol
  • Ketika seni dan budaya hidup dari tepuk tangan
  • Terkuak cara 3 tersangka eksekusi pengusaha Cung Su Liat di Jalan Kopisan Singkawang
  • Klasemen Liga Arab Saudi: Al Nassr menang, Ronaldo cs kembali pepet Al Hilal di puncak
  • SPF 50+ vs PA++++: Apa bedanya dan kenapa keduanya penting?
  • Didakwa rugikan negara Rp268 miliar, ini respons mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi
  • Hasil Liga Champions tadi malam: Liverpool comeback, hattrick Ferran Torres warnai pesta gol PSG
  • Ramalan zodiak Cancer besok Minggu, 13 September 2026: Jaga pikiran tetap tenang dan terarah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Kolaborasi AP x Swatch Jadi Incaran dengan Nilai Resale Melonjak
Hobi

Kolaborasi AP x Swatch Jadi Incaran dengan Nilai Resale Melonjak

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kolaborasi AP x Swatch Mengguncang Industri Jam Tangan Mewah

Kolaborasi antara dua brand asal Swiss, Audemars Piguet (AP) dan Swatch, telah menjadi perbincangan hangat di kalangan kolektor jam tangan global. Sejak rumor kemitraan ini beredar, komunitas penggemar jam tangan langsung ramai membahas potensi desain, material, hingga nilai resale dari AP x Swatch yang diprediksi menjadi salah satu rilisan paling diminati tahun ini.

Fenomena ini muncul karena publik melihat koleksi yang diberi nama Royal Pop memiliki formula yang mirip dengan kesuksesan MoonSwatch beberapa tahun lalu. Saat itu, kolaborasi Swatch dengan Omega memicu antrean panjang di berbagai negara dan menciptakan pasar sekunder dengan harga jual jauh di atas retail.

Kini, AP x Swatch hadir dengan ekspektasi yang sama. Banyak kolektor menilai kolaborasi ini mampu membuka akses terhadap merek besar Audemars Piguet ke pasar yang lebih luas, sambil tetap mempertahankan daya tarik eksklusivitas yang selama ini melekat pada brand tersebut.

Perpaduan Dua Dunia yang Bertolak Belakang

Secara konsep, AP x Swatch menghadirkan perpaduan dua dunia yang bertolak belakang. Audemars Piguet identik dengan craftsmanship kelas tinggi, produksi terbatas, serta waiting list panjang yang membuat kepemilikan produknya terasa eksklusif. Di sisi lain, Swatch dikenal lewat pendekatan playful, penuh warna, dan dekat dengan kultur pop modern.

Pertemuan dua filosofi tersebut mencerminkan perubahan besar di industri luxury watch global. Pasar jam tangan mewah kini bergerak semakin dinamis dengan dorongan hype culture, collectible value, hingga eksposur media sosial yang masif. Produk jam tangan tidak lagi dipandang semata sebagai penunjuk waktu, melainkan bagian dari identitas, komunitas, dan simbol akses terhadap sesuatu yang sulit dimiliki banyak orang.

Fenomena Antrean Pembelian di Berbagai Negara

Fenomena antrean pembelian AP x Swatch di berbagai negara menjadi bukti nyata perubahan itu. Seperti yang terjadi pada MoonSwatch, banyak pembeli rela datang sejak dini hari demi mendapatkan unit pertama. Kepemilikan produk limited release seperti ini kini memiliki nilai emosional sekaligus finansial.

Di Indonesia, tren serupa juga semakin terlihat. Pasar secondary luxury watch terus berkembang dengan aktivitas jual beli yang sangat aktif. Model-model tertentu dari Rolex, Patek Philippe, Audemars Piguet, hingga Richard Mille kerap diperdagangkan di atas harga retail akibat keterbatasan stok dan tingginya permintaan.

Perubahan Cara Masyarakat Memandang Jam Tangan Mewah

Perubahan itu ikut menggeser cara masyarakat memandang jam tangan mewah. Kini, luxury watch mulai dianggap sebagai bagian dari aset pribadi dengan nilai likuiditas yang nyata.

“Luxury watch hari ini sudah berkembang menjadi bagian dari fleksibilitas finansial pemiliknya. Kolaborasi seperti AP x Swatch menunjukkan demand collectible watch masih sangat kuat dan ownership menjadi semakin valuable,” ujar David Tatangsurja, Business Development deGadai.

Menurut David, semakin banyak pemilik jam tangan mewah yang memilih solusi pembiayaan alternatif ketika membutuhkan cashflow jangka pendek tanpa harus melepas aset secara permanen.

“Banyak kolektor lebih memilih solusi yang memungkinkan mereka tetap memegang asetnya. Terutama untuk piece yang sulit didapat kembali karena allocation, waiting list, atau nilai sentimental tertentu,” lanjutnya.

Layanan Pembiayaan Berbasis Aset Luxury

Dalam industri luxury watch modern, kepemilikan model tertentu memang sering kali membutuhkan purchase history, relasi personal dengan butik, hingga antrean bertahun-tahun. Karena itu, menjual koleksi secara permanen menjadi keputusan yang dipertimbangkan dengan sangat hati-hati oleh para kolektor.

David menilai tren tersebut membuat layanan pembiayaan berbasis aset luxury semakin relevan di tengah perubahan gaya konsumsi masyarakat affluent.

“Market affluent saat ini mencari solusi yang cepat, privat, dan tetap elegan. Layanan gadai jam tangan premium mulai menjadi bagian dari modern financial lifestyle,” katanya.

PT deGadai Solusi Digital melihat tren collectible watch seperti AP x Swatch sebagai bagian dari perubahan pola pengelolaan aset luxury di masyarakat modern. Banyak pemilik aset kini memilih mempertahankan ownership sambil tetap memperoleh fleksibilitas cashflow.

Melalui layanan gadai berbasis aset mewah, deGadai menawarkan pencairan dana cepat dengan pendekatan yang lebih personal dan discreet tanpa mengharuskan nasabah kehilangan kepemilikan asetnya.

Selain kecepatan proses, aspek privasi juga menjadi perhatian utama di segmen ini. Nasabah affluent cenderung mengutamakan kenyamanan, keamanan data, dan pengalaman transaksi yang eksklusif dibanding proses finansial konvensional. Fenomena AP x Swatch sendiri diperkirakan masih akan terus berlanjut dalam waktu dekat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

31 Agustus 2026

Shopee Rayakan 9.9 Super Shopping Day Bersama Naykilla dan Tenxi

31 Agustus 2026

Komentar deras! Iklan Shopee bersama Naykilla & Tenxi jadi sorotan netizen

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hasil Liga Champions: Duo Inggris menang tipis, PSG dan Barcelona pesta gol

13 September 2026

Ketika seni dan budaya hidup dari tepuk tangan

13 September 2026

Terkuak cara 3 tersangka eksekusi pengusaha Cung Su Liat di Jalan Kopisan Singkawang

13 September 2026

Klasemen Liga Arab Saudi: Al Nassr menang, Ronaldo cs kembali pepet Al Hilal di puncak

13 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?