Kesiapan Asrama Haji Embarkasi Balikpapan untuk Jemaah Haji 2026
Asrama Haji Embarkasi Balikpapan telah menyiapkan segala sesuatu dengan 100 persen kesiapan menyambut kedatangan ribuan jemaah haji tahun 2026. Persiapan ini mencakup sterilisasi kamar dan kelengkapan fasilitas penunjang sejak H-10 keberangkatan. Dengan tujuan memastikan bahwa seluruh kebutuhan jemaah terpenuhi secara maksimal.
Kasubbag Umum Asrama Haji Kelas I Balikpapan, Ahmad Yuliansyah, menjelaskan bahwa pihaknya telah menutup pemesanan kamar sejak H-10 keberangkatan. Hal ini dilakukan agar semua fasilitas dalam kamar sudah siap digunakan oleh jemaah. “Semua kamar sudah steril. Fasilitas seperti selimut, amenities, dan kebutuhan lainnya sudah tersedia,” ujarnya.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan tahap kedua bagi calon jemaah juga telah dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Balikpapan. Untuk menampung jemaah, Asrama Haji Balikpapan menyiapkan tiga gedung berstandar hotel, yakni Hotel Jabal Uhud, Hotel Bir Ali, dan Hotel Zamzam, dengan total kapasitas 367 tempat tidur.
“Jumlah tersebut cukup untuk menampung sekitar 360 jemaah per kloter,” jelas Ahmad. Secara keseluruhan, Embarkasi Balikpapan akan melayani 5.901 jemaah dari empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah yang terbagi dalam 17 kloter.
Kloter pertama dijadwalkan masuk ke asrama haji pada 25 April pukul 06.00 Wita, berasal dari Samarinda. PPIH Embarkasi Balikpapan resmi dilantik pada Jumat (17/4) dan langsung bekerja menyiapkan keberangkatan jemaah. Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur, Mohlis Hasan, menyebutkan sebanyak 23 panitia inti telah dilantik dan akan didukung sekitar 75 personel tambahan.
“PPIH Embarkasi Balikpapan berjumlah 23 orang dan didukung panitia pendukung sekitar 75 orang,” ujarnya. Ia menambahkan, PPIH berada di bawah koordinasi Gubernur Kalimantan Timur dengan fokus memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah dari berbagai provinsi.
Persiapan Administrasi dan Teknis
Mulai hari ini, PPIH sudah bekerja menyiapkan dokumen dan berbagai kebutuhan teknis lainnya. Jemaah kloter pertama dijadwalkan masuk embarkasi pada 25 April 2026, dengan jumlah sekitar 360 orang dari Samarinda. Pemberangkatan akan dilakukan pada 26 April 2026 pukul 23.00 Wita.
Dari total jemaah, sebanyak 3.166 orang berasal dari Kalimantan Timur. Selain kesiapan administrasi dan teknis, PPIH juga memastikan layanan selama penerbangan berjalan optimal, termasuk konsumsi jemaah. “Selama penerbangan 8 sampai 10 jam, jemaah akan mendapatkan dua kali makan dan satu kali snack. Kami juga sudah melakukan uji coba makanan, ada evaluasi kecil seperti penggantian buah agar lebih baik,” jelasnya.
Menu Konsumsi yang Ramah Lansia
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan menyiapkan skema layanan konsumsi bagi jemaah haji selama penerbangan dengan dua pilihan menu di setiap waktu makan. Dalam uji coba (meal test) yang dilakukan, diketahui bahwa setiap jemaah akan mendapatkan dua kali makan dan satu kali snack, baik pada fase keberangkatan maupun kepulangan.
General Manager Aerofood ACS, Dian Ferry Hartanto, menjelaskan bahwa dalam setiap waktu makan, disiapkan dua pilihan menu atau choice A dan choice B. Skema pembagian dilakukan secara seimbang dalam satu pesawat. “Misalnya dalam satu pesawat ada 360 paket makanan, maka 50 persen menu A dan 50 persen menu B. Jemaah bisa memilih sesuai selera,” jelasnya.
Adapun variasi menu yang disiapkan meliputi pilihan lauk seperti daging, ayam, maupun ikan, yang dikombinasikan dalam dua jenis menu berbeda. “Kalau tidak suka daging, bisa pilih ayam atau ikan. Jadi memang disiapkan alternatif,” katanya.
Dari hasil evaluasi uji coba makanan, terdapat usulan perubahan pada menu buah yang disajikan kepada jemaah. Jika sebelumnya buah jeruk menjadi bagian dari menu, kini diusulkan untuk diganti dengan puding. “Pertimbangannya karena sebagian besar jemaah berusia lanjut. Jeruk cenderung asam dan tidak semua rasanya sama, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi pencernaan,” ujarnya.
Selain faktor kesehatan, ketersediaan buah jeruk dalam jumlah besar juga menjadi pertimbangan. Dalam satu penerbangan dengan ratusan porsi, kualitas rasa dinilai sulit dijamin merata. “Ini juga produk alam, jadi tidak bisa dipastikan semuanya manis,” tambahnya.
Dari sisi kebersihan, konsumsi jeruk dinilai berpotensi menimbulkan sampah dan kotoran di dalam pesawat. Meski demikian, keputusan akhir terkait perubahan menu tetap berada di tangan pejabat berwenang. “Usulan sudah kami sampaikan, selanjutnya menjadi keputusan pihak terkait,” tutupnya.
Operasional Ibadah Haji Tahun Ini
Di tingkat nasional, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan operasional penyelenggaraan ibadah haji akan dimulai pada 21 April 2026, ditandai dengan masuknya jemaah ke asrama haji. “Keberangkatan diharapkan berlangsung mulai 22 April hingga kloter terakhir pada 21 Mei,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan empat bandara yang masuk kategori fast track, yakni Soekarno-Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar, di mana proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan di Indonesia. “Sehingga saat tiba di Saudi, jemaah bisa langsung keluar bandara dan menuju bus tanpa pemeriksaan ulang,” jelasnya.
Tahun ini, pemerintah menyiapkan 16 embarkasi, termasuk tambahan embarkasi Yogyakarta dan Cipondoh (Tangerang). Khusus Yogyakarta, skema baru diterapkan dengan memanfaatkan hotel dekat bandara sebagai lokasi persiapan jemaah. “Ini pilot project pembentukan embarkasi tanpa asrama haji,” katanya.
Puncak pelaksanaan ibadah haji diperkirakan berlangsung pada 25-26 Mei 2026, sementara pemulangan jemaah dijadwalkan mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.



