Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Kisah Pemuda RI di Tengah Konflik Israel-Iran: Tersembunyi di Bunker Yerusalem, Mengungsi ke Yordania
    Nasional

    Kisah Pemuda RI di Tengah Konflik Israel-Iran: Tersembunyi di Bunker Yerusalem, Mengungsi ke Yordania

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengalaman Mendebarkan Pendeta Yoel Sianto di Bawah Tanah Yerusalem

    Pendeta Yoel Sianto, seorang tokoh agama dari Gereja Bethany Yestoya Malang, bersama rombongan peziarah asal Indonesia mengalami pengalaman yang tak terlupakan saat terjebak di dalam bunker Yerusalem akibat serangan antara Israel dan Iran pada 28 Februari 2026. Peristiwa ini terjadi ketika eskalasi konflik memicu kepanikan di kota tersebut.

    Kondisi Awal yang Aman

    Rombongan pendeta Yoel berangkat dari Jakarta pada 21 Februari 2026, dengan rencana singgah di Mesir sebelum masuk ke Yerusalem pada 26 Februari. Selama tiga hari pertama, kondisi di kota tersebut terlihat aman. Mereka melakukan perjalanan ke Betlehem dan Yerusalem dengan lancar, tanpa adanya tanda-tanda akan terjadi serangan.

    Yoel, yang sudah 15 kali memimpin rombongan ziarah ke Israel dan wilayah sekitarnya, menjelaskan bahwa setiap keberangkatan selalu didahului dengan konfirmasi keamanan dari pihak tur lokal dan otoritas setempat. Pada kesempatan ini, mereka dinyatakan aman untuk melanjutkan perjalanan.

    Serangan Mendadak dan Evakuasi Darurat

    Pada Sabtu pagi, 28 Februari, rombongan sedang menjalani prosesi Jalan Salib di Via Dolorosa Yerusalem. Tiba-tiba, alarm berbunyi di ponsel mereka, disusul sirine kota. Yoel mengungkapkan bahwa awalnya mereka tidak memahami pesan tersebut karena pengumuman dalam bahasa setempat. Namun, beberapa menit kemudian, mereka menerima informasi bahwa Israel meluncurkan serangan pertama ke Iran.

    Situasi berubah cepat, dan rombongan segera diarahkan untuk meninggalkan Yerusalem. Agenda berikutnya adalah mengunjungi Garden Tomb, namun alarm kembali berbunyi, dan mereka langsung diminta masuk ke bunker sekitar pukul 10.30.

    Di Dalam Bunker: Dua Jam Penuh Ketegangan

    Di dalam bunker seluas kurang lebih 200 meter persegi, sekitar 200 orang berlindung. Selain rombongan Yoel, ada juga grup lain dari Indonesia dan rombongan peziarah dari Spanyol. Fasilitas di dalam bunker hanya ruangan tahan ledakan, tanpa toilet, karena memang ditujukan untuk kondisi darurat.

    Selama hampir dua jam, mereka bertahan di dalam bunker sambil mendengar suara ledakan yang jelas terdengar di atas kepala mereka. Serangan balasan dari Iran mulai dilancarkan, dan seluruh kota seperti menyala. Yoel mengungkapkan bahwa situasi membuat semua orang panik, ada yang menangis, ada yang takut tidak bisa pulang.

    Namun, Yoel berusaha menguatkan rombongan lewat doa. Ia mengatakan bahwa warga Indonesia sangat luar biasa, masih bisa tertawa di tengah situasi seperti itu.

    Perjalanan ke Nazareth dan Kembali ke Yordania

    Setelah dinyatakan aman untuk sementara, rombongan dievakuasi ke Nazareth, sekitar dua jam perjalanan dari Yerusalem. Namun, situasi belum sepenuhnya tenang. Di hotel tempat mereka menginap, tersedia shelter khusus di setiap lantai. Pada pukul 02.00 dini hari, alarm kembali berbunyi, dan Yoel sempat melihat rudal terbang dari kamar hotel baik dari Iran ke Israel maupun sebaliknya, ada jual-beli serangan.

    Melihat eskalasi yang terus meningkat, tim tur memutuskan untuk mengevakuasi rombongan ke Yordania. Visa darurat diproses lebih cepat dari biasanya, dan mereka menempuh jalur darat melalui perbatasan Allenby serta tiba dengan selamat.

    Tantangan Logistik dan Keputusan untuk Menunda Pulang

    Rombongan seharusnya pulang pada 4 Maret, tetapi penerbangan melalui Dubai terdampak situasi konflik. Maskapai menjadwalkan ulang kepulangan mereka pada 6 Maret. Yoel mengatakan bahwa situasi ini seperti tambahan ekstra kurikulum, logistik tentu bertambah, tapi puji Tuhan mereka aman.

    Saran untuk Warga Indonesia yang Ingin Berziarah

    Sebagai pemimpin perjalanan yang sudah belasan kali ke Israel, Yoel memahami risiko kawasan yang kerap disebut negara dalam kondisi darurat perang. Ia mengakui baru kali ini benar-benar masuk bunker. Pada kunjungan sebelumnya, ia pernah menyaksikan sistem pertahanan rudal Israel mencegat serangan di Haifa, tetapi belum pernah merasakan perlindungan di ruang bawah tanah.

    Yoel menyarankan warga Indonesia yang ingin berziarah agar memilih biro perjalanan yang benar-benar memahami situasi lokal dan selalu memperbarui informasi dari otoritas setempat. Ia juga mengingatkan agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas. Untuk saat ini, mungkin belum waktu yang tepat sampai eskalasi mereda.

    Harapan untuk Kepulangan yang Aman

    Di tengah ketidakpastian, Yoel dan rombongan terus menjaga komunikasi dengan keluarga di Indonesia. Ia meyakini mereka akan pulang dengan selamat. Doa pun dipanjatkan agar seluruh warga Indonesia yang masih berada di kawasan konflik dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?