Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Khutbah Jumat: Etika Media Sosial Saat Ramadan
    Nasional

    Khutbah Jumat: Etika Media Sosial Saat Ramadan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 March 2026No Comments6 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Etika Bermedsos di Bulan Ramadan: Menjaga Lisan dan Jejak Digital

    إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَىٰ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ. مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيْدٌ.

    Jemaah salat Jum’at yang dicintai Allah Swt,

    Saya berwasiat kepada diri saya dan jemaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Takwa bukan hanya terlihat dalam ibadah lahiriah, tetapi tercermin dari sikap mengendalikan diri saat tidak ada yang melihat termasuk saat kita berselancar di dunia maya.

    Salah satu hikmah puasa adalah melatih muraqabah – مُرَاقَبَة atau merasa diawasi oleh Allah setiap saat. Saat kita sendirian, kita tidak makan dan minum karena yakin Allah mengawasi atau melihat amal perbuatan manusia. Tetapi pertanyaannya, apakah kesadaran itu juga hadir saat kita memegang gawai?

    Seringkali kita sangat berhati-hati menjaga ucapan di mimbar, di majelis, atau di depan atasan. Tetapi ketika berada di balik layar, kita merasa bebas berkata apa saja. Padahal Allah tetap Maha Melihat dan Maha Mendengar.

    أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ

    “Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?” (Q.S. Al-‘Alaq [96]: 14)

    Rasulullah saw mengingatkan, bahwa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Mengapa? Karena lisannya tidak dijaga. Dalam hadis diterangkan, yakni;

    رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ.

    “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar, dan betapa banyak orang yang salat malam, tidak mendapatkan dari qiyamnya kecuali begadang”. (Sunan Ibn Majah No. 1690)

    Di era digital seperti saat ini, lisan kita dapat berubah bentuk menjadi tulisan, komentar, emoji, dan unggahan yang dapat menyakiti orang lain. Tanpa disadari, “lisan digital” tersebut berubah menjadi dosa digital yang mungkin sering kita anggap ringan. Dosa-dosa digital yang dianggap ringan tersebut bisa saja mengurangi pahala kebaikan yang pernah kita buat, sebagaimana digambarkan dalam sebuah hadis:

    إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ, أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ».

    “Sesungguhnya orang yang muflis dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat. Namun dia juga datang dalam keadaan pernah mencaci si ini, menuduh si itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu, dan memukul si ini. Maka diberikanlah kepada mereka (orang-orang yang dizalimi) pahala kebaikannya. Jika pahala kebaikannya telah habis sebelum selesai membayar kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka lalu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (H.R. Imam Muslim No. 2581).

    Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

    Ada beberapa bentuk pelanggaran digital yang sering kita anggap sepele, padahal besar di sisi Allah. Pertama, gibah digital, yakni membicarakan keburukan orang di grup WhatsApp atau kolom komentar. Kedua, fitnah dan hoaks atau menyebarkan berita tanpa tabayun (konfirmasi). Ketiga, ujaran kebencian, yakni menghina tokoh, kelompok, atau saudara seiman. Keempat, riya’ digital, yaitu suka memamerkan ibadah demi pujian manusia. Kelima, perdebatan sia-sia, adu argumen yang melahirkan permusuhan.

    Sejatinya, Ramadan menjadi momentum membersihkan hati, bukan memperkeruh lini masa. Hati yang bersih tentu menjadi cahaya penuntun ke arah kesalehan spiritual dan sosial. Sementara itu bila hati keruh, maka akan menjerumuskan ke jurang kegelapan.

    Hadirin yang dirahmati Allah,

    Hari ini manusia mengenal istilah jejak digital. Apa yang kita unggah bertahun-tahun lalu bisa muncul kembali. Foto, video, tulisan, komentar semua tersimpan. Bayangkan kelak di hari kiamat, ketika catatan amal dibuka. Bukan hanya apa yang kita ucapkan, tetapi semuanya tertulis lengkap. Jika di dunia saja jejak digital bisa menjadi bukti di pengadilan, maka di akhirat catatan amal jauh lebih detail dan sempurna. Allah berfirman:

    وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَاۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًاۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًاࣖ

    “Diletakkanlah kitab (catatan amal pada setiap orang), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya. Mereka berkata, ‘Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, kecuali mencatatnya.’ Mereka mendapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.” (Q.S. Al-Kahf [18]: 49)

    Maka sebelum memposting sesuatu, renungkan: Apakah saya siap melihat ini kembali di hadapan Allah?

    Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

    Ramadan mengajarkan kita untuk memperlambat reaksi dan memperdalam refleksi. Maka, mari kita ubah cara kita bermedia sosial di bulan Ramadan dengan tiga prinsip:

    Pertama, prinsip takwa. Takwa adalah memelihara diri untuk senantiasa taat kepada Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Gunakan media sosial dengan kesadaran, bahwa Allah selalu mengawasi. Setiap goresan tulisan di media sosial tidak lepas dari pengawasan Allah Swt.

    Kedua, prinsip manfaat. Rasulullah saw mengajarkan, tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan yang tidak bermanfaat.

    مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ.

    “Termasuk tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.” (Imam at-Tirmidzi dalam Sunan at-Tirmidzi, No. 2317)

    Ketiga, prinsip pertanggungjawaban. Setiap tulisan akan diminta pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat.

    Jemaah yang dicintai Allah,

    Mari jadikan media sosial sebagai ladang pahala. Bulan suci Ramadan adalah kesempatan emas untuk menabur kebajikan. Media sosial bisa menjadi saving pahala dengan menjadikan Ramadan sebagai momentum menyebar ilmu yang sahih, mengajak pada kebajikan, dan mengutamakan ukhuah islamiah, serta menginspirasi untuk melakukan kegiatan bemanfaat.

    Tetapi jika satu unggahan keburukan dan menyesatkan mengundang orang lain untuk berbuat maksiat, maka dosanya akan terus mengalir sebagaimana ditegaskan Allah Swt dalam surah Al-‘Ankabut [29]: 13,

    وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ ۖ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ.

    “Mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka (sendiri) dan dosa-dosa (orang lain yang mereka perdaya) di samping dosa-dosa mereka. Pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan”.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

    Khutbah Kedua

    الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى فَضْلِهِ وَتَوْفِيقِهِ وَهِدَايَتِهِ، نَحْمَدُهُ عَلَى أَنْ نَسْتَطِيعَ اجْتِنَابَ الْكَذِبِ ,أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه, أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, اَتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ, اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُم وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?