Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 4 November 2026
Trending
  • Apple Rilis iMac Chip M6: Performa AI Melonjak 5 Kali Lipat
  • Dikhianati Poligami, Istri Sah Peluk Erat Suami Sambil Menangis
  • 5 Berita Global Terpopuler: Malaysia Boikot Produk RI hingga Jet Tempur Ratu Thailand
  • Ada demo BEM UI di Bundaran HI hari ini, begini rekayasa lalu lintasnya
  • Dominasi Penuh: UNY Sabet Gelar Juara Futsal Regional Yogyakarta
  • Sinergi BI-APUVINDO, Akselerasi Pasar Uang dan Valas
  • Rahasia Di Balik Satuan CC pada Mesin Mobil
  • Jadwal & Tiket Termurah Pelni Nunukan – Balikpapan November 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ketahanan Pangan Jadi Benteng Hadapi Perang, Iklim, dan Teknologi
Nasional

Ketahanan Pangan Jadi Benteng Hadapi Perang, Iklim, dan Teknologi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 April 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pentingnya Ketahanan Pangan dalam Membangun Kekuatan Nasional

Ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama dari ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Perang, krisis iklim, dan disrupsi teknologi telah membuktikan bahwa pangan bukan hanya sekadar kebutuhan ekonomi, tetapi juga fondasi politik, sosial, dan keamanan negara. Dalam konteks ini, sebuah bangsa yang mampu menjamin pasokan pangan bagi rakyatnya akan lebih kuat menghadapi guncangan global.

Pakar kelautan dan tokoh nasional, Rokhmin Dahuri, menyatakan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling vital. Dari lima kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan, pangan menjadi prioritas utama. Ia menjelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat bergantung pada asupan gizi. Tanpa pangan yang cukup, daya saing bangsa akan terancam.

Rokhmin menyambut langkah Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang pernah menyatakan bahwa pangan adalah hidup-matinya sebuah bangsa.

Berdasarkan penelitian Food and Agriculture Organization (FAO), negara dengan jumlah penduduk besar yang masih bergantung pada impor pangan akan sulit menjadi negara maju, makmur, dan berdaulat. Rokhmin menegaskan bahwa kondisi global saat ini semakin tidak menentu akibat konflik geopolitik dan dampak perubahan iklim yang menurunkan produktivitas pertanian serta mengganggu rantai pasok pangan dunia. Hal ini memaksa setiap negara untuk memperkuat produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional.

Produksi Pangan yang Menunjukkan Tren Positif

Secara umum, produksi beras nasional menunjukkan tren positif dan telah mencapai surplus. Produksi mencapai sekitar 34 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 32 juta ton. Namun, tantangan ke depan bukan hanya tentang produksi, tetapi juga memastikan akses pangan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Beberapa komoditas strategis seperti jagung, garam, dan cabai telah mencapai swasembada. Sementara itu, komoditas lain seperti gandum, kedelai, bawang putih, dan daging sapi masih bergantung pada impor dan terus diupayakan peningkatan produksinya.

Inovasi Teknologi dalam Sektor Pangan

Rokhmin juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi dalam sektor pangan sebagai jawaban atas tantangan global. Digitalisasi pertanian, bioteknologi, dan kecerdasan buatan dinilai dapat meningkatkan efisiensi produksi, distribusi, dan konsumsi pangan di masa depan. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi harus diintegrasikan dengan kebijakan yang berpihak pada petani, nelayan, dan masyarakat kecil agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Selain itu, Rokhmin menekankan bahwa krisis pangan bukan hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga dapat memicu instabilitas politik dan sosial di berbagai negara. Ia menyatakan bahwa pangan bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga politik. Jika impor terganggu, harga pupuk dan pangan bisa melambung, rakyat menderita, dan stabilitas negara terancam.

Peran Pemerintah dalam Memperkuat Sektor Pertanian

Seiring dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai upaya. Ini termasuk peningkatan produksi, optimalisasi lahan, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, penyediaan pupuk, modernisasi pertanian, serta penguatan cadangan pangan nasional.

Menurut Amran, ketahanan pangan bukan hanya program sektor pertanian, tetapi strategi besar negara dalam menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik nasional. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan adalah benteng terakhir bangsa. Jika pangan aman, negara akan aman. Jika pangan terganggu, stabilitas bisa terganggu. Karena itu, produksi harus terus meningkat, pertanian harus maju, dan cadangan pangan nasional harus diperkuat.

Mentan menambahkan bahwa ketahanan pangan harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa karena pangan merupakan faktor penentu kedaulatan dan masa depan bangsa Indonesia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dikhianati Poligami, Istri Sah Peluk Erat Suami Sambil Menangis

3 November 2026

Ada demo BEM UI di Bundaran HI hari ini, begini rekayasa lalu lintasnya

3 November 2026

5 Berita Global Terpopuler: Malaysia Boikot Produk RI hingga Jet Tempur Ratu Thailand

3 November 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Apple Rilis iMac Chip M6: Performa AI Melonjak 5 Kali Lipat

3 November 2026

Dikhianati Poligami, Istri Sah Peluk Erat Suami Sambil Menangis

3 November 2026

5 Berita Global Terpopuler: Malaysia Boikot Produk RI hingga Jet Tempur Ratu Thailand

3 November 2026

Ada demo BEM UI di Bundaran HI hari ini, begini rekayasa lalu lintasnya

3 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?