Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 27 Februari 2026
Trending
  • Toyota Vios Hybrid 2026: Perbedaan dengan Versi Sebelumnya
  • Pemimpin OpenAI: Perusahaan Gunakan AI untuk PHK?
  • Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio 23 Februari 2026: Keuangan, Nasib, Karier, Kesehatan, Perjalanan, Cinta, dan Jiwa
  • Air mata ibu Fandi Ramadhan pecah lagi: Saya tak rela anak saya dituntut mati
  • Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Pariaman: Puasa Nyaman dan Ngabuburit di Pantai
  • Ramalan cinta zodiak besok: perasaan, ujian, dan peluang romantis yang mengejutkan
  • 5 Bisnis Rumahan yang Menguntungkan Saat Ramadan
  • Link live streaming Inter vs Bodo/Glimt di Liga Champions UEFA besok pagi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Kerusuhan Iran Tewaskan 500 Orang, Teheran Ancam Serang Pangkalan AS
Politik

Kerusuhan Iran Tewaskan 500 Orang, Teheran Ancam Serang Pangkalan AS

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Gelombang Kerusuhan di Iran yang Menewaskan Ratusan Orang

Di tengah gelombang kerusuhan yang sedang berlangsung di Iran, lebih dari 500 orang telah meninggal dunia. Situasi ini memicu ancaman dari pihak Teheran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat jika Presiden Donald Trump melakukan intervensi dalam mendukung pengunjuk rasa.

Menurut laporan terbaru yang dikumpulkan oleh aktivis di dalam dan luar Iran, kelompok HAM berbasis di AS, HRANA, telah memverifikasi kematian 490 pengunjuk rasa dan 48 personel keamanan. Selain itu, lebih dari 10.600 orang dilaporkan ditangkap dalam dua pekan terakhir aksi unjuk rasa. Sampai saat ini, Pemerintah Iran belum merilis angka resmi korban.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Trump akan bertemu dengan para penasihat seniornya untuk membahas opsi kebijakan terhadap Iran. Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa opsi yang dipertimbangkan mencakup serangan militer, penggunaan senjata siber rahasia, perluasan sanksi, hingga bantuan daring bagi kelompok anti-pemerintah.

Di saat rezim ulama Iran menghadapi demonstrasi terbesar sejak 2022, Trump berulang kali mengancam akan turun tangan apabila aparat keamanan menggunakan kekerasan terhadap para demonstran. “Militer sedang mengkaji situasi ini, dan kami mempertimbangkan sejumlah opsi yang sangat keras,” ujar Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One pada Minggu (11/1/2026) malam.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memperingatkan Washington agar tidak melakukan salah perhitungan. “Perlu ditegaskan, jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel), serta seluruh pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kami,” kata Qalibaf, mantan komandan Garda Revolusi Iran.

Aparat Perketat Penindakan

Aksi protes di Iran bermula pada 28 Desember akibat lonjakan harga kebutuhan pokok, sebelum berkembang menjadi penentangan terhadap penguasa ulama yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979. Otoritas Iran menuding AS dan Israel sebagai pihak yang menghasut kerusuhan dan menyerukan aksi unjuk rasa nasional pada Senin untuk mengecam tindakan terorisme yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel, menurut media pemerintah.

Arus informasi dari Iran semakin terbatas setelah pemerintah memberlakukan pemadaman internet sejak Kamis. Trump menyatakan akan berbicara dengan Elon Musk terkait kemungkinan pemulihan akses internet di Iran melalui layanan satelit Starlink.

Rekaman video yang diunggah di media sosial pada Sabtu menunjukkan kerumunan besar warga Teheran berbaris pada malam hari sambil bertepuk tangan dan meneriakkan yel-yel. “Kerumunan ini tidak punya awal maupun akhir,” ujar seorang pria dalam rekaman tersebut.

Video lain dari kota Mashhad di timur laut Iran memperlihatkan asap membubung dari kebakaran di jalanan, demonstran bermasker, serta puing-puing berserakan di jalan. Suara ledakan juga terdengar. Reuters menyatakan telah memverifikasi lokasi rekaman tersebut.

Kekerasan dan Tanggapan Internasional

Televisi pemerintah Iran menayangkan puluhan kantong jenazah di kantor koroner Teheran, seraya menyebut para korban tewas sebagai akibat aksi teroris bersenjata. Media tersebut juga menayangkan keluarga korban yang berkumpul di Pusat Kedokteran Forensik Kahrizak di Teheran untuk mengidentifikasi jenazah.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan terkejut atas laporan kekerasan oleh otoritas Iran dan mendesak semua pihak menahan diri. “Hak atas kebebasan berekspresi, berserikat, dan berkumpul secara damai harus sepenuhnya dihormati dan dilindungi,” tulisnya di X.

Pemerintah Iran pada Minggu menetapkan tiga hari berkabung nasional untuk menghormati para martir yang gugur dalam perlawanan terhadap Amerika Serikat dan rezim Zionis, menurut media pemerintah.

Ancaman dan Tindakan Militer

Tiga sumber Israel yang mengikuti konsultasi keamanan akhir pekan lalu mengatakan Israel berada dalam status siaga tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan intervensi AS. Israel dan Iran sebelumnya terlibat perang selama 12 hari pada Juni 2025, yang sempat melibatkan AS melalui serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Teheran membalas dengan meluncurkan rudal ke Israel dan pangkalan udara AS di Qatar.

Meski otoritas Iran pernah berhasil meredam gelombang protes sebelumnya, aksi terbaru terjadi ketika Teheran masih berupaya pulih dari dampak perang tahun lalu dan posisi regionalnya melemah akibat tekanan terhadap sekutu-sekutunya, termasuk Hizbullah di Lebanon, sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Kerusuhan di Iran juga berlangsung di tengah manuver agresif Trump di panggung internasional, setelah menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan melontarkan wacana akuisisi Greenland melalui pembelian atau kekuatan militer.

Pernyataan Presiden Iran dan Tanggapan Diplomatik

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuding Israel dan AS sebagai dalang upaya destabilisasi. Dia menuduh musuh Iran membawa masuk teroris yang membakar masjid, menyerang bank, dan merusak fasilitas publik. “Kepada para keluarga, saya minta jangan biarkan anak-anak muda bergabung dengan perusuh dan teroris yang memenggal kepala dan membunuh orang,” ujar Pezeshkian dalam wawancara televisi.

Dia menambahkan pemerintah siap mendengar aspirasi rakyat dan menyelesaikan persoalan ekonomi. Iran juga memanggil duta besar Inggris pada Minggu menyusul komentar “intervensionis” Menteri Luar Negeri Inggris serta insiden seorang pengunjuk rasa yang menurunkan bendera Iran di Gedung Kedutaan Besar Iran di London dan menggantinya dengan bendera era sebelum Revolusi Islam 1979.

Mantan diplomat AS dan pakar Iran, Alan Eyre, menilai kecil kemungkinan aksi protes ini menjatuhkan pemerintahan. “Lebih mungkin rezim pada akhirnya berhasil meredam protes, tetapi keluar dari krisis ini dalam kondisi jauh lebih lemah,” ujarnya, seraya mencatat bahwa elite Iran masih terlihat solid dan belum muncul oposisi terorganisasi.

Televisi pemerintah Iran juga menyiarkan prosesi pemakaman personel keamanan yang tewas dalam kerusuhan di sejumlah kota di wilayah barat, seperti Gachsaran dan Yasuj. Media tersebut melaporkan 30 anggota pasukan keamanan akan dimakamkan di kota Isfahan, sementara enam lainnya tewas akibat aksi “perusuh” di Kermanshah, Iran barat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Pariaman: Puasa Nyaman dan Ngabuburit di Pantai

27 Februari 2026

Kapolda Maluku Kecam Penganiayaan Siswa 14 Tahun oleh Anak Buahnya

27 Februari 2026

Kronologi Protes WNA Selandia Baru di Gili Trawangan, Cabut Kabel dan Rusak Alat Ibadah

27 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Toyota Vios Hybrid 2026: Perbedaan dengan Versi Sebelumnya

27 Februari 2026

Pemimpin OpenAI: Perusahaan Gunakan AI untuk PHK?

27 Februari 2026

Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio 23 Februari 2026: Keuangan, Nasib, Karier, Kesehatan, Perjalanan, Cinta, dan Jiwa

27 Februari 2026

Air mata ibu Fandi Ramadhan pecah lagi: Saya tak rela anak saya dituntut mati

27 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?