Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 13 September 2026
Trending
  • Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan
  • Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru
  • Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!
  • Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan
  • Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ
  • Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat
  • Kakek-nenek Aceh terkendala di Malaysia saat pergi ke Mekkah
  • Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Kelelawar Hantu Terlacak Lagi Setelah 200 Tahun, Jejak Ditemukan di Italia
Hobi

Kelelawar Hantu Terlacak Lagi Setelah 200 Tahun, Jejak Ditemukan di Italia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Agustus 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kembali Munculnya Kelelawar Berwajah Berlekuk Mesir di Eropa

Setelah hampir dua abad hanya dikenal dari catatan zoologi, kelelawar berwajah berlekuk Mesir (Nycteris thebaica) kembali terdeteksi di Eropa. Temuan ini menandai peristiwa penting dalam dunia ilmu pengetahuan dan memberikan wawasan baru tentang persebaran spesies yang sebelumnya dianggap hilang.

Penemuan di Pulau Pantelleria

Rekaman suara yang dikumpulkan di Pulau Pantelleria, Italia, menjadi bukti kuat bahwa spesies ini mungkin masih hidup di kawasan Mediterania. Tim peneliti yang dipimpin oleh Danilo Russo berhasil menangkap 54 sinyal yang konsisten dengan karakteristik Nycteris thebaica. Rekaman tersebut menunjukkan adanya sedikitnya dua individu yang berada di lokasi yang sama, bahkan terdapat indikasi interaksi antar mereka melalui suara.

Temuan ini membuka kemungkinan adanya populasi kecil yang bertahan lama di kawasan Mediterania tanpa terdeteksi selama ratusan tahun. Ini menunjukkan bahwa spesies yang dianggap “hantu” bisa jadi masih ada, meski sulit ditemukan karena sifat alaminya yang unik.

Sejarah dan Tantangan Penelitian

Jejak pertama keberadaan Nycteris thebaica di Sisilia muncul pada 1843. Naturalis A. Malherbe mencatat kelelawar dari kelompok tersebut dalam daftar fauna Sisilia. Catatan serupa juga muncul pada 1872, tetapi tidak dilengkapi lokasi penemuan yang jelas atau deskripsi yang cukup untuk memastikan spesiesnya.

Karena itu, selama hampir 200 tahun, keberadaan Nycteris thebaica di Eropa tetap menjadi teka-teki zoologi. Spesies ini sering disebut sebagai kelelawar “hantu” karena keberadaannya menarik secara ilmiah, tetapi tidak pernah memiliki bukti lapangan yang kuat.

Karakteristik Unik dan Kesulitan Deteksi

Kelelawar ini memiliki karakteristik yang membuatnya sangat sulit dideteksi. Ia terbang rendah dan menghasilkan suara ekolokasi berfrekuensi tinggi dengan intensitas lemah. Karena suaranya sangat pelan, para ilmuwan menjulukinya sebagai kelelawar “berbisik”.

Untuk menangkap sinyal-sinyal tersebut, tim peneliti melakukan survei khusus dengan menempatkan mikrofon sekitar 0,5 meter di atas tanah dan mengoperasikannya sepanjang malam. Dalam satu malam, perangkat pemantauan menghasilkan sekitar 30 gigabita data audio. Setelah dianalisis, peneliti menemukan 54 suara lokalisasi yang terbagi dalam lima rangkaian dan memiliki karakteristik yang konsisten dengan Nycteris thebaica.

Pentingnya Lokasi Geografis Pulau Pantelleria

Pantelleria memiliki posisi geografis yang menarik. Pulau ini berada di antara Afrika Utara dan Eropa, sehingga sejak lama menjadi salah satu kawasan penting dalam kajian persebaran satwa antara kedua wilayah tersebut. Kondisi ini membuka kemungkinan bahwa Nycteris thebaica berasal dari Afrika Utara dan telah mencapai pulau tersebut sejak lama.

Jika dugaan tersebut terbukti, populasi Pantelleria dapat memberikan informasi penting tentang bagaimana satwa beradaptasi ketika hidup jauh dari wilayah persebaran utamanya. Populasi yang berada di batas geografis suatu spesies sering memiliki nilai ilmiah tersendiri. Isolasi dalam waktu lama dapat mendorong munculnya perbedaan genetik maupun karakter adaptif dibandingkan populasi asalnya.

Potensi Ancaman dan Langkah Penelitian Lanjutan

Meskipun menarik untuk dipelajari, keberadaan populasi kecil di sebuah pulau juga membuatnya rentan terhadap perubahan lingkungan. Kebakaran hutan, perubahan habitat, serta ancaman dari kucing domestik yang berkeliaran bebas dapat memengaruhi kelangsungan populasinya.

Langkah berikutnya bukan hanya memastikan identitas spesies, tetapi juga mengetahui berapa banyak individunya, di mana habitatnya, dan apakah populasinya telah bertahan selama ratusan tahun atau baru muncul di kawasan tersebut.

Kesimpulan

Temuan di Pantelleria menunjukkan bahwa dalam penelitian keanekaragaman hayati, spesies yang dianggap tidak ada belum tentu benar-benar menghilang. Bisa jadi, keberadaannya hanya tersembunyi di habitat yang jarang dipantau atau memiliki karakter biologis yang membuatnya sulit dideteksi.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

31 Agustus 2026

Shopee Rayakan 9.9 Super Shopping Day Bersama Naykilla dan Tenxi

31 Agustus 2026

Komentar deras! Iklan Shopee bersama Naykilla & Tenxi jadi sorotan netizen

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

31 Agustus 2026

Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru

31 Agustus 2026

Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

31 Agustus 2026

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?