Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Kelakuan Ayah Nizam Usai Kematian, Tubuh Penuh Luka Terbongkar KPAI
    Hukum

    Kelakuan Ayah Nizam Usai Kematian, Tubuh Penuh Luka Terbongkar KPAI

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    KPAI Menyoroti Sikap Ayah Korban Setelah Pemakaman

    Selain menyoroti dugaan penganiayaan terhadap Nizam Syafei, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mengungkap sikap ayah kandung korban setelah pemakaman. Nizam, yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia pada 18 Februari 2026. Namun hingga 25 Februari 2026, saat KPAI melakukan kunjungan ke makam, ayah kandungnya disebut belum pernah datang berziarah.

    Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, menyampaikan bahwa dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama DPR RI, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ayah kandung Nizam, Anwar Satibi, diduga juga melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri. Hal ini terjadi sejak Nizam berusia sembilan tahun.

    Sebelumnya, kasus kematian Nizam sempat memicu heboh karena dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh ibu tiri, Teni Ridha. Perempuan tersebut akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sukabumi pada 24 Februari 2026. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kekerasan terhadap Nizam tidak hanya dilakukan oleh ibu tiri, melainkan juga ayah kandungnya.

    Diyah menjelaskan bahwa keluarga dan tetangga sempat mengingatkan Anwar tentang kekerasan yang dialami Nizam. Namun, respons yang diterima justru mengejutkan. “Ketika saya tanya kepada keluarga dan tetangga, apakah tidak ada yang mengingatkan? Keluarga besar berkata (sudah) mengingatkan. Tetapi jawaban dari ayah ‘itu anak saya, itu urusan saya’,” ujar Diyah.

    Bentuk kekerasan yang diduga dialami Nizam antara lain pemukulan dan penamparan. Meskipun beberapa kali kekerasan terjadi, jawaban Anwar tetap sama, yakni menganggap hal tersebut sebagai urusan pribadi.

    Selain soal dugaan penganiayaan, KPAI juga menyoroti sikap ayah korban setelah pemakaman. Nizam diketahui dimakamkan pada 18 Februari 2026, namun hingga 25 Februari 2026, saat KPAI melakukan kunjungan ke makam, ayah kandungnya disebut belum pernah datang berziarah.

    Diyah juga mengungkap bahwa sebelum meninggal, Nizam sempat sakit selama lima hari sepulang dari pondok, tetapi tidak dibawa berobat ke dokter. Ia juga menyebut adanya perlakuan terhadap korban yang disebut serupa dengan yang terekam dalam video yang beredar.

    Berdasarkan rangkaian temuan tersebut, KPAI menduga kasus ini mengarah pada filisida, yakni tindakan orangtua yang dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya sendiri. “Ini termasuk filisida, Pak. Jadi, pembunuhan anak yang dilakukan oleh orangtua, baik orangtua kandung atau orangtua tiri,” pungkas Diyah.

    Detik-Detik NS Wafat

    Kasus kematian Nizam Syafei atau NS (12) menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan penganiayaan di balik luka bakar yang ditemukan di sekujur tubuhnya. Awalnya, kematian bocah tersebut disebut akibat sakit panas tinggi. Namun, keterangan medis justru mengarah pada dugaan kekerasan fisik, yang kemudian memunculkan pertanyaan besar soal alibi yang sempat disampaikan ibu tirinya kepada sang ayah.

    Anwar Satibi, ayah kandung Nizam, mengaku semula mempercayai penjelasan istrinya terkait kondisi anaknya. Dalam wawancara di podcast Denny Sumargo, Anwar menceritakan bahwa ia tidak langsung menaruh curiga ketika istrinya menyebut luka melepuh di tubuh Nizam sebagai dampak panas tinggi.

    Saat pertama kali membawa Nizam ke Rumah Sakit Jampang Kulon, Anwar masih berpegang pada keterangan tersebut. Ia bahkan menirukan langsung penjelasan istrinya kala itu. “Istri saya menjawab, ‘Ya, ini kan sakit panas ya, si Raja. Jadi kalau sakit panas memang suka panas, kalau panasnya berlebihan suka melepus seperti ini, seperti kesiram air panas katanya gitu’,” ujar Anwar.

    Alibi itulah yang awalnya diyakini Anwar sebagai penyebab kondisi putranya. Ia menerima penjelasan tersebut tanpa banyak pertanyaan, karena disampaikan dengan seolah masuk akal. Keyakinan itu runtuh ketika dokter perempuan yang menangani Nizam memberikan penegasan berbeda, bahkan di hadapan istrinya.

    Hati bak hancur tahu fakta jika ada dugaan istrinya penyebab sang anak meninggal dunia. “Dia cek, cek, cek itu di depan istri saya. Dia ngomong di depan istri saya, ‘Bu, kita ini medis ya. Kita tahu mana yang sakit panas, mana yang bukan. Ini bukan karena sakit, tapi ini dianiaya.’ Itu dokternya yang ngomong. Di depan istri saya yang dokter perempuan itu ya. Dokter perempuan itu ngomong lantang loh,” tegas Anwar.

    Pernyataan tersebut menjadi titik balik bagi Anwar. Ia mengaku baru menyadari ada kejanggalan setelah mendengar langsung penjelasan medis itu. “Oh saya ini kan Bang udah enggak muda. Maksudnya udah agak lama ya. Saya baru kali ini melihat orang sakit panas sampai pada melepuh gitu kulitnya. Apalagi dikuatkan dengan pernyataan doktor ke saya. Ini bukan karena sakit. Ada luka bakar. Luka bakar,” ungkapnya.

    Setelah pemeriksaan, Nizam dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan intensif. Namun sekitar dua jam kemudian, nyawanya tak tertolong. Sebelum mengembuskan napas terakhir, dokter sempat memanggil Anwar agar mendampingi putranya. “Justru saya nge-dzikirin, ‘tolong dituntun, katanya anaknya’. Dituntun berdoa gitu, dzikir. Udah gitu anak saya lewat. Udah enggak ada napas,” kenangnya pilu.

    Saat dokter menanyakan kemungkinan tindakan CPR, Anwar memilih menolak. “Dokter kan nanya ini mau, mau di apa? Kata saya jangan, jangan. Kasihan kata saya,” ucapnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?