Thalita Ramadhani Wiryawan mengaku kecewa dengan hasil yang diperolehnya dalam pertandingan grup Kejuaraan Beregu Asia 2026 melawan Hong Kong. Ia gagal menyumbangkan poin pertama untuk Indonesia, yang menjadi kesempatan emas bagi dirinya sebagai pemain muda.
Pada laga tersebut, Thalita yang berusia 18 tahun harus menghadapi Lo Sin Yan Happy, seorang pemain yang lebih tua dan berpengalaman. Meskipun ia berhasil mengejar dari skor 10-16 hingga mencapai 18-18, Thalita akhirnya kalah tipis dengan skor 21-23 dan 19-21. Kekalahan ini membuat Indonesia tertinggal 0-1 dari Hong Kong di fase Grup X.
“Sangat disayangkan memang, saya tidak bisa sumbang poin untuk Indonesia, untuk kakak-kakak saya,” ujarnya dengan rasa menyesal.
Meski begitu, Thalita tampak cukup mampu mengimbangi Lo Sin Yan Happy. Dalam dua gim pertama, ia berhasil membuat lawannya kewalahan karena sering terkejar. Namun, kesalahan sendiri membuatnya kehilangan angka secara mudah. Pengalaman yang dimiliki oleh Lo menjadi salah satu faktor utama yang membuat Thalita sulit menembus permainan lawan.
“Lawan punya pengalaman lebih banyak, tadi saya coba melawan saja dulu,” katanya.
Selain itu, menjadi tunggal putri pertama yang tampil di turnamen bulu tangkis beregu senior merupakan pengalaman pertama bagi Thalita. Ia baru saja lulus dari level junior dan merupakan rekan seangkatan Moh Zaki Ubaidillah.
“Memang ada beban jadi tunggal pertama,” ujarnya. “Tapi kakak-kakak saya berpesan untuk lepas saja, enjoy saja jadi tadi saya terus berusaha tanpa berpikir hasil dulu.”
Walaupun gagal menyumbangkan angka, Thalita mengambil pelajaran dari kekalahan hari ini. Ia merasa bahwa pertandingan ini memberinya pengalaman berharga.
“Saya mendapat pengalaman dan pelajaran berharga dari pertandingan hari ini,” katanya. “Saya harus lebih sabar, lebih tahan lagi setiap pukulan dan harus lebih ulet,” tegasnya.



