Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Kebakaran Hutan Kalimantan Ancam Kesehatan dan Ekonomi, DPR Minta Tindakan Cepat
Ekonomi

Kebakaran Hutan Kalimantan Ancam Kesehatan dan Ekonomi, DPR Minta Tindakan Cepat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 August 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Mengancam Berbagai Sektor

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengingatkan pemerintah untuk segera mengambil tindakan luar biasa dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalimantan. Saat ini, dampak dari Karhutla tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga telah meluas ke berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dan ekonomi.

Kondisi ini diperparah oleh fenomena cuaca kering akibat El Nino, yang mencapai puncaknya pada Agustus dan September 2026. Alex menegaskan bahwa pengalaman serupa pernah terjadi pada tahun 1997-1998, ketika El Nino memicu kebakaran di lebih dari 9 juta hektare lahan Kalimantan, yang kemudian menjadi bencana lingkungan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-20. Ia meminta agar hal tersebut tidak terulang kembali.

Dampak Karhutla yang Menyebar Luas

Indeks kualitas udara (AQI) di Palangka Raya mencapai 487 pada 19 Agustus 2026, yang termasuk dalam kategori berbahaya. Hal ini menyebabkan kabut asap pekat yang memengaruhi aktivitas masyarakat. Dinas Pendidikan telah memutuskan untuk menunda jam masuk sekolah SD dan SMP hingga pukul 08.00 WIB, sementara PAUD dialihkan ke pembelajaran jarak jauh. Jarak pandang di beberapa wilayah juga turun drastis hingga 1,4 kilometer.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 19 Agustus 2026 menunjukkan adanya total 1.487 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Kalimantan Tengah: 767 titik
  • Kalimantan Barat: 441 titik
  • Kalimantan Selatan: 34 titik
  • Kalimantan Utara: 17 titik

Kalimantan Tengah menjadi episentrum kebakaran dengan konsentrasi tertinggi. Alex menekankan bahwa penanganan Karhutla harus menjadi prioritas nasional karena dampaknya yang sangat besar.

Status Darurat dan Kerugian yang Terjadi

Beberapa daerah di Kalimantan Tengah telah memperpanjang status tanggap darurat. Contohnya, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memperpanjangnya hingga 4 September 2026. Di Kobar, Karhutla telah menghanguskan 859,49 hektare lahan dengan 189 kejadian dan 461 titik panas.

Wilayah Arsel dan Kumai menjadi yang paling parah. Di Arsel, terdapat 98 kejadian Karhutla yang melanda 180,475 hektare lahan dengan 226 titik panas. Sementara di Kumai, 63 kejadian membakar 584,41 hektare lahan.

Evaluasi Kebijakan dan Strategi Pencegahan

Alex menyoroti pentingnya evaluasi kebijakan Karhutla Kalimantan. Ia menyarankan penguatan deteksi dini dan patroli di wilayah rawan. Sistem peringatan dini berbasis satelit juga perlu ditingkatkan akurasinya. Selain itu, peran masyarakat dalam pencegahan Karhutla sangat krusial.

Program Desa Peduli Api dan pelatihan alternatif pembukaan lahan tanpa bakar perlu diperluas. Mitigasi Karhutla Kalimantan membutuhkan pendekatan jangka panjang yang fokus pada pencegahan, peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi, dan tata kelola lahan berkelanjutan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI

25 October 2026

Ekonom khawatirkan obsesi kejar pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja tersisih

25 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?