Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 25 Agustus 2026
Trending
  • 12 Shio Paling Beruntung Sabtu 22 Agustus 2026, Naga Puncak, Kelinci Waspada!
  • Christopher Lehmpfuhl mengungkap kesamaan seniman Indonesia dan Jerman
  • Kebakaran Hutan Kalimantan Ancam Kesehatan dan Ekonomi, DPR Minta Tindakan Cepat
  • Saksi Buka Tarif Perangkat Desa Pati, Bukan Perintah Sudewo Tapi Kesepakatan Kades
  • UNIMMA kuatkan wisata halal dan UMKM Sumberarum dengan KriPaya dan digitalisasi
  • 63 Pertandingan dalam Satu Musim Jadi Bukti Arsenal Butuh Ezri Konsa
  • Harga tiket mulai Rp956.500, cek jadwal kapal Pelni Jayapura-Makassar September 2026
  • 1.000 Petani Siaga, Sulawesi Utara Perkuat Swasembada Pangan Hadapi El Nino
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Kebakaran Hutan Kalimantan Ancam Kesehatan dan Ekonomi, DPR Minta Tindakan Cepat
Ekonomi

Kebakaran Hutan Kalimantan Ancam Kesehatan dan Ekonomi, DPR Minta Tindakan Cepat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Agustus 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Mengancam Berbagai Sektor

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengingatkan pemerintah untuk segera mengambil tindakan luar biasa dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalimantan. Saat ini, dampak dari Karhutla tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga telah meluas ke berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dan ekonomi.

Kondisi ini diperparah oleh fenomena cuaca kering akibat El Nino, yang mencapai puncaknya pada Agustus dan September 2026. Alex menegaskan bahwa pengalaman serupa pernah terjadi pada tahun 1997-1998, ketika El Nino memicu kebakaran di lebih dari 9 juta hektare lahan Kalimantan, yang kemudian menjadi bencana lingkungan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-20. Ia meminta agar hal tersebut tidak terulang kembali.

Dampak Karhutla yang Menyebar Luas

Indeks kualitas udara (AQI) di Palangka Raya mencapai 487 pada 19 Agustus 2026, yang termasuk dalam kategori berbahaya. Hal ini menyebabkan kabut asap pekat yang memengaruhi aktivitas masyarakat. Dinas Pendidikan telah memutuskan untuk menunda jam masuk sekolah SD dan SMP hingga pukul 08.00 WIB, sementara PAUD dialihkan ke pembelajaran jarak jauh. Jarak pandang di beberapa wilayah juga turun drastis hingga 1,4 kilometer.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 19 Agustus 2026 menunjukkan adanya total 1.487 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Kalimantan Tengah: 767 titik
  • Kalimantan Barat: 441 titik
  • Kalimantan Selatan: 34 titik
  • Kalimantan Utara: 17 titik

Kalimantan Tengah menjadi episentrum kebakaran dengan konsentrasi tertinggi. Alex menekankan bahwa penanganan Karhutla harus menjadi prioritas nasional karena dampaknya yang sangat besar.

Status Darurat dan Kerugian yang Terjadi

Beberapa daerah di Kalimantan Tengah telah memperpanjang status tanggap darurat. Contohnya, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memperpanjangnya hingga 4 September 2026. Di Kobar, Karhutla telah menghanguskan 859,49 hektare lahan dengan 189 kejadian dan 461 titik panas.

Wilayah Arsel dan Kumai menjadi yang paling parah. Di Arsel, terdapat 98 kejadian Karhutla yang melanda 180,475 hektare lahan dengan 226 titik panas. Sementara di Kumai, 63 kejadian membakar 584,41 hektare lahan.

Evaluasi Kebijakan dan Strategi Pencegahan

Alex menyoroti pentingnya evaluasi kebijakan Karhutla Kalimantan. Ia menyarankan penguatan deteksi dini dan patroli di wilayah rawan. Sistem peringatan dini berbasis satelit juga perlu ditingkatkan akurasinya. Selain itu, peran masyarakat dalam pencegahan Karhutla sangat krusial.

Program Desa Peduli Api dan pelatihan alternatif pembukaan lahan tanpa bakar perlu diperluas. Mitigasi Karhutla Kalimantan membutuhkan pendekatan jangka panjang yang fokus pada pencegahan, peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi, dan tata kelola lahan berkelanjutan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

4 Hal Penting Sebelum Berinvestasi Emas 24 Karat

25 Agustus 2026

Trump umumkan rencana ekonomi “penghancuran” terhadap Iran

24 Agustus 2026

Pemerintah dan Oposisi Venezuela Berusaha Kembalikan 31 Ton Emas di Inggris

24 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

12 Shio Paling Beruntung Sabtu 22 Agustus 2026, Naga Puncak, Kelinci Waspada!

25 Agustus 2026

Christopher Lehmpfuhl mengungkap kesamaan seniman Indonesia dan Jerman

25 Agustus 2026

Kebakaran Hutan Kalimantan Ancam Kesehatan dan Ekonomi, DPR Minta Tindakan Cepat

25 Agustus 2026

Saksi Buka Tarif Perangkat Desa Pati, Bukan Perintah Sudewo Tapi Kesepakatan Kades

25 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?