Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 15 September 2026
Trending
  • Peluang Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia jadi ancaman utama
  • Ramalan zodiak Cancer besok Senin, 14 September 2026: Jaga pikiran positif dan berani berbicara
  • 5 populer internasional: Iran serang pangkalan AS di Yordania – Inggris larang impor produk Israel
  • Timnas Indonesia vs Malaysia, lawan siapkan 4 pemain naturalisasi, ancaman bagi Jay Idzes cs
  • 7 cara agar tetap membumi di tengah-tengah dunia yang makin kacau menurut psikologi
  • Kronologi KM Virgo Transport 8 hilang kontak, posisi terakhir 80 mil laut dari Basirih
  • Cek jadwal bus AKAP dari Bali ke Pulau Jawa Kamis (10/9), sebegini
  • Prediksi skor Slavia Prague vs Lens: Statistik dan head-to-head di Liga Champions UEFA
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»1.000 Petani Siaga, Sulawesi Utara Perkuat Swasembada Pangan Hadapi El Nino
Nasional

1.000 Petani Siaga, Sulawesi Utara Perkuat Swasembada Pangan Hadapi El Nino

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Agustus 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pemprov Sulawesi Utara Perkuat Sektor Pertanian untuk Kemandirian Pangan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus memacu sektor pertanian sebagai upaya untuk memperkuat kemandirian pangan di daerah. Langkah ini dibahas dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Pertanian yang dirangkaikan dengan Apel Siaga Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Utara di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus, Teling Atas, Wanea, Manado, pada Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti sekitar 1.000 peserta, termasuk unsur forkopimda, kepala daerah, kepala dinas yang membidangi pertanian, peternakan dan perkebunan, penyuluh pertanian, BRMP Sulut hingga stakeholder terkait. Sejumlah pejabat menjadi narasumber dalam acara tersebut, antara lain Kepala BRMP, Kepala Pusat Penyuluhan Kementerian Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie, Pangdam XIII/Merdeka Major General TNI Mirza Agus, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy.

Pentingnya Peran Penyuluh Pertanian

Kadis Pertanian Sulut Nova Pangemanan menjelaskan bahwa Rakerda ini menjadi momen penting untuk menyatukan langkah seluruh pihak dalam mengawal pembangunan pertanian. Menurutnya, penyuluh pertanian memiliki posisi penting karena menjadi ujung tombak pemerintah dalam mendampingi petani di lapangan.

“Semua harus bergerak bersama. Penyuluh pertanian di lapangan harus memastikan program yang sudah direncanakan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh petani,” ujar Nova.

Arah pembangunan pertanian Sulut saat ini tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga mendorong kemandirian petani dan peningkatan kesejahteraan. Termasuk di dalamnya adalah upaya menuju kemandirian benih untuk tanaman pangan maupun hortikultura serta penguatan korporasi petani.

“Kita ingin petani menjadi pelaku utama. Dari petani, oleh petani dan untuk petani. Karena itu pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari perencanaan, produksi sampai pemasaran,” katanya.

Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim

Nova juga menyoroti tantangan perubahan iklim, khususnya ancaman El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. Menurut dia, jajaran pertanian Sulut telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menekan dampak kemarau terhadap produksi pertanian.

“Kita sudah melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan, mengoptimalkan sumber air, mempercepat tanam dan mendorong penggunaan varietas yang tahan terhadap kekeringan,” jelasnya.

Selain itu, pengelolaan air irigasi terus dioptimalkan melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, sumur air dangkal serta pemanfaatan pompanisasi dan perpipaan. Nova menambahkan, pengaturan pola tanam juga penting agar disesuaikan dengan kondisi iklim dan ketersediaan air di masing-masing wilayah.

Dukungan Pemerintah Pusat

Di sisi lain, dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian Sulut terus meningkat. Salah satu buktinya yaitu peningkatan alokasi bantuan benih jagung yang sebelumnya hanya mencakup 15.000 hektare menjadi 50.000 hektare. Bantuan juga diberikan berupa benih padi lahan kering dan padi sawah, serta alat dan mesin pertanian untuk mendukung kegiatan pra dan pascapanen.

Pendampingan pun melibatkan TNI dan Polri. Benih jagung dan bawang putih mendapat pendampingan dari Polri, sementara benih padi didampingi TNI.

“Kita harus kawal semua bantuan ini. Jangan sampai berhenti di penyaluran saja. Harus dipastikan penggunaannya tepat dan memberikan hasil bagi petani,” tegas Nova.

Ia berharap seluruh penyuluh, petugas teknis kabupaten/kota, BRMP dan Dinas Pertanian Provinsi dapat membangun kolaborasi yang kuat. Dengan kolaborasi tersebut, target peningkatan produktivitas, pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat diharapkan bisa tercapai.

Pengembangan Sektor Peternakan

Sementara di sektor peternakan, Pemprov Sulut juga mendorong sejumlah program strategis, mulai dari pencegahan penyakit hewan menular, surveilans penyakit pada ternak dan produk ternak hingga hilirisasi peternakan. Pengembangan ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir turut didorong untuk meningkatkan nilai tambah produk hasil ternak sekaligus memperkuat pasokan protein sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan.

“Intinya kita ingin pembangunan pertanian ini memberikan dampak nyata. Produksi meningkat, petani semakin sejahtera dan Sulawesi Utara semakin kuat dalam kemandirian pangan,” pungkas Nova.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 Agustus 2026

Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

31 Agustus 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Peluang Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia jadi ancaman utama

15 September 2026

Ramalan zodiak Cancer besok Senin, 14 September 2026: Jaga pikiran positif dan berani berbicara

15 September 2026

5 populer internasional: Iran serang pangkalan AS di Yordania – Inggris larang impor produk Israel

15 September 2026

Timnas Indonesia vs Malaysia, lawan siapkan 4 pemain naturalisasi, ancaman bagi Jay Idzes cs

15 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?