Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 27 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kapolda Papua: 94 Orang Tewas Akibat Kekerasan Kelompok Bersenjata di 2025
Hukum

Kapolda Papua: 94 Orang Tewas Akibat Kekerasan Kelompok Bersenjata di 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



JAYAPURA, Indonesiadiscover.com

Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 94 orang yang meninggal dunia akibat kekerasan kelompok bersenjata. Menurutnya, kelompok bersenjata masih menjadi ancaman serius bagi wilayahnya.

Patrige menjelaskan, terdapat sebanyak 104 kasus kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di wilayah hukum Polda Papua pada tahun ini. Kasus-kasus tersebut tersebar di 21 polres dan polresta yang berada di tiga provinsi.

“KKB memang masih menjadi ancaman bagi keamanan di Tanah Papua hingga membuat warga menjadi ketakutan,” ujar Irjen Patrige saat berbicara di Jayapura, Rabu (31/12/2025).

Dari total korban meninggal dunia, terdiri atas 9 anggota TNI, 6 anggota Polri, 64 warga sipil, dan 15 anggota kelompok bersenjata. Selain itu, jumlah korban luka mencapai 120 orang, termasuk 43 anggota TNI dan Polri, 64 warga sipil, serta 5 anggota kelompok bersenjata.

Untuk mengatasi gangguan keamanan yang disebabkan oleh kelompok bersenjata, Patrige mendorong pemerintah daerah, DPRD, SKPD, tokoh masyarakat, serta tokoh agama untuk tampil di garis depan dalam upaya menyelesaikan masalah ini.

“Semua pihak diharapkan berperan aktif dalam mendukung pendekatan humanis yang dilakukan Polri, dalam hal ini jajaran Polda Papua,” ujarnya.

“Sehingga dengan tampilnya pemda, DPRD dan para tokoh diharapkan dapat menciptakan situasi yang lebih aman dan kondusif.”

Patrige menambahkan, saat ini pihaknya lebih fokus pada pendekatan humanis yang diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan yang selama ini menjadi pemicu gangguan keamanan.

“Dengan pendekatan humanis diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan kondusif di Tanah Papua,” ujarnya.

Strategi Pendekatan Humanis

Pendekatan humanis yang diterapkan oleh Polda Papua bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan stabil di wilayah tersebut. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi merasa takut dan bisa hidup dalam kondisi yang aman.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

Melibatkan komunitas lokal dalam upaya menciptakan keamanan.

Meningkatkan koordinasi antara aparat keamanan dan masyarakat.

* Memberikan perlindungan yang lebih baik kepada warga sipil.

Peran Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat

Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Mereka diharapkan dapat memberikan dukungan penuh kepada aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah dan tokoh masyarakat adalah:

Mengadakan sosialisasi tentang pentingnya keamanan dan perdamaian.

Membentuk forum dialog antara masyarakat dan aparat keamanan.

* Membantu pemerintah dalam memberikan bantuan sosial dan ekonomi kepada masyarakat yang terdampak konflik.

Tantangan yang Dihadapi

Meski pendekatan humanis telah dijalankan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan utamanya adalah kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kerja sama yang lebih erat antara pihak berwajib dan masyarakat. Dengan saling percaya dan bekerja sama, diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih damai dan harmonis.

Kesimpulan

Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi wilayah Papua. Kekerasan dari kelompok bersenjata terus mengancam keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Namun, dengan pendekatan humanis dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan, diharapkan dapat menciptakan situasi yang lebih aman dan stabil.

Dalam waktu yang akan datang, diperlukan upaya yang lebih besar lagi untuk memastikan bahwa konflik tidak terulang dan masyarakat dapat hidup dalam damai.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026

Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?