Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 18 October 2026
Trending
  • Duel argumen: Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari terkait pasal selundupan PKPU
  • Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang
  • Bos Intel ungkap teknologi cip yang bisa bikin AI lebih hemat energi
  • Stok iPhone Duo diprediksi terbatas, pembeli berpotensi hadapi penundaan
  • Rekor MURI SMK se-Jatim: Servis Gratis 9.175 Motor
  • Radja Nainggolan sesali keputusan masa lalu, sebut bisa bela timnas Indonesia selama 15 tahun
  • Lembah Kematian Riset
  • Opini: Dari kenangan menuju aksi – menghidupi pesan Paus Yohanes Paulus II di Flores
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Jutaan hektar gambut rusak, RI kekurangan 493 ribu sekat kanal untuk cegah kebakaran
Ekonomi

Jutaan hektar gambut rusak, RI kekurangan 493 ribu sekat kanal untuk cegah kebakaran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 June 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kebutuhan Sekat Kanal untuk Mencegah Kebakaran Gambut



Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat bahwa hingga saat ini baru ada 45.430 unit sekat kanal di tujuh provinsi yang rawan kebakaran gambut. Jumlah ini jauh dari kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai 538.568 unit. Padahal, jutaan hektare lahan gambut di Indonesia membutuhkan upaya pemulihan agar tidak mengalami kerusakan parah dan berisiko terbakar.

Sekat kanal atau canal blocking merupakan infrastruktur kecil yang dipasang di saluran drainase di lahan gambut. Fungsi utamanya adalah memperlambat aliran air keluar dari kawasan gambut sehingga muka air tanah tetap terjaga. Dengan menjaga kelembapan gambut, risiko lahan mengering dan terbakar dapat diminimalkan.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pembangunan sekat kanal menjadi salah satu upaya penting dalam mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau atau ketika fenomena El Nino memicu kondisi lebih kering.

“Kami perlu membangun sekat kanal supaya kebakaran bisa direduksi mendekati nol,” ujar Jumhur saat mengunjungi pembangunan sekat kanal di Desa Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Kamis (18/6).

Namun, menurut dia, pembangunan sekat kanal masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain keterbatasan anggaran, edukasi kepada masyarakat mengenai fungsi sekat kanal juga masih diperlukan. Pemerintah juga harus mempertimbangkan kompensasi bagi warga apabila pembangunan dilakukan di lahan milik masyarakat.

“Kami mengundang siapa pun untuk ikut mempercepat dan memperbanyak pembangunan sekat kanal di Indonesia,” ujar Jumhur.

Pembangunan sekat kanal di Desa Mendol dilakukan melalui kolaborasi antara KLH, Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, kepolisian, pelaku industri, dan masyarakat. Pembangunan serupa juga dilakukan di Dusun I, Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Salah satu pihak yang terlibat adalah Asia Pulp & Paper (APP) Group melalui anak usahanya PT Arara Abadi, yang memiliki konsesi dengan sebagian areanya berupa lahan gambut. Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung upaya pencegahan kebakaran lahan melalui pembangunan sekat kanal, penyediaan peralatan, serta kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami berkomitmen, apa yang menjadi kebutuhan supaya kita bisa berkolaborasi dengan baik, baik itu sekat kanal atau alat-alat, juga kebutuhan masyarakat sekitar, kami akan perintahkan district manager untuk segera berdiskusi bersama,” ujar Suhendra.

Peran Sekat Kanal dalam Pemulihan Gambut

Sekat kanal merupakan salah satu infrastruktur penting dalam pemulihan gambut. Data KLH menunjukkan bahwa lebih dari 3 juta hektare lahan gambut di Indonesia telah mengalami kerusakan. Pemasangan sekat kanal disesuaikan dengan kondisi topografi lahan, umumnya pada titik-titik tertentu di sepanjang kanal untuk memperlambat aliran air menuju sungai sehingga kelembapan gambut tetap terjaga.

Dalam kondisi tertentu, air yang telanjur keluar dari kawasan gambut bahkan dipompa kembali untuk membantu membasahi lahan yang mulai mengering.

Kerja Sama dengan Masyarakat Peduli Api

Selain membangun infrastruktur hidrologi, Menteri Jumhur mengatakan ingin memperkuat peran Masyarakat Peduli Api (MPA) – kelompok masyarakat di tingkat desa yang membantu mencegah, memantau, dan menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.

“Mulai sekarang, Masyarakat Peduli Api adalah partner strategis,” kata dia. KLH melalui Deputi Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan akan melibatkan MPA dalam penyusunan konsep serta strategi pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan.

Meski demikian, para anggota MPA mengaku masih menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan. Kasogi, anggota MPA dari Pulau Mendol, mengatakan kelompoknya masih mengandalkan peralatan sederhana untuk memadamkan api dan belum mendapat dukungan sarana maupun anggaran yang memadai.

“Ketika MPA ini mendapat sarana dan prasarana serta anggaran yang cukup, saya rasa masalah kebakaran lahan tidak menjadi masalah yang besar,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Marlizar, anggota MPA dari Teluk Meranti. Kelompok yang beranggotakan 15 orang itu masih kekurangan peralatan untuk mendukung penanganan kebakaran lahan. Di sisi lain, banyak sekat kanal berbahan kayu di wilayahnya yang sudah lapuk sehingga tidak lagi berfungsi optimal menjaga kelembapan gambut.

Karena itu, Marlizar berharap pemerintah memperbaiki sekaligus menambah sekat kanal agar perlindungan kawasan gambut semakin efektif. Marlizar juga berharap pemerintah memberikan dukungan insentif yang lebih layak bagi anggota MPA. Menurut dia, kelompoknya kerap menjadi pihak pertama yang turun ke lapangan untuk memetakan titik api sehingga memudahkan tim pemadam menuju lokasi kebakaran.

“Kami petakan dulu, jadi kawan-kawan pemadam itu sudah menuju titik-titik yang kami petakan,” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Bos Intel ungkap teknologi cip yang bisa bikin AI lebih hemat energi

17 October 2026

Baru mulai! Promo Alfamidi hemat satu pekan, Buavita cuma Rp8.400

17 October 2026

Masih berlaku promo Superindo Jabodetabek & Palembang, banjir diskon produk

16 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Duel argumen: Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari terkait pasal selundupan PKPU

17 October 2026

Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang

17 October 2026

Bos Intel ungkap teknologi cip yang bisa bikin AI lebih hemat energi

17 October 2026

Stok iPhone Duo diprediksi terbatas, pembeli berpotensi hadapi penundaan

17 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?