Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 4 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Ragam»Jika Anda Mengenal 8 Frasa Ini, Berarti Emosi Tidak Pernah Dibicarakan Di Rumahmu
    Ragam

    Jika Anda Mengenal 8 Frasa Ini, Berarti Emosi Tidak Pernah Dibicarakan Di Rumahmu

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 March 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Memahami Penyikapan Emosional yang Tidak Terpenuhi pada Masa Kecil

    Tidak semua luka masa kecil terlihat jelas. Sebagian dari mereka tersembunyi dalam kalimat-kalimat yang terdengar “normal” saat itu—bahkan mungkin masih terngiang sampai sekarang. Dalam banyak keluarga, kebutuhan fisik terpenuhi, pendidikan diperhatikan, tetapi emosi jarang sekali dibicarakan secara terbuka.

    Dalam psikologi, pola ini sering dikaitkan dengan konsep childhood emotional neglect (CEN) yang diperkenalkan oleh psikolog klinis Jonice Webb dalam bukunya Running on Empty. Intinya sederhana namun mendalam: bukan hanya apa yang terjadi pada anak yang membentuknya, tetapi juga apa yang tidak terjadi—terutama ketika perasaan anak tidak diperhatikan, tidak divalidasi, atau bahkan diabaikan.

    Ada beberapa tanda-tanda yang bisa mengindikasikan bahwa seseorang mungkin mengalami penyikapan emosional yang tidak terpenuhi pada masa kecil. Jika Anda mengenali beberapa frasa berikut dari masa kecil Anda, ada kemungkinan Anda tumbuh di rumah di mana emosi jarang dibahas secara sehat.

    • “Kamu terlalu sensitif.”

      Frasa ini sering digunakan untuk menepis perasaan seseorang tanpa memperhatikan validitas emosinya. Anak-anak yang sering mendengar frasa seperti ini cenderung merasa tidak dihargai dan akhirnya menutup diri dari perasaan mereka sendiri.

    • “Jangan terlalu memikirkan hal itu.”

      Ini adalah cara lain untuk mengabaikan perasaan anak. Ketika anak merasa bahwa perasaannya tidak penting, mereka mungkin belajar untuk menyembunyikan emosi mereka.

    • “Apa yang kamu rasakan tidak penting.”

      Frasa ini langsung menyampaikan pesan bahwa perasaan anak tidak bernilai. Ini bisa menyebabkan rasa tidak aman dan ketidakpercayaan terhadap diri sendiri.

    • “Jangan membuat masalah.”

      Anak-anak yang sering mendengar frasa ini mungkin belajar untuk menyembunyikan perasaan mereka agar tidak menjadi beban bagi orang lain.

    • “Kamu harus kuat.”

      Meskipun maksudnya baik, frasa ini bisa menjadi tekanan bagi anak untuk menekan emosi mereka dan tidak mengekspresikannya. Akibatnya, anak mungkin tidak tahu bagaimana mengelola emosi mereka secara sehat.

    Dampak dari Childhood Emotional Neglect

    Childhood emotional neglect dapat memiliki dampak jangka panjang pada kehidupan seseorang. Orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini sering kali mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan yang sehat, merasa tidak aman, atau bahkan mengalami gangguan kecemasan dan depresi.

    Beberapa efek yang umum terjadi antara lain:

    • Kesulitan dalam mengenali dan mengungkapkan perasaan

      Orang yang mengalami CEN sering kali sulit untuk memahami dan mengungkapkan perasaan mereka sendiri karena mereka tidak diajarkan untuk melakukannya sejak kecil.

    • Rasa bersalah atau penyesalan

      Banyak orang yang tumbuh dalam lingkungan CEN merasa bersalah atas perasaan mereka sendiri, percaya bahwa mereka “terlalu banyak” atau “tidak pantas” merasa seperti itu.

    • Ketergantungan emosional

      Beberapa orang mungkin mencari validasi eksternal untuk mengisi rasa kosong yang mereka alami dari masa kecil mereka.

    • Kesulitan dalam menyelesaikan konflik

      Tanpa pengalaman mengelola emosi secara sehat, seseorang mungkin kesulitan dalam menyelesaikan konflik dengan orang lain.

    Bagaimana Mengatasi Childhood Emotional Neglect?

    Mengatasi CEN membutuhkan kesadaran dan komitmen untuk memahami diri sendiri. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

    • Mencari bantuan profesional

      Terapis atau psikolog dapat membantu seseorang memahami pengalaman masa kecil mereka dan belajar cara mengelola emosi secara sehat.

    • Belajar untuk mengenali dan mengungkapkan perasaan

      Mencatat perasaan, berbicara dengan orang yang dipercaya, atau bahkan menulis bisa menjadi cara untuk mulai mengenali dan mengungkapkan perasaan.

    • Membangun hubungan yang sehat

      Membangun hubungan yang saling mendukung dan terbuka bisa membantu seseorang merasa lebih aman dan dihargai.

    • Menyembuhkan diri sendiri

      Proses penyembuhan bisa memakan waktu, tetapi penting untuk memberi diri sendiri ruang dan waktu untuk sembuh.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

    31 August 2026

    Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru

    31 August 2026

    Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?