Petenis Italia Jannik Sinner berhasil melangkah ke babak semifinal BNP Paribas Open di Indian Wells setelah mengalahkan petenis Amerika Serikat, Learner Tien, dengan skor 6-1 dan 6-2 dalam pertandingan perempat final yang berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026. Performa Sinner yang kini menempati peringkat dua dunia terbilang dominan sepanjang pertandingan.
Sinner memilih untuk tampil agresif, sehingga membuat Tien yang berusia 20 tahun kesulitan mengimbanginya. “Pengalaman dalam pertandingan seperti ini tentu sedikit membantu,” ujar Sinner, seperti dikutip dari Antara. Ia sebelumnya juga berhasil mengalahkan Tien dalam dua set langsung pada final Beijing pada Oktober tahun lalu. Menurut Sinner, ia dan timnya telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi lawan yang memiliki permainan agresif. “Dia adalah pemain yang sangat berbakat. Saya mencoba menahan ritme permainannya sejak awal,” tambahnya.
Tien sebenarnya berusaha meraih kemenangan pertama atas Sinner dalam pertemuan mereka. Namun upaya tersebut gagal sejak awal setelah petenis kidal Amerika tersebut melakukan kesalahan ganda yang memberi Sinner peluang break pada gim kedua. Setelah itu, Sinner semakin mengontrol permainan dan menuntaskan pertandingan dalam waktu 66 menit. Berdasarkan statistik ATP, petenis Italia berusia 24 tahun itu berhasil memanfaatkan empat dari lima peluang break point.
Kemenangan ini membawa Sinner mencatatkan sembilan kemenangan beruntun di turnamen ATP Masters 1000. Ia juga melangkah ke semifinal untuk menghadapi unggulan keempat, Alexander Zverev.
Sementara itu, Zverev melaju ke semifinal setelah mengalahkan petenis Prancis, Arthur Fils, dengan skor 6-2 dan 6-3. Petenis Jerman berusia 28 tahun itu menjadi pemain kelima yang mampu mencapai semifinal di semua sembilan turnamen Masters 1000. Pada semifinal nanti, Zverev akan berusaha mengakhiri tren negatif setelah menelan lima kekalahan beruntun dari Sinner.
Sinner sendiri telah memenangkan lima dari enam gelar ATP Masters 1000 yang pernah ia raih. Trofi Indian Wells menjadi satu-satunya gelar Masters 1000 yang belum berhasil ia menangkan. Jika mampu mengalahkan Zverev dan menjuarai turnamen di California tersebut, Sinner berpeluang menjadi petenis putra ketiga setelah Roger Federer dan Novak Djokovic yang mampu meraih gelar itu.
Beberapa Fakta Penting tentang Kemenangan Sinner
Dominasi Sinner
Sinner tampil sangat dominan dalam pertandingan ini. Ia tidak hanya menguasai poin-poin penting, tetapi juga mampu mengatur ritme permainan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa ia sudah siap secara mental dan fisik untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di turnamen besar.Strategi yang Efektif
Sinner menggunakan strategi agresif sejak awal pertandingan. Hal ini memaksa Tien untuk selalu menjawab serangan-serangan cepat dari Sinner, yang akhirnya menyebabkan kesalahan-kesalahan dari Tien.Kesempatan Break Point
Dalam pertandingan ini, Sinner berhasil memanfaatkan empat dari lima peluang break point. Ini menunjukkan bahwa ia mampu memanfaatkan situasi kritis dengan sangat baik.Rekor Kemenangan Beruntun
Kemenangan ini menambah rekor kemenangan beruntun Sinner di turnamen ATP Masters 1000 menjadi sembilan kali. Ini menandakan bahwa ia sedang dalam performa terbaiknya saat ini.Pertemuan dengan Zverev
Semifinal antara Sinner dan Zverev akan menjadi pertemuan yang sangat menarik. Meskipun Zverev memiliki rekor buruk melawan Sinner, ia tetap menjadi lawan yang kuat dan harus diwaspadai.



