Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 1 November 2026
Trending
  • Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama
  • Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia
  • Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong
  • Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia
  • Opini: Biokapitalisme digital – normalisasi pornografi dan darurat eros
  • Terancam Hukuman Mati,Dwi Bagus Dinilai Penuhi Unsur Perencanan pada Pembunuhan AG Anak Tirinya
  • Gus Lilur bangun jaringan dagang di Vietnam, tetap desak pengusutan dugaan riswah Muktamar ke-35 NU
  • Pesona Tersembunyi Situ Biru Cilembang Sumedang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Jadwal Sidang Nadiem Makarim Usai Dihukum 18 Tahun, Kondisinya Terungkap
Hukum

Jadwal Sidang Nadiem Makarim Usai Dihukum 18 Tahun, Kondisinya Terungkap

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 May 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tuntutan Hukuman 18 Tahun Penjara untuk Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Tuntutan hukuman 18 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim tengah menjadi perbincangan publik. Tuntutan ini dijatuhkan atas dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) yang dilakukan saat ia menjabat sebagai menteri.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Rabu (13/5/2026), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung RI juga menuntut Nadiem Makarim membayar uang pengganti sebesar Rp5,6 triliun. Tuntutan ini disampaikan sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berlangsung terkait kasus dugaan korupsi tersebut.

Hal yang Memberatkan dan Meringankan Terdakwa

Dalam tuntutan JPU, hal yang memberatkan terdakwa adalah ketidakterlibatan Nadiem Makarim dalam program pemerintah yang bertujuan menyelenggarakan negara bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Sementara itu, hal yang meringankan adalah bahwa Nadiem belum pernah dihukum sebelumnya.

Setelah sidang tuntutan, akan digelar sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi dari Nadiem Makarim. Majelis Hakim telah menetapkan agenda pembelaan atau pleidoi Nadiem Makarim digelar pada 2 Juni 2026 mendatang. Majelis hakim memberikan waktu sekitar tiga minggu kepada pihak terdakwa untuk menyiapkan nota pembelaan. Waktu tersebut juga diharapkan dapat digunakan untuk pemulihan kondisi kesehatan Nadiem pascaoperasi yang dijalaninya pada Rabu (13/5/2026).

Kondisi Kesehatan Nadiem Makarim

Kuasa hukum Nadiem Makarim, Ari Yusuf Amir, mengatakan kliennya tengah menjalani masa pemulihan setelah menjalani operasi pada Rabu malam. Nadiem langsung menjalani operasi setelah dirinya menjalani sidang tuntutan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) Kemendikbudristek.

Nadiem diketahui menderita penyakit fistula perianal. Tindakan operasi yang dilakukannya pada Rabu malam, merupakan operasi kelima yang dijalaninya. Saat ini, Nadiem sedang dalam masa pemulihan.

Meski dituntut 18 tahun penjara, Nadiem Makarim mengaku tak pernah menyesal masuk pemerintahan. Meski begitu, Nadiem mengaku patah hati terhadap negara, setelah apa yang dilakukannya untuk Indonesia dibalas tuntutan hukuman penjara 18 tahun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) Kemendikbud.

Isi Surat Dakwaan

Dalam surat dakwaannya, jaksa menyebutkan Nadiem Anwar Makarim bersama-sama dengan Ibrahim Arief alias Ibam, Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Jurist Tan melaksanakan pengadaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi berupa laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) Tahun Anggaran 2020, 2021, dan 2022 tidak sesuai dengan perencanaan pengadaan dan prinsip-prinsip pengadaan.

Selanjutnya, terdakwa Nadiem Makarim dkk membuat reviu kajian dan analisa kebutuhan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada program digitalisasi pendidikan yang mengarah pada laptop Chromebook yang menggunakan sistem operasi Chrome (Chrome OS) dan Chrome Device Management (CDM) tidak berdasarkan identifikasi kebutuhan pendidikan dasar dan menengah di Indonesia sehingga mengalami kegagalan khususnya daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan).

Kemudian, menyusun harga satuan dan alokasi anggaran tahun 2020 tanpa dilengkapi survei dengan data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan dalam penganggaran pengadaan laptop Chromebook yang menggunakan sistem operasi Chrome (Chrome OS) dan Chrome Device Management (CDM) yang menjadi acuan dalam penyusunan harga satuan dan alokasi anggaran pada tahun 2021 dan tahun 2022.

Selain itu, melakukan pengadaan laptop Chromebook pada Kemendikbud melalui e-Katalog maupun aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) tahun 2020, 2021, dan 2022 tanpa melalui evaluasi harga serta tidak didukung dengan referensi harga. Hal-hal tersebut bertentangan dengan UU.

Atas perbuatannya tersebut, Nadiem Makarim telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1.567.888.662.716,74 berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Program Digitalisasi Pendidikan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Tahun 2019 sampai 2022.

Serta kerugian keuangan negara akibat pengadaan Chrome Device Management (CDM) yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat pada Program Digitalisasi Pendidikan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2019 sampai 2022 sebesar USD44.054.426. Atau setidak-tidaknya sebesar Rp621.387.678.730, berdasarkan kurs terendah pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Desember 2022 sebesar Rp14.105 per USD.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang

17 October 2026

Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD

17 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama

31 October 2026

Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia

31 October 2026

Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong

31 October 2026

Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia

31 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?