Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 12 Maret 2026
Trending
  • 15 destinasi wisata Garut terpopuler 2026: Mulai dari kawah menarik hingga pantai indah
  • Kembalinya Mio 125 2026 dengan Harga 19 Juta, Siap Lawan Honda BeAT
  • Smartwatch Pendeteksi Diabetes? Huawei Watch GT 6 Pro!
  • Tiket Kapal Pelni Tarakan untuk Mudik Maret Ludes, Ferdi: Seluruh Kursi Terisi
  • Edhotel SMKN 1 Jombang Diresmikan, Khofifah Indar Parawansa Dorong Penguatan Kompetensi Hospitality Siswa
  • Jadwal Imsakiyah Halmahera Selatan 9 Maret 2025: Lengkap Salat, Imsak, dan Buka Puasa
  • Mitsubishi Pajero Sport 2026: Harga, Fitur, dan Spesifikasi SUV 4×4 Terbaru
  • Klinik UMKM di Jejak Jajanan Nusantara Dorong Literasi AI
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Ironi di Balik Data Positif BPS
Ekonomi

Ironi di Balik Data Positif BPS

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat tahun 2025 menunjukkan angka yang mengungguli ekspektasi para analis. Meskipun capaian pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 tidak mencapai target pemerintah, data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tercatat paling rendah sejak krisis 1998.

Namun, hanya beberapa jam setelah pengumuman BPS, lembaga pemeringkat utang Moody’s mengubah outlook surat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski peringkatnya tetap di level Baa2, alasan penurunan outlook ini bukan karena data BPS terbaru, melainkan karena evaluasi atas kebijakan pemerintah dan kondisi fiskal. Moody’s menyampaikan kekhawatiran terhadap ketidakpastian dalam kebijakan pemerintah, serta risiko utang yang berasal dari ketergantungan pada belanja pemerintah dan basis penerimaan negara yang lemah. Selain itu, ketidakjelasan tata kelola Danantara dan arah kebijakan fiskal juga dinilai berpotensi menekan kepercayaan investor.

Peringatan serupa datang dari S&P Global Ratings, yang mempertahankan outlook utang Indonesia stabil namun memperingatkan bahwa peringkat bisa turun jika kondisi fiskal semakin memburuk. Dalam laporan tersebut, kinerja fiskal Indonesia menjadi catatan penting bagi kedua lembaga rating tersebut. Kementerian Keuangan melaporkan defisit APBN 2025 mencapai Rp 695,1 triliun atau 2,92% dari PDB, mendekati ambang batas aman 3% terhadap PDB yang diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Statistik Terlihat Solid: Konsumsi Terdongkrak

Kinerja 2025 menunjukkan bagaimana kerja dari setahun penuh pemerintahan Prabowo-Gibran. Tiga data BPS, yakni pertumbuhan ekonomi, angka pengangguran, dan tingkat kemiskinan menunjukkan kondisi perbaikan. Salah satu yang menarik dari data pertumbuhan ekonomi BPS adalah tren konsumsi rumah tangga yang meningkat dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini membuat kinerja ekonomi kuartal keempat mencatatkan pertumbuhan secara tahunan paling tinggi pada tahun lalu, yakni mencapai 5,39%.

Konsumsi rumah tangga dan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) memberikan kontribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan terakhir tahun lalu. Konsumsi tumbuh 5,11% secara tahunan, sedangkan PMTB tumbuh 6,12%. Kepala Ekonom BCA David Sumual mengaku tidak terkejut dengan data pertumbuhan ekonomi yang dirilis BPS kemarin. Data yang dimiliki BCA menunjukkan belanja konsumen di pengujung tahun lalu sangat kuat, baik pada kelompok masyarakat berpendapatan bawah maupun atas.

Masyarakat berpendapatan bawah terbantu bansos, sedangkan kelompok atas itu karena hasil investasi sedang bagus. Obligasi dan pasar saham sedang bagus sehingga mereka merasa kaya dan belanja lebih besar. Kinerja ekspor, menurut dia, juga tinggi karena banyak para pengusaha yang mengantisipasi kebijakan tarif Amerika Serikat. Namun, kinerja ini diperkirakan akan melemah pada kuartal pertama tahun ini.

Sebuah Anomali: Tingkat Pengangguran Turun di Tengah Ramai PHK

Data BPS juga menunjukkan dampak kinerja pertumbuhan ekonomi tahun lalu berdampak positif pada tingkat pengangguran. Jumlah orang menganggur di Indonesia pada November 2025 turun dari 7,47 juta orang pada Agustus 2024 menjadi 7,35 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada November 2025 turun menjadi 4,74%. Berdasarkan catatan Indonesiadiscover.com.co.id, ini adalah angka terendah satu dekade terakhir, bahkan sejak krisis 1998.

Ketimpangan Realitas di Balik Penurunan Kemiskinan

Secara statistik, angka kemiskinan juga menunjukkan perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin pada September 2025 turun menjadi 23,36 juta orang atau 8,25% dari total penduduk. Angka tersebut merupakan yang terendah dalam satu dekade terakhir, bahkan sejak krisis 1998 berdasarkan catatan Indonesiadiscover.com.co.id.

Ambisi Tumbuh 6%: Program Andalan vs Tantangan Modal Asing

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beberapa kali meyakini ekonomi Indonesia mampu tumbuh 6% pada tahun ini. Salah satunya berkat program unggulan, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, dorongan dari dalam negeri dinilai belum cukup untuk membawa ekonomi menembus 6%. Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan stimulus fiskal dan pelonggaran moneter memiliki batas. “Program MBG memang bagus untuk ekonomi, tetapi untuk tumbuh di atas 5,5% agak susah kalau hanya mengandalkan kebijakan moneter dan fiskal. Hanya aliran modal asing yang bisa mendorong ekonomi tumbuh 6%, kecuali ada booming komoditas,” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

THR Harus Lunas, KSPI: Perusahaan Pelanggar Wajib Diberi Sanksi Berat

12 Maret 2026

Inflasi Terkendali: Jaga Stabilitas Harga di Tengah Perubahan Ekonomi Daerah

12 Maret 2026

Pengguna Bank Emas di Indonesia Capai 5,7 Juta

11 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

15 destinasi wisata Garut terpopuler 2026: Mulai dari kawah menarik hingga pantai indah

12 Maret 2026

Kembalinya Mio 125 2026 dengan Harga 19 Juta, Siap Lawan Honda BeAT

12 Maret 2026

Smartwatch Pendeteksi Diabetes? Huawei Watch GT 6 Pro!

12 Maret 2026

Tiket Kapal Pelni Tarakan untuk Mudik Maret Ludes, Ferdi: Seluruh Kursi Terisi

12 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?