Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Monday, 5 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Instagram luncurkan fitur pelaporan orang tua untuk hindari bunuh diri remaja
    Nasional

    Instagram luncurkan fitur pelaporan orang tua untuk hindari bunuh diri remaja

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peluncuran Fitur Keamanan Baru Instagram untuk Melindungi Anak Remaja

    Instagram, salah satu platform media sosial terbesar di dunia, telah meluncurkan fitur keamanan terbaru yang dirancang khusus untuk melindungi anak-anak dan remaja dari konten berbahaya. Fitur ini akan memberi pemberitahuan kepada orang tua apabila anak mereka sering mencari informasi terkait tindakan bunuh diri atau melukai diri sendiri.

    Langkah ini merupakan respons dari tekanan global terhadap perusahaan teknologi untuk menjaga kesehatan mental generasi muda. Di banyak negara, termasuk Eropa dan Australia, regulasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur semakin ketat. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa anak-anak tidak terpapar konten yang bisa merusak kesehatan mental mereka.

    Cara Kerja Fitur Instagram dalam Mendeteksi Pencarian Konten Berbahaya



    Fitur baru Instagram bekerja dengan mendeteksi pola pencarian pengguna. Jika seorang pengguna yang terdaftar sebagai “Akun Remaja” mencari istilah terkait tindakan menyakiti diri atau bunuh diri secara berulang, sistem akan langsung memblokir hasil pencarian tersebut. Selain itu, notifikasi otomatis akan dikirimkan kepada orang tua yang telah mengaktifkan fitur pengawasan.

    Notifikasi ini dirancang agar tidak mengganggu, hanya muncul jika ada frekuensi pencarian yang mencurigakan. Pesan tersebut akan disampaikan melalui berbagai saluran seperti notifikasi aplikasi, SMS, email, hingga WhatsApp. Layar penuh digunakan untuk memberikan penjelasan situasi tanpa menampilkan riwayat pencarian spesifik, sehingga privasi remaja tetap terjaga.

    CEO Parent Zone, Vicki Shotbolt, mengatakan: “Orang tua sangat membutuhkan informasi yang tepat untuk mendampingi anak remajanya. Langkah penting ini diharapkan dapat memberikan ketenangan pikiran, sebab orang tua akan langsung mengetahui apabila anak mereka mencoba mencari konten berbahaya di Instagram.”

    Selain notifikasi, Instagram juga menyediakan panduan dari para ahli psikologi untuk membantu orang tua dalam memulai percakapan sensitif dengan anak mereka. Panduan ini dirancang agar orang tua dapat memberikan pendekatan yang mendukung dan tidak menghakimi.

    Inggris Susul Australia Kaji Larangan Media Sosial bagi Anak



    Pemerintah Inggris saat ini sedang mengkaji kebijakan pelarangan akses media sosial bagi anak-anak melalui proses konsultasi publik yang berlangsung sejak Januari 2026. Langkah ini diambil setelah Australia pada Desember 2025 mengesahkan undang-undang larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Aturan ini menetapkan denda hingga 50 juta dolar Australia (Rp597,8 miliar) bagi perusahaan teknologi yang melanggar.

    Menteri Sekretaris Negara untuk Sains, Inovasi, dan Teknologi Inggris, Liz Kendall, menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi generasi muda. “Banyak pihak, termasuk di dalam parlemen ini, mendukung penuh pelarangan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun demi menghentikan bahaya digital,” kata Kendall.

    Tren regulasi ini memaksa perusahaan teknologi global, termasuk Meta, untuk segera mengubah kebijakan operasional mereka agar terhindar dari sanksi finansial berskala besar.

    Tren Pembatasan Akses Media Sosial bagi Anak Merambah Daratan Eropa



    Tren pembatasan akses media sosial bagi remaja kini meluas ke berbagai negara Eropa, seperti Spanyol, Yunani, dan Slovenia. Dalam beberapa pekan terakhir, negara-negara tersebut mulai merancang undang-undang pembatasan secara resmi. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengusulkan larangan akses bagi anak di bawah usia 16 tahun. Ia juga menekankan perlunya sistem verifikasi usia yang efektif, bukan sekadar kotak centang yang mudah dimanipulasi.

    Sementara itu, pemerintah Yunani bersiap mengumumkan larangan serupa untuk anak di bawah usia 15 tahun sebagai bagian dari langkah kolektif Uni Eropa guna menekan dampak negatif teknologi.

    “Media sosial kini layaknya negara gagal, tempat hukum diabaikan, kejahatan dibiarkan, dan kebohongan lebih dihargai daripada kebenaran. Anak-anak kita terpapar pada ruang yang tidak seharusnya mereka hadapi sendirian,” kata Pedro Sanchez dalam pidatonya di World Governments Summit Dubai.

    Perkembangan regulasi ini turut dipicu oleh kemajuan pesat kecerdasan buatan yang memudahkan penyebaran konten berbahaya tanpa pengawasan ketat. Munculnya kasus gambar rekayasa AI telah mempercepat proses pembuatan undang-undang di banyak negara.

    Meta melalui blog resminya menulis: “Visi kami adalah memberikan kendali kepada orang tua agar dapat segera bertindak apabila riwayat pencarian anak remajanya menunjukkan perlunya bantuan medis atau psikologis. Bersama para ahli, kami memastikan algoritma ini tidak sekadar memblokir konten berbahaya, tetapi juga mampu mengarahkan pengguna pada jalan keluar yang positif.”

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?