IIMS 2026 di Surabaya: Pameran Otomotif yang Menyatukan Hiburan dan Teknologi
Surabaya kembali menjadi pusat perhatian para pencinta dunia otomotif dengan penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Gelaran ini digelar di Grand City Surabaya, mulai dari tanggal 26 Mei hingga 31 Mei 2026. Pameran otomotif bergengsi ini tidak hanya menampilkan kendaraan terbaru dengan teknologi mutakhir, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif serta hiburan yang memikat.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menjelaskan bahwa IIMS adalah bentuk komitmen industri otomotif dalam menyajikan pameran yang inklusif dan dapat mencapai berbagai daerah di Indonesia. IIMS 2026 akan dilanjutkan ke Balikpapan dan Manado setelah sukses di Jakarta dan Surabaya. Tahun ini, lebih dari 40 merek telah berpartisipasi dalam pameran ini.
Daswar juga menyoroti penggunaan hall teranyar di area pameran Grand City Surabaya. Untuk pertama kalinya, area tambahan ini digunakan untuk mengakomodasi peningkatan peserta dan kebutuhan ruang pamer. Dengan adanya IIMS 2026, Daswar yakin bahwa penjualan mobil di Surabaya dan Jawa Timur akan meningkat signifikan. Jakarta dan Surabaya menjadi barometer penting dalam pertumbuhan industri otomotif nasional.
Pihak penyelenggara menargetkan puluhan ribu pengunjung yang akan melakukan transaksi pembelian di berbagai booth kendaraan roda dua dan empat. Merek-merek ternama seperti BYD, Chery, Daihatsu, GAC Aion, Geely, GWM, Honda, JAECOO, JETOUR, KIA, Polytron, Toyota, VinFast, ALVA, Aprilia, Benelli, Benda, Italjet, Morbidelli, Moto Guzzi, Piaggio, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa Satya turut serta berpartisipasi dalam acara ini.
Menurut Daswar, IIMS 2026 akan menarik sekitar 32.000 pengunjung dengan target transaksi hingga Rp265 miliar. Hal ini menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap potensi pasar otomotif di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan IIMS Surabaya 2026. Iwan menilai bahwa pameran ini menjadi perhelatan penting dalam mendukung ekosistem industri otomotif di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.
Iwan menjelaskan bahwa pertumbuhan industri manufaktur di Jawa Timur didukung oleh sektor otomotif, termasuk suku cadang, karoseri, dan komponen pendukung lainnya. Pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor otomotif, menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2023, nilai industri otomotif di Jawa Timur mencapai Rp140,84 triliun, meningkat menjadi Rp149,67 triliun pada tahun 2024, dan mencapai Rp148,52 triliun pada tahun 2025. Ini menunjukkan iklim bisnis yang sangat baik di sektor otomotif, yang menjadi tulang punggung perekonomian di Jawa Timur.
Ekspor industri otomotif Jawa Timur juga mengalami peningkatan. Pada 2023, nilai ekspor mencapai US$447,17 juta, lalu turun sedikit menjadi US$442,25 juta pada 2024, namun naik menjadi US$510,22 juta pada 2025. Produk otomotif Jawa Timur telah menjangkau pasar utama seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Timor Leste.
Sementara itu, impor industri otomotif Jawa Timur pada 2023 mencapai US$319,11 juta, turun menjadi US$272,18 juta pada 2024, dan meningkat menjadi US$340,68 juta pada 2025. Negara asal impor antara lain Amerika Serikat, China, dan Jepang.
Hingga Mei 2026, ekosistem industri otomotif Jawa Timur mencakup 183 unit usaha, termasuk industri karoseri dan suku cadang. Dari jumlah tersebut, 66 unit usaha besar, 19 usaha menengah, dan 97 usaha kecil. Keberagaman skala usaha ini mencerminkan ekosistem yang inklusif dan saling mendukung.
Namun, Iwan juga menyebut tantangan yang ada, termasuk indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang berada di level 49,1 pada April 2026, sedikit di bawah ambang batas ekspansi. Hal ini menunjukkan tekanan yang masih dialami sektor manufaktur akibat perlambatan global dan dinamika geopolitik.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis bahwa penyelenggaraan IIMS 2026 dapat mendorong pertumbuhan industri otomotif regional. Kehadiran pameran ini diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian Jawa Timur. Dengan dukungan pemerintah, IIMS 2026 diharapkan bisa menjadi momentum penting untuk menggerakkan industri otomotif yang ada di wilayah tersebut.



