Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 28 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»IDC Indonesia: Pengiriman Smartphone Turun di 2026 Akibat Harga Mahal
Teknologi

IDC Indonesia: Pengiriman Smartphone Turun di 2026 Akibat Harga Mahal

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pengiriman smartphone di Indonesia diperkirakan akan mengalami penurunan pada 2026. Hal ini terjadi karena tren kenaikan harga perangkat yang semakin signifikan. Menurut Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst Devices Research dari IDC Indonesia, harga smartphone akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Vanessa menjelaskan bahwa perangkat dengan harga di bawah US$200 tidak memiliki pilihan selain menaikkan harga. Kenaikan harga ini dapat menyebabkan siklus penggantian perangkat menjadi lebih panjang. Konsumen cenderung menggunakan smartphone mereka lebih lama dibandingkan biasanya.

Beberapa model smartphone dari berbagai vendor di Indonesia sudah menunjukkan kenaikan harga. Menurutnya, kelangkaan memori masih terjadi hingga saat ini dan belum jelas kapan kondisi tersebut akan kembali normal. IDC memperkirakan kesenjangan antara pasokan dan permintaan akan makin parah, sehingga menyebabkan kekurangan pasokan dan harga yang lebih tinggi pada paruh pertama 2026. Meskipun kondisi ini kemungkinan mulai mereda pada paruh kedua tahun tersebut, harga diperkirakan tetap tinggi setidaknya hingga awal 2027.

Kelangkaan memori yang memicu kenaikan harga disebabkan oleh pembangunan pusat data berskala besar dalam jangka pendek hingga menengah. Tren ini juga disertai dengan aksi para pemain utama industri memori yang mengalihkan sebagian besar ekspansi kapasitas dan investasinya ke segmen hyperscale dan AI.

Secara khusus, pasokan dan produksi memori kelas bawah seperti DDR4 yang masih digunakan pada banyak smartphone entry-level terus dikurangi. Sementara itu, peralihan ke DDR5 belum terjadi secara masif. Bahkan pada DDR5, pemasok lebih memprioritaskan kebutuhan hyperscale dan AI.

Di sisi lain, permintaan dari sisi klien (smartphone, PC, dan perangkat lainnya) serta permintaan dari sektor otomotif, terutama kendaraan listrik (EV), meningkat pesat. Hal ini mendorong kenaikan total permintaan memori dan penyimpanan.

Vanessa menjelaskan bahwa perangkat dengan harga rendah memiliki margin yang lebih sempit, sehingga vendor sulit menyerap kenaikan biaya. Akibatnya, kenaikan harga di segmen ini akan lebih terlihat. Untuk segmen menengah hingga atas, vendor memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam melakukan penyesuaian. Namun, sebagian biaya tetap berpotensi dibebankan ke konsumen dalam bentuk kenaikan harga, meski dengan tingkat yang bervariasi.

Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah menyesuaikan spesifikasi lain guna menekan biaya. Namun, mengingat porsi biaya memori yang cukup besar dalam struktur biaya smartphone, langkah tersebut sulit sepenuhnya menutupi kenaikan biaya tanpa mengorbankan komponen lain.

Dalam situasi ini, langkah terbaik yang dapat dilakukan vendor adalah mengelola biaya seoptimal mungkin serta melakukan penyesuaian dan penguatan strategi pasar agar dapat bertahan di tengah kondisi pasar yang menantang.

Karena smartphone termasuk barang konsumsi nonesensial, intervensi pemerintah dinilai tidak diperlukan. Vanessa menilai bahwa akan jauh lebih berdampak apabila pemerintah memprioritaskan stabilitas fiskal makro, karena faktor-faktor ekonomi yang lebih luas tersebut memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?