Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 30 Juni 2026
Trending
  • Kepala Puskesmas Kojagete Dikaitkan dengan Perselisihan, Sekda Sikka: Perjanjian dengan Pemilik Tanah Tidak Pernah Dibahas TPK
  • Tenxi Buka Rahasia Album Liga Besar dan Sepak Bola
  • 10 Destinasi Wisata Terbaik 2026, Bali Jadi Nomor Satu
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Resmi berubah, daftar harga bahan bakar minyak BBM terbaru Kamis 25 Juni 2026, melonjak Rp4.100
  • Belanja Pegawai APBD Toli Toli 2026 Capai 55 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah
  • 10 Hotel Terdekat Stadion Seattle untuk Piala Dunia 2026
  • Rute Menuju Taman Safari Bogor 2026 dari Jakarta, Bogor, dan Bandung
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Ibu-ibu Berlomba Motor Matic di Kaki Gunung Masurai, Ngepot-ngepot Adu Gas
Otomotif

Ibu-ibu Berlomba Motor Matic di Kaki Gunung Masurai, Ngepot-ngepot Adu Gas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kebahagiaan di Lapangan Sepak Bola Desa Renah Alai

Di tengah suasana Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, lapangan sepak bola Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, menjadi tempat yang penuh dengan kegembiraan. Debu tanah beterbangan, namun sorak sorai dan tawa warga mengisi udara. Di sini, para ibu-ibu berlomba memacu motor matic di lintasan sederhana yang dibuat di dalam lapangan.

Para peserta, baik yang berdaster maupun bercelana panjang, menunjukkan semangat luar biasa. Mereka adu cepat seperti pebalap profesional, meski tidak memiliki pengalaman balap sebelumnya. Dalam video tersebut, terlihat beberapa ibu-ibu melakukan cornering dengan leg out atau satu kaki turun ala pebalap grasstrack. Ada juga yang melakukan kneedown, tetapi tidak ada yang melakukan wheelie.

Suasana semakin meriah dengan sorakan dari warga, keluarga, dan anak-anak yang memberi dukungan. Tidak ada wajah tegang seperti di arena balap profesional. Yang terlihat justru senyum lepas dan tawa renyah. Para peserta tampak antusias, meskipun sebagian dari mereka lebih akrab dengan jalan kebun daripada lintasan balap.

Inisiatif Karang Taruna

Kepala Desa Renah Alai, Hasan Basri, menjelaskan bahwa turnamen balap motor matic ini merupakan inisiatif pemuda Karang Taruna untuk memeriahkan suasana Lebaran di desa. “Benar, itu kegiatan Karang Taruna dalam rangka memeriahkan Idulfitri 1447 H,” ujarnya.

Pemerintah desa mendukung kegiatan ini agar warga tidak berkendara jauh ke luar desa dan menghindari kecelakaan. “Kami dari pemerintah desa mendukung, supaya warga tidak berkendara jauh ke luar desa dan menghindari kecelakaan,” tambahnya.

Dari Laki-laki ke Perempuan

Awalnya, lomba balap motor ini dirancang untuk peserta laki-laki. Namun, antusiasme justru datang dari kalangan ibu-ibu. Tergiur hadiah dan ingin mencoba sensasi berbeda, mereka pun ikut mendaftar. “Awalnya untuk laki-laki, tapi ibu-ibu malah ikut. Ternyata yang paling meriah justru emak-emak,” kata Hasan Basri sambil tertawa.

Banyak dari mereka biasa naik motor ke kebun, jadi merasa tertantang. Turnamen itu digelar selama empat hari, mulai Sabtu hingga Selasa, bertepatan dengan suasana libur Idulfitri. Setiap peserta hanya perlu membayar uang pendaftaran Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Pemenang langsung mendapatkan hadiah di setiap putaran lomba.

Lebih dari Sekadar Balapan

Lebih dari sekadar balapan, kegiatan ini menjadi ruang hiburan sekaligus perekat kebersamaan warga. Di tengah meningkatnya arus wisata ke kawasan Jangkat saat Lebaran, pemerintah desa sengaja menghadirkan kegiatan lokal agar warga tak perlu bepergian jauh.

“Daripada warga ‘round’ ke luar desa, jalanan ramai dan rawan macet, lebih baik kita buat kegiatan di desa sendiri,” jelas Hasan Basri. “Yang penting warga senang, aman, dan kebersamaan tetap terjaga.”

Menurut Hasan Basri, di Desa Renah Alai, Idulfitri tahun ini bukan hanya tentang silaturahmi dan hidangan khas Lebaran. Ini tentang keberanian ibu-ibu menarik gas motor, tawa yang lepas, dan kebahagiaan sederhana yang lahir dari kebersamaan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marquez Tampil Percaya Diri di Sirkuit Brno

25 Juni 2026

Jam Tayang Moto3 MotoGP Ceko 2026: Live Trans7-SPOTV, Aksi Veda Pratama

25 Juni 2026

Jadwal Moto3 Ceko 2026: Peluang Emas Veda Ega Pratama Kumpulkan Poin dan Target Lima Besar

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kepala Puskesmas Kojagete Dikaitkan dengan Perselisihan, Sekda Sikka: Perjanjian dengan Pemilik Tanah Tidak Pernah Dibahas TPK

30 Juni 2026

Tenxi Buka Rahasia Album Liga Besar dan Sepak Bola

30 Juni 2026

10 Destinasi Wisata Terbaik 2026, Bali Jadi Nomor Satu

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?