Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 13 October 2026
Trending
  • ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak
  • 7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi
  • 7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi
  • Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI
  • 7 alasan seseorang ingin mengubah pasangan ke arah yang lebih baik menurut psikologi
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Huntara Diperdebatkan Selesai Sebelum Puasa
Politik

Huntara Diperdebatkan Selesai Sebelum Puasa

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 February 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Progres Pembangunan Hunian Sementara di Tanah Gayo Masih Tertunda

YARA, sebuah yayasan advokasi rakyat Aceh, menilai bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) di wilayah Tanah Gayo, termasuk Aceh Tengah dan Bener Meriah, berjalan sangat lamban. Hal ini menyebabkan para pengungsi korban bencana banjir dan longsor terancam menjalani bulan Ramadhan dalam kondisi tidak layak.

Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, menyatakan bahwa progres pembangunan huntara di sejumlah lokasi masih jauh dari target yang ditetapkan. Di Kampung Wih Pesam, Bener Meriah, realisasi pembangunan huntara baru mencapai kisaran 20 persen. Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa seluruh huntara mungkin tidak akan selesai sebelum Ramadhan.

Di Aceh Tengah, tercatat 5.306 jiwa masih dalam keadaan mengungsi, dengan 781 kepala keluarga (KK) direncanakan menempati huntara di Kecamatan Ketol dan Linge. Namun, proses pembangunan terkendala distribusi material akibat kerusakan jalan dan jembatan pasca-bencana.

Sementara itu, di Bener Meriah, pemerintah menargetkan pembangunan 914 unit huntara untuk 3.116 jiwa. Meskipun pembangunan digenjot, penetapan lokasi masih menunggu kesepakatan warga yang berharap huntara dibangun tidak jauh dari kebun sebagai sumber penghidupan mereka.

Menurut Dahlan, ketimpangan progres di lapangan menunjukkan bahwa percepatan huntara tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga kesiapan lahan, akurasi data penerima, serta kondisi infrastruktur pendukung di lapangan. Ia mengingatkan, keterlambatan pembangunan akan memaksa sebagian korban banjir menjalani Ramadhan di tenda pengungsian atau hunian tidak layak. Padahal, huntara bukan sekadar bangunan fisik, melainkan kebutuhan mendesak untuk memulihkan rasa aman, kesehatan, dan martabat warga terdampak bencana.

“Penanganan bencana tidak cukup hanya cepat, tetapi harus terukur secara teknis dan patuh regulasi agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” ucap Dahlan. Untuk itu, YARA terus mendorong Pemkab, Pemerintah Aceh, dan pemerintah pusat segera mempercepat pemulihan pascabencana di Tanah Gayo, meliputi pembangunan huntara, perbaikan jalan dan jembatan, infrastruktur dasar serta fasilitas publik lainnya.

Dahlan menegaskan, YARA akan terus mengawal seluruh proses pemulihan agar tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat korban banjir dan longsor di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Penyangkalan dari Bupati Bener Meriah

Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Tagore AB, membantah progres pembangunan huntara baru mencapai 20 persen. “Jadi untuk Kecamatan Mesidah, Syiah Utama sudah hampir selesai semua. Tembolon sudah selesai, tinggal listrik,” kata Tagore, dihubungi Kompas.com via telepon, Jumat (30/1/2026).

Menurut dia, pekerjaan yang dilakukan vendor dan kontraktor untuk membangun huntara terus dilakukan, dengan keterlibatan sejumlah instansi, termasuk relawan. “Semua begerak, besok akan datang BNPB, mereka akan melihat langsung. Saya lihat tidak lambat,” kata Tagore.

Menurut dia, di Kampung Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, pembangunan 200 unit huntara sudah selesai dilakukan oleh BUMN. Oleh karena itu, Tagore menganggap YARA tidak melihat secara sebenarnya bagaimana kondisi huntara di Bener Meriah. “YARA mungkin tidak melihat bagaimana sebenarnya yang terjadi. Padahal dikerjakan sekaligus, setiap tempat bergerak. Insya Allah selesai sebelum Ramadhan, mudah-mudahan lancar,” ucap dia.

Ia juga mengatakan, di Kecamatan Mesidah dan Syiah Utama, pembangunan huntara sudah selesai, tinggal menyambungkan aliran listrik. Pengadaan lahan untuk huntara, lanjut Tagore, juga telah diselesaikan oleh Pemkab Bener Meriah. “Vendor biasa pakai uang muka, tapi mereka bergerak. Ini kan Alhamdulillah,” ucap Tagore.

Kendala Pembangunan Huntara

Terkait kendala lain pembangunan huntara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bener Meriah, Ilham Abdi menyebut, terputusnya akses jalan di Rusip, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah, membuat material bangunan huntara di kawasan itu. “Akses jalan terputus, jadi seperti seng dan material lain harus di langsir. Itu salah satu kendala,” ucap Ilham Abdi, melalui telepon, Jumat (30/1/2026).

Sementara Kepala Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), Andalika menyebut, pembangunan huntara bagi korban bencana banjir dan longsor itu tidak lamban, melainkan terkendala lahan. Sebab, sebagian lahan huntara berada di kawasan konsesi perusahaan. “Sebenarnya tidak lamban, kalau memang lahan sudah tidak ada kendala. Contoh Ketol kan tidak lambat, sudah mencapai 98 persen,” ucap Andalika.

Selain itu, akses mobilisasi peralatan sulit karena jembatan untuk kendaraan roda empat belum bisa dilalui, seperti di Kemukiman Wih Dusun Jamat. “Karena akses, jadi mengantar peralatan kan sulit. Untuk lahan Linge sudah clear, dua hari lalu sudah selesai penataan lahan. Kemudian di Linge ada dua, Kemukiman Wih Dusun Jamat (terdiri dari 5 desa) dan dua desa yaitu Penarun dan Umang, itu yang digunakan lahan THL, kan butuh proses,” ucap Andalika.

Ia mengatakan, persoalan lahan perusahaan itu sudah selesai dibahas. Pembersihan tapak bangunan sudah dilakukan. “Yang di Penarun sudah ada merakit kontruksi, sudah ada mebuat tapak rumah untuk huntara,” ucap Andalika.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 August 2026

Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

31 August 2026

Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak

13 October 2026

7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi

12 October 2026

7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi

12 October 2026

Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI

12 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?