Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Friday, 23 October 2026
Trending
  • Poin-poin pidato Prabowo di sidang kabinet paripurna 2 tahun pemerintahan
  • 2 tahun pemerintahan Prabowo, Kemenpora terus perkuat prestasi dan transformasi olahraga nasional
  • Jadwal bus rute Balikpapan-Melak, harga tiket Rp 400 ribu
  • Jadwal kapal Pelni KM Lawit hingga 20 November, Kumai-Surabaya-Kupang-Rote PP, Sampit-Semarang-Kumai
  • Eksodus Bintang MotoGP: Daftar Pebalap Senior yang Hengkang di 2027
  • Menavigasi Masa Depan: Visi Ekonomi Indonesia
  • SPBU Pertamina: Penjual BBM Eceran dan Modifikasi Kendaraan Ternyata Ilegal
  • Tanggapan Kapolri Jenderal Suyudi soal polisi tembak polisi menewaskan Bharatu Valdo, evaluasi Polri?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hujan deras picu longsor di Banjarejo dan Tunjungan Blora
Nasional

Hujan deras picu longsor di Banjarejo dan Tunjungan Blora

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Fenomena Tanah Ambles di Blora, Jawa Tengah

Di Kecamatan Banjarejo dan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terjadi fenomena tanah ambles yang disebabkan oleh kondisi tanah jenuh air akibat hujan deras. Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan Blora, Hadi Susanto.

“Tanah aluvial di sekitar daerah aliran sungai (DAS) memang mudah jenuh air sehingga ketika hujan deras, air mengisi rekahan tanah, menambah beban, dan akhirnya memicu amblesan atau pergerakan tanah,” ujarnya di Blora, Minggu.

Secara geologi, wilayah terdampak tidak memiliki sesar aktif. Fenomena serupa lebih sering terjadi di kawasan sepanjang aliran sungai, terutama pada musim hujan. Ia menilai dugaan penyebab lain, seperti pengeboran air tanah, dampaknya kecil karena pemanfaatan air tanah di Blora masih minim.

Pemetaan potensi pergerakan tanah secara rinci belum tersedia, namun pemerintah daerah dapat melakukan kajian lanjutan. Penanganan ke depan akan dikoordinasikan lintas sektor dengan Dinas PUPR, Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA), dan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, mengingat wilayah DAS berada di bawah kewenangan instansi terkait.

Dampak Pergerakan Tanah di Rumah Warga

Anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Blora, Agung Triyono, menyebut pergerakan tanah telah merusak beberapa rumah. Di Kecamatan Banjarejo, tiga rumah terdampak di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, dengan penurunan tanah mencapai 50 cm dan rekahan sepanjang 200 meter. Laju penurunan masih sekitar 2 cm per hari. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Sementara di Kecamatan Tunjungan, pergerakan tanah terjadi di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, pada Jumat (2/1). Penurunan tanah mencapai 15–30 cm dengan panjang rekahan 100 meter. Dua rumah rusak sedang milik Djaiz dan Suyatno, dengan estimasi kerugian Rp16 juta, sedangkan tiga rumah lainnya berstatus terancam.

BPBD Blora mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan lebat berkepanjangan, karena risiko pergerakan tanah dan longsor susulan masih tinggi.

Penyebab Utama dan Upaya Pencegahan

Menurut Hadi Susanto, penyebab utama dari fenomena tanah ambles adalah curah hujan yang tinggi, yang menyebabkan tanah menjadi jenuh air. Hal ini sangat umum terjadi di daerah aliran sungai (DAS) yang memiliki tanah aluvial. Meskipun tidak ada sesar aktif di wilayah tersebut, pergerakan tanah tetap bisa terjadi karena sifat fisik tanah yang rentan terhadap kelembapan.

Beberapa upaya pencegahan telah dilakukan oleh pemerintah setempat. Salah satunya adalah pemetaan potensi pergerakan tanah, meski hingga saat ini belum sepenuhnya lengkap. Untuk itu, diperlukan kajian lanjutan yang melibatkan berbagai instansi terkait agar bisa mengidentifikasi area yang paling rentan terhadap pergerakan tanah.

Selain itu, koordinasi antar sektor juga sangat penting dalam menangani masalah ini. Dinas PUPR, TKPSDA, dan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana bekerja sama untuk memastikan bahwa semua langkah pengelolaan sumber daya air dan infrastruktur dilakukan secara optimal.

Peran Masyarakat dalam Menghadapi Bencana

Masyarakat di kawasan rawan bencana diminta untuk tetap waspada, terutama saat musim hujan. BPBD Blora memberi peringatan bahwa risiko pergerakan tanah dan longsoran masih tinggi. Mereka disarankan untuk memperhatikan tanda-tanda awal seperti rekahan pada tanah, penurunan permukaan, atau perubahan bentuk bangunan.

Kewaspadaan ini sangat penting untuk menghindari korban jiwa dan kerugian materi. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kejadian yang mereka temui kepada petugas terdekat agar bisa segera ditangani.

Tantangan dan Langkah Ke Depan

Meskipun sudah ada beberapa langkah pencegahan dan penanganan darurat, tantangan tetap ada. Salah satu tantangan utamanya adalah kurangnya data dan pemetaan yang detail tentang potensi pergerakan tanah. Tanpa data yang akurat, sulit untuk membuat rencana mitigasi yang efektif.

Untuk itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengenali tanda-tanda bencana serta pengembangan sistem peringatan dini yang lebih baik. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman yang mungkin terjadi di masa depan.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Poin-poin pidato Prabowo di sidang kabinet paripurna 2 tahun pemerintahan

23 October 2026

2 tahun pemerintahan Prabowo, Kemenpora terus perkuat prestasi dan transformasi olahraga nasional

23 October 2026

Jadwal kapal Pelni KM Lawit hingga 20 November, Kumai-Surabaya-Kupang-Rote PP, Sampit-Semarang-Kumai

23 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Poin-poin pidato Prabowo di sidang kabinet paripurna 2 tahun pemerintahan

23 October 2026

2 tahun pemerintahan Prabowo, Kemenpora terus perkuat prestasi dan transformasi olahraga nasional

23 October 2026

Jadwal bus rute Balikpapan-Melak, harga tiket Rp 400 ribu

23 October 2026

Jadwal kapal Pelni KM Lawit hingga 20 November, Kumai-Surabaya-Kupang-Rote PP, Sampit-Semarang-Kumai

23 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?