Kondisi Fasilitas Olahraga dan Seni di Kota Baru Kota Jambi Mengkhawatirkan
Kawasan Kota Baru di Kota Jambi, yang dikenal sebagai pusat aktivitas olahraga dan seni, kini menghadapi kondisi yang sangat memprihatinkan. Berbagai fasilitas publik yang seharusnya menjadi tempat beraktivitas masyarakat justru terlihat rusak parah. Dari Gedung Olah Raga (GOR) hingga Gedung Olah Seni (GOS), banyak bagian bangunan mengalami kerusakan serius.
Kerusakan di Gedung Olah Raga (GOR) Kota Baru
Pantauan dilakukan oleh Tribun Jambi pada periode 1-6 Juni 2026 menunjukkan bahwa kerusakan tersebar dari luar hingga dalam bangunan. Di area depan GOR, ditemukan sekitar 21 lubang dengan ukuran bervariasi antara satu hingga dua meter. Lubang-lubang tersebut tersebar dari bagian bawah hingga atap, menunjukkan adanya kerusakan struktural yang tidak ditangani dalam waktu lama.
Harifan, warga Jambi yang rutin berolahraga di sana, menyampaikan kekecewaannya. “Lha itu, rusaknya kayak gitu, apa ya tidak kelihatan,” ujarnya. Beberapa temannya juga menunjukkan bahwa kerusakan bukan hanya terjadi di bagian depan, tetapi juga di belakang gedung. Di koridor menuju gedung kecil di area GOR, terdapat sekitar 12 lubang di atap koridor, disertai coretan vandalisme pada dinding luar bangunan.
Satu di antara pintu GOR jebol, sementara besi-besi bangunan berkarat dan sampah berserakan di sejumlah sudut area. WC di dalam gedung juga dikeluhkan oleh pengunjung, seperti Andre, yang menyebut kondisinya kotor dan seperti masuk rumah kosong.

Kondisi Gedung Olah Seni (GOS)
Kondisi hampir serupa ditemukan di Gedung Olah Seni (GOS). Halaman depan gedung dipenuhi rumput liar setinggi sekitar 70-80 sentimeter. Pada bagian atap depan gedung, terlihat tiga lubang, sementara plafon teras bangunan juga rusak dengan sekitar 13 lubang. Sampah tampak menumpuk di sekitar gedung, memperkuat kesan terbengkalai.

Kerusakan di Gedung Senam dan Tinju
Sementara itu, gedung Senam Persani dan gedung Olahraga Tinju Pertina di seberang GOR Kota Baru juga menunjukkan kondisi yang tak jauh berbeda. Plafon atap teras depan gedung tinju tampak berlubang. Sejumlah lembar triplek plafon terjuntai. Bahkan, kayu rangka atap teras terlihat keropos dan tidak lagi mampu menopang seng penutup atap. Kerusakan serupa juga ditemukan di gedung senam, khususnya pada teras samping yang berlubang.
Harapan Warga untuk Perbaikan
Warga merasa prihatin dengan kondisi bangunan-bangunan tersebut. Syukur, salah satu pengunjung GOR, menilai kondisi bangunan mencerminkan minimnya perawatan rutin. Meski halaman relatif bersih karena dibersihkan setiap pagi, kondisi fisik bangunan justru terabaikan. “Halaman memang oke, ada yang bersihkan tiap pagi. Tapi bangunannya pecah-pecah, lumutan. Harusnya ada pengecatan ulang dan penggantian bagian yang rusak,” ujarnya.
Dia juga menyoroti Gedung Olah Seni yang dinilai tertutup oleh rimbunnya tanaman di halaman, sehingga tidak menonjol sebagai pusat aktivitas seni dan budaya.
Usulan Anggaran Perbaikan
Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi mengusulkan anggaran perbaikan GOR Kota Baru dengan nilai perkiraan mencapai Rp1,5 miliar. Namun demikian, kewenangan penganggaran sekaligus pelaksanaan perbaikan tersebut berada di Dinas PUPR Provinsi Jambi.
Kepala Seksi Standarisasi Infrastruktur Olahraga Dispora Provinsi Jambi, Arie Dwi Debrata, menjelaskan usul perbaikan difokuskan pada fasilitas sekretariat serta toilet di kawasan GOR. “Fasilitas toilet menjadi perhatian karena merupakan sarana umum yang digunakan masyarakat,” ujarnya.
Pandangan Akademisi
Dosen Ilmu Pemerintahan Fakultas Hukum Universitas Jambi, Citra Darminto, menyampaikan analisis tentang keberhasilan terawatnya fasilitas publik. Keberhasilan itu tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering pemerintah memperbaikinya, tapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat untuk ikut memelihara fasilitas publik demi kenyamanan.
Menurutnya, pemerintah harus menetapkan regulasi seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk menjamin kualitas fasilitas, seperti GOR Kota Baru, Gedung Seni, dan lain sebagainya. Pemeliharaan fasilitas di GOR itu berupa seperti fasilitas kamar mandi, tribun penonton/tempat duduk, infrastruktur bangunan hingga jalur pedestrian.
Jenis Kerusakan di Fasilitas Olahraga dan Seni
Beberapa jenis kerusakan yang ditemukan antara lain:
- Plafon atap jebol
- Dinding rusak
- Corat-coret dinding
- Seng atap jebol
- Teras berlubang
- Rangka atap keropos
- Rumput tinggi
- WC kotor bau
- Dan lainnya


