Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 12 Februari 2026
Trending
  • Kapolres Lamongan Selidiki Kehilangan Sepeda, Harta Kekayaan AKBP Arif Fazlurrahman Jadi Sorotan
  • Dua Kandidat Komisaris BSG Muncul Jelang RUPS Bank Sulut Gorontalo
  • Reli Wall Street: Teknologi Dorong S&P 500 dan Nasdaq Naik
  • Dejan Lupakan Romantisme, Selamatkan Persis Solo dari Degradasi
  • Cara Mengunci Pesan WhatsApp Web dengan Ekstensi Privasi
  • Ikona Wong Mangap Resmi Bergabung dengan Persis Solo! Bonek Minta Jaga Baik-Baik Mantan Bintang Persebaya Surabaya
  • Siap Miliki Mobil Baru? 6 Shio Ini Diprediksi Bisa Beli Mobil Tahun 2026
  • 5 rute terindah Yogyakarta-Magelang: Tak membosankan untuk perjalanan santai
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Ekonomi Indonesia Diperkirakan tak Bisa Tembus 5 hingga 2026
Ekonomi

Ekonomi Indonesia Diperkirakan tak Bisa Tembus 5 hingga 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Mei 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Ekonomi Indonesia Diperkirakan tak Bisa Tembus 5% hingga 2026
Suasana permukiman penduduk dan gedung bertingkat di kawasan Tanah Abang, Jakarta(ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

PEREKONOMIAN Indonesia diperkirakan tidak akan mampu tumbuh menembus 5% hingga tahun depan. Ketidakpastian ekonomi dunia dan kondisi domestik yang dinilai tengah tertekan menjadi sebab laju ekonomi akan tersendat.

“Pertumbuhan ekonomi ini masih akan bergerak di bawah 5%, setidaknya sampai 2026 dan baru akan rebound di kisaran 5% pada 2027,” ujar Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede di kantornya, Jakarta, Rabu (14/5). 

Ketidakpastian ekonomi global, imbuhnya, akan membuat para investor atau pelaku usaha menahan diri untuk melakukan penanaman modal maupun ekspansi bisnis. Hal itu dinilai umum terjadi ketika kondisi ekonomi dunia tengah dalam ketidakpastian dan perekonomian domestik dinilai tidak menjanjikan.

Baca juga : Ekonomi Terus Melemah, Investor Berbondong-bondong Kabur dari Tiongkok

Hal yang paling penting menurut Josua, ialah bagaimana pemerintah merespons situasi tersebut. Sebab, meski peranan belanja negara relatif kecil terhadap perekonomian, namun dampak ikutan dari realisasi belanja negara mampu memacu perekonomian.

“Artinya kebijakan fiskal mesti lebih ekspansif lagi dan stimulus lebih tepat kesaran agar konsumsi dan investasi ini bisa lebih bergerak lagi. Meskipun government spending share-nya terhadap performanya tidak besar, namun bisa kita bayangkan bahwa multiplier effect-nya kepada konsumsi dan juga kepada investasi ini cukup besar,” jelas Josua.

Lebih lanjut, sejatinya dampak langsung dari ketidakpastian ekonomi dunia terhadap perekonomian domestik relatif terbatas. Itu karena penopang utama ekonomi nasional tak berasal dan bergantung dari kinerja perdagangan internasional. 

Baca juga : Kadin Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Membaik di Sisa Tahun Ini

Namun gejolak ekonomi dunia memiliki dampak tidak langsung terhadap perekonomian domestik yang dinilai perlu untuk diwaspadai. Itu karena kebijakan dagang AS berlaku ke hampir semua negara, terutama negara mitra dagang utama Indonesia. 

Kondisi itu telah membuat harga-harga komoditas unggulan juga mengalami koreksi. Batu bara, minyak kelapa sawit, misalnya, diperkirakan akan mengalami koreksi imbas perang dagang yang dipicu oleh Negeri Paman Sam.

“Kami melihat bahwa kondisi tahun ini memang tantangannya dari eksternal juga cukup berat, dari dalam negeri pun juga kami melihat bahwa kelas menengah, kondisi kelas menengah pun juga cukup berat,” tutur Josua.

Baca juga : Pengusaha Perlu Terlibat agar Kebijakan Ekonomi Lebih Inklusif

“Sehingga memang kebijakan fiskal memang perlu diambil dengan hati-hati dan manageable, sehingga harapannya kebijakan MBG ataupun nanti kebijakan investasi yang diambil oleh Danantara harapannya ini akan bisa menggerakkan ekonomi Indonesia ke depan,” pungkasnya. 

Karenanya, pertumbuhan ekonomi yang melambat juga diperkirakan masih akan terjadi di triwulan II 2025 hingga akhir tahun. Pada triwulan II 2025, perekonomian nasional diproyeksikan hanya mampu melaju 4,78% dan sepanjang tahun diperkirakan tumbuh di kisaran 4,5% hingga 5,0%.

Selain karena dampak eksternal, melambatnya perekonomian domestik juga disebabkan oleh kinerja ekonomi dalam negeri yang juga tertatih-tatih. Kepala Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan Permata Bank Faisal Rachman menuturkan, salah satu sebab ekonomi domestik tampak lesu karena daya beli masyarakat bermasalah.

Hal itu tercermin dari kinerja pertumbuhan konsumsi rumah tangga di triwulan I 2025 yang melambat kendati ada momen Ramadan dan Idulfitri. “Apalagi kita juga lihat data-data yang terkait dengan mudik itu menunjukkan penurunan,” jelasnya.

Karena itu dia menilai wajar jika ada kekhawatiran konsumsi rumah tangga akan kembali merosot, bahkan lebih dalam di triwulan II lantaran tidak ada momen yang mampu mendongkrak konsumsi masyarakat. Hanya, Faisal berharap konsumsi masyarakat dapat bergerak naik lantaran di triwulan II terdapat banyak libur panjang. (Mir/M-3)

Bisa Diperkirakan Ekonomi hingga Indonesia tak Tembus
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Reli Wall Street: Teknologi Dorong S&P 500 dan Nasdaq Naik

12 Februari 2026

Keuangan Melejit! 4 Zodiak Ini Paling Beruntung Mulai 11 Februari 2026

12 Februari 2026

Oposisi Hongaria Siap Menang, Janjikan Pajak Lebih Ringan dan Euro

12 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kapolres Lamongan Selidiki Kehilangan Sepeda, Harta Kekayaan AKBP Arif Fazlurrahman Jadi Sorotan

12 Februari 2026

Dua Kandidat Komisaris BSG Muncul Jelang RUPS Bank Sulut Gorontalo

12 Februari 2026

Reli Wall Street: Teknologi Dorong S&P 500 dan Nasdaq Naik

12 Februari 2026

Dejan Lupakan Romantisme, Selamatkan Persis Solo dari Degradasi

12 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?