Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 8 Maret 2026
Trending
  • Schneider Electric memadukan AI untuk tingkatkan layanan dan kurangi emisi industri
  • 6 Alasan Kucing Tidak Bisa Tidur Saat Kamu Sahur
  • Dua aplikator cairkan bonus lebaran, ojol Gorontalo dapat Rp900 ribu
  • Cik Ujang ajak bukber skuad Sumsel United, jelang mudik Lebaran
  • Situasi Timur Tengah Memanas, Biro Umrah Blora Tetap Berangkatkan Jemaah 3 Maret 2026
  • Masih Gunakan Lampu Bohlam dan Speedometer Analog, Honda Supra X 125 2026 Jadi Incaran Karena Tangguh
  • Renungan Katolik Hari Ini: Jangan Menghakimi, Tapi Kasihilah
  • Mengapa Mobil Turbo Terasa Lambat Saat Digerakkan? Ini Penyebab Turbo Lag dan Cara Mengatasinya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Ditutup ARA, Manajemen DKHH Gunakan Dana IPO untuk Infrastruktur Layanan Kesehatan
Ekonomi

Ditutup ARA, Manajemen DKHH Gunakan Dana IPO untuk Infrastruktur Layanan Kesehatan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Mei 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Ditutup ARA, Manajemen DKHH Gunakan Dana IPO untuk Infrastruktur Layanan Kesehatan
Ilustrasi(Dok DKHH)

PT Cipta Sarana Medika Tbk atau DKHH resmi melakukan initial public offering (IPO) atau melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.

DKHH menawarkan 530 juta saham atau 20,78% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO dengan harga penawaran Rp132 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan meraup dana sebesar Rp69,90 miliar.

Pada penutupan perdagangan pukul 16.00 Wib, harga saham DKHH ditutup dengan auto reject atas (ARA) yakni melonjak 34,85% menjadi Rp178. Direktur Utama DKHH Satria Muhammad Wilis menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan pasar modal terhadap langkah korporasi tersebut.

“Pencatatan saham ini bukan garis finish, melainkan garis start baru bagi kami. Berbekal dukungan para pemegang saham publik, kami akan memperluas akses layanan kesehatan bermutu di wilayah-wilayah yang masih underserved, sembari terus mengabdi kepada pasien dengan dedikasi sepenuh hati,” kata dia dalam Seremoni Pencatatan Perdana Saham DKKH, di BEI, Jakarta, Kamis (8/5).

Baca juga : 19 Perusahaan Beraset Jumbo Antre IPO di Pasar Modal RI

Dia melanjutkan sebagai bagian dari strategi pasca-pencatatan, DKHH berkomitmen memperkuat infrastruktur layanan kesehatan, khususnya di daerah yang selama ini belum mendapatkan akses yang memadai.

“Pasca pencatatan, fokus kami adalah menambah kapasitas dan membangun Centre of Excellence, serta memperkenalkan layanan spesialistik agar masyarakat di wilayah underserved tak lagi harus ke kota besar,” kata Satria.

Ia menjelaskan dari dana Rp69,90 miliar yang dihimpun, sekitar Rp40,76 miliar akan dialokasikan untuk pembangunan gedung lima lantai di sekitar area RS DKH Cibadak, yang mencakup fasilitas poliklinik, rawat inap eksekutif, dan rawat inap KRIS (Kelas Rawat Inap Standar). 

Baca juga : Investor Pasar Modal Lampaui 16 Juta, 70 Persen Kaum Muda

Selanjutnya, sekitar Rp3,62 miliar akan digunakan untuk belanja modal berupa pembelian CT-Scan serta alat medis dan non-medis, dan sekitar Rp612 juta untuk renovasi rumah sakit yang ada saat ini. “Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk untuk biaya pemasaran dan pembayaran vendor farmasi dengan mekanisme purchase order (PO),” ucap Satria.

Dia menambahkan manajemen DKHH optimistis prospek industri rumah sakit akan terus positif, didukung oleh meningkatnya akses layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan pertumbuhan asuransi kesehatan swasta.

Sebagai informasi, PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) atau DKH Hospital Groups merupakan perusahaan dalam bidang pelayanan kesehatan melalui pengelolaan rumah sakit swasta.

Sekarang ini, perseroan fokus pada pengelolaan rumah sakit tipe C di beberapa wilayah strategis, yakni Kedungwaringin, Sukatani, dan Cibadak. Jaringan rumah sakit milik keluarga Wakil Presiden RI periode 1983–1988 Umar Wirahadikusumah ini juga melayani pasien melalui skema BPJS Kesehatan dan asuransi. (H-2)

Ara Dana Ditutup DKHH gunakan Infrastruktur IPO Kesehatan layanan Manajemen untuk
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tips dan Trik Trading untuk Pemula Tahun 2026

8 Maret 2026

4 cara lepas dari jeratan utang rentenir

7 Maret 2026

3 Tanda Utang yang Tak Boleh Diabaikan

7 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Schneider Electric memadukan AI untuk tingkatkan layanan dan kurangi emisi industri

8 Maret 2026

6 Alasan Kucing Tidak Bisa Tidur Saat Kamu Sahur

8 Maret 2026

Dua aplikator cairkan bonus lebaran, ojol Gorontalo dapat Rp900 ribu

8 Maret 2026

Cik Ujang ajak bukber skuad Sumsel United, jelang mudik Lebaran

8 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?