Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 3 November 2026
Trending
  • Ketika Nusron Wahid sudah 2 kali mangkir panggilan KPK, Mahfud MD: Kenapa Pak Prabowo diam?
  • Duel Sunderland vs Brentford: Ambisi The Bees Taklukkan Stadium of Light
  • Era Kuantum: Telkom, Danantara, BSSN, dan Peruri Bangun Ekosistem Digital
  • Skenario Licik Dibalik Pajak McLaren Rp137 Juta Milik Mekanik Bengkel
  • Dulu Kritik, Kini Grok AI Buatan Elon Musk Malah Hancurkan Reputasinya Sendiri
  • Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Lima Titik Krusial Saat Aksi 28 Oktober di Yogyakarta
  • Demo BEM UI dan SADAR bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, ini 5 tuntutannya
  • Rangkuman Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Bab 2 Kurikulum Merdeka: Taking Trips
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Desentralisasi Akomodasi untuk Pemerataan Ekonomi Wisata DIY
Pariwisata

Desentralisasi Akomodasi untuk Pemerataan Ekonomi Wisata DIY

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 April 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Yogyakarta: Menjaga Kualitas Budaya dengan Fleksibilitas Harga

Daerah Istimewa Yogyakarta terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata paling diminati di Indonesia. Tingginya jumlah kunjungan yang datang ke kota ini tidak hanya didorong oleh pesona alamnya, tetapi juga oleh perpaduan antara pelestarian budaya dan modernitas fasilitas kota. Namun, peningkatan jumlah wisatawan juga membawa tantangan baru, terutama dalam hal ketersediaan akomodasi yang strategis, terstandarisasi, dan terjangkau.

Pemerintah Daerah DIY menegaskan komitmennya untuk menjaga citra eksklusivitas budaya pariwisata daerah. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menyatakan bahwa keterjangkauan harga akomodasi bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk memperluas akses wisatawan. Namun, ia menekankan bahwa Yogyakarta tidak boleh hanya dilihat sebagai destinasi murah, tetapi harus dipertahankan sebagai destinasi budaya berkualitas dan berkelas.

Sebagai langkah konkret, Dispar DIY mendorong narasi bahwa Yogyakarta adalah value for experience, bukan sekadar low cost destination. Yang ditawarkan kepada wisatawan adalah kedalaman pengalaman budaya. Selain itu, Dispar terus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk menerapkan standardisasi dan sertifikasi kompetensi. Segmen pasar juga dipertajam dengan tidak hanya mengejar volume wisatawan, tetapi juga kualitasnya melalui pengembangan wisata minat khusus seperti wellness tourism, heritage tourism, dan experiential tourism.

Penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya pada produk fesyen, kriya, kuliner, dan pertunjukan juga dilakukan dengan pendekatan kurasi. Dengan pendekatan ini, keterjangkauan menjadi salah satu pertimbangan, tetapi pengalaman yang didapat wisatawan tetap berkelas dan berkesan mendalam.

Pengembangan Kawasan Penyangga

Terkait dengan menjamurnya akomodasi di kawasan penyangga, Imam menilai hal tersebut selaras dengan strategi desentralisasi pariwisata yang bertujuan mendistribusikan manfaat ekonomi dan mengurangi tekanan di kawasan inti. Pertumbuhan akomodasi di wilayah penyangga membuka peluang usaha baru, menyerap tenaga kerja lokal, dan menggerakkan ekonomi komunitas di luar pusat kota. Dengan semakin banyak wisatawan yang menginap di pinggiran, terjadi pergeseran pola mobilitas yang membantu mengurai kepadatan di kawasan Malioboro dan sekitarnya.

Pihaknya juga mendorong agar kawasan penyangga memiliki daya tarik tersendiri melalui desa wisata atau ajang berbasis komunitas. Pada prinsipnya, arah pembangunan pariwisata DIY adalah menuju pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional. Bukan sekadar banyaknya wisatawan, tetapi nilai ekonomi, kualitas pengalaman, dan keberlanjutan budaya yang menjadi tolok ukur utama.

Fleksibilitas dan Daya Tarik

Strategi memadukan budaya dan fleksibilitas harga ini nyatanya memberikan pengalaman emosional yang konsisten bagi para pengunjung. Risa, wisatawan asal Jakarta, mengungkapkan pengalamannya terhadap lanskap pariwisata Yogyakarta yang selalu menarik untuk dikunjungi kembali. “Jogja itu memang punya ‘magnet’ tersendiri yang susah dijelaskan dengan kata-kata. Mau sudah berkali-kali datang pun, rasanya nggak pernah bosan. Yang paling saya suka adalah perpaduan antara modernitas kota dengan kentalnya adat budaya yang masih terjaga. Jalan kaki di trotoar yang rapi, sampai keramahan warga lokalnya itu yang bikin kangen.”

Merespons dinamika wisatawan yang mencari fleksibilitas anggaran dengan tetap memperhatikan aksesibilitas, pelaku industri perhotelan terus berekspansi di titik-titik krusial penyangga Yogyakarta. Infrastruktur penginapan berbiaya rendah ini difokuskan pada lokasi yang dekat dengan pusat transportasi, perbelanjaan, dan kawasan pendidikan.

Public Relations Manager RedDoorz, Devi Febriana, menjelaskan strategi pemenuhan akomodasi di tengah ekosistem pariwisata tersebut. “Sebagai platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand, kami ingin memastikan bahwa setiap masyarakat mendapatkan kemudahan dan kenyamanan selama bepergian. Dengan kehadiran mitra RedDoorz dan berbagai brand lainnya di titik-titik strategis, kami berharap masyarakat dapat dengan mudah menemukan akomodasi yang terjangkau, berkualitas, dan sesuai kebutuhan.”

Berdasarkan data persebaran akomodasi budget di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, peta ketersediaan penginapan saat ini telah terdistribusi secara spesifik untuk menyesuaikan segmentasi pengunjung. Misalnya, di kawasan utara atau area Mlati, penginapan difokuskan untuk mengakomodasi wisatawan yang mencari akses cepat ke pusat perbelanjaan Jogja City Mall (JCM) dan jalur lingkar (Ring Road), salah satunya melalui RedDoorz near Jogja City Mall 3 yang menawarkan fasilitas standar dekat area kuliner Jalan Magelang dengan tarif mulai dari Rp138.000 per malam.

Bergeser ke kawasan timur di sekitar Jalan Laksda Adisucipto, target pasar menyasar pelancong yang membutuhkan kedekatan dengan akses bandara dan pusat gaya hidup Plaza Ambarrukmo melalui fasilitas seperti RedDoorz near Ambarrukmo Area yang mematok tarif mulai dari Rp129.675 per malam.

Kehadiran fasilitas terstandarisasi yang didukung proses check-in digital yang cepat menegaskan kesiapan infrastruktur pendukung pariwisata DIY. Kondisi tersebut menjadi indikator kuat bahwa sektor perhotelan anggaran kini terintegrasi penuh dengan kebutuhan masyarakat modern yang mengedepankan efisiensi di tengah tingginya arus kunjungan ke Kota Pelajar.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Bus AKAP Bali-Jawa Rabu 28 Oktober: Cek Lengkapnya di Sini!

2 November 2026

Vietnam Genjot Pariwisata Premium, Tambah 10.000 Kamar Hotel Mewah

1 November 2026

Pesona Tersembunyi Situ Biru Cilembang Sumedang

31 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ketika Nusron Wahid sudah 2 kali mangkir panggilan KPK, Mahfud MD: Kenapa Pak Prabowo diam?

3 November 2026

Duel Sunderland vs Brentford: Ambisi The Bees Taklukkan Stadium of Light

3 November 2026

Era Kuantum: Telkom, Danantara, BSSN, dan Peruri Bangun Ekosistem Digital

3 November 2026

Skenario Licik Dibalik Pajak McLaren Rp137 Juta Milik Mekanik Bengkel

3 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?