Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Cinta yang Patah, Wanita di Batam Ditinggalkan Setelah Kekasih Bebas
    Hukum

    Cinta yang Patah, Wanita di Batam Ditinggalkan Setelah Kekasih Bebas

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kisah Pilu Seorang Ibu di Batam yang Ditinggalkan Oleh Orang yang Pernah Dianggap Kekasih

    Di kawasan Nagoya, Batam, seorang ibu berinisial MG (36) dan anak perempuannya yang berusia 10 tahun mengalami kekecewaan besar. Mereka merasa dikhianati oleh seseorang yang sebelumnya mereka anggap sebagai kekasih. Pria tersebut adalah HM, yang sebelumnya menjalani hukuman penjara karena terlibat dalam kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal.

    Sebelumnya, MG dan HM sudah merencanakan pernikahan. Bahkan, sebelum HM masuk penjara, keduanya telah menyiapkan segala sesuatu untuk membangun rumah tangga. Namun, HM ditangkap oleh aparat kepolisian pada 19 September 2023 karena terlibat dalam jaringan penyelundupan PMI ilegal. Ia kemudian mendekam di Rutan Batam dan dihukum selama 1 tahun 3 bulan oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam.

    Selama masa tahanan HM, MG dan anaknya tetap setia. Mereka sering menjenguk HM dan membawa makanan serta kebutuhan lain yang diizinkan petugas. MG bahkan rutin memasak empat macam makanan setiap kali berkunjung ke Rutan. Selain itu, ia juga membantu mengurus beberapa keperluan HM saat di penjara.

    “Saya datang seminggu dua kali. Saya masak sampai empat macam makanan untuk dibawa ke sana. Namun sejak bebas, dia pergi begitu saja meninggalkan anak saya,” ujar MG dengan mata berkaca-kaca.

    Bagi MG, kepergian HM bukanlah masalah besar baginya. Namun bagi anaknya, kehilangan HM seperti kehilangan ayah. Anak MG selalu merindukan sosok HM. Pada momen tertentu seperti ulang tahun atau Hari Ayah, anaknya bahkan menyisihkan uang jajannya untuk membeli kue kecil dan hadiah sederhana untuk HM.

    “Anak saya, dia selalu ingin membuat HM senang,” katanya.

    Selama HM menjalani hukuman, MG juga sering membantu kebutuhan HM, mulai dari pakaian hingga makanan. Ia tidak hanya mengirim makanan, tetapi juga membantu mengurus beberapa keperluan lain yang diinginkan HM. Menurut MG, HM kerap menghubungi dan meminta bantuan saat berada di penjara. Namun, ia tidak merinci bantuan yang sering diminta HM.

    “Kalau dia susah, saya bantu. Saya yang urus beberapa keperluannya juga,” katanya.

    Bahkan, keluarga besar HM disebut pernah meminta bantuan kepada MG selama HM berada di penjara. Namun setelah HM bebas, hubungan yang sebelumnya dekat justru berubah. Komunikasi yang dulu sering terjadi mulai berkurang hingga akhirnya terputus seperti saat ini.

    Belakangan diketahui HM telah kembali ke kampung halamannya di Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Menurut MG, pesan terakhir yang diterima dari HM menyebutkan bahwa dia sudah tidak peduli lagi dengan dirinya dan anaknya.

    Dari pengakuan MG, sebelum masuk penjara, janji HM untuk merajut cinta dan membangun rumah tangga selalu ia ucapkan hingga membuat hati MG luluh penuh harap. Bahkan sebelum HM ditangkap polisi, keduanya sudah berencana menikah. Hanya tinggal menunggu surat perceraian dari suami MG sebelumnya.

    MG mengaku, ia dan HM telah tinggal bersama dalam beberapa tahun terakhir ini. Bahkan, sejak anaknya masih berusia 5 tahun hingga kini telah duduk di bangku kelas 5 SD. Kehadiran HM selama ini seolah mengisi sosok ayah bagi anaknya. Namun kenangan itu kini sirna. Anak MG kerap menangis merindukan HM.

    MG mengaku tidak menuntut apa pun dari HM. Namun ia berharap setidaknya ada sedikit rasa terima kasih atas bantuan yang pernah diberikan.

    “Saya memang bukan siapa-siapa bagi dia. Tapi waktu dia susah, saya yang bantu,” katanya.

    Hingga kini, MG hanya bisa menyimpan kenangan tentang seseorang yang dulu begitu dekat dengannya.

    Kasus PMI ilegal yang menjerat HM alias Koko terungkap setelah aparat kepolisian mengamankan sejumlah calon PMI di Batam. Perkara ini kemudian bergulir hingga ke persidangan di PN Batam, yang akhirnya memvonis terdakwa bersalah melakukan penempatan PMI secara ilegal ke luar negeri.

    Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum Samuel menjelaskan kasus ini bermula saat polisi mengamankan beberapa calon PMI yang hendak diberangkatkan ke Singapura melalui Pelabuhan Internasional Batam Center. Dari pemeriksaan para calon PMI tersebut, polisi memperoleh informasi mengenai seseorang yang diduga menjadi penyalur keberangkatan mereka.

    Berdasarkan informasi itu, polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap HM di rumahnya di sebuah perumahan di Batam Kota. Saat dilakukan penangkapan, polisi menemukan sejumlah calon PMI lainnya di rumah tersebut.

    Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim David P Sitorus menjelaskan peran terdakwa dalam jaringan tersebut. Menurut majelis hakim, HM alias Koko bertugas sebagai penyalur calon PMI yang telah berkoordinasi dengan agen di Singapura. Para calon PMI tersebut rencananya akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

    Namun berdasarkan keterangan saksi di persidangan, para calon PMI tersebut tidak mendapatkan pelatihan maupun pembekalan sebelum diberangkatkan. Hal itu dinilai tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah terkait penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.

    Majelis hakim yang terdiri dari David P Sitorus sebagai ketua serta Yona Lamerosa dan Hendri Agustian sebagai anggota, akhirnya memutuskan HM dijatuhi hukuman 1 tahun, 3 bulan penjara.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?