Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 14 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»CEO Orbbec Jadi Triliuner Berkat Penjualan Robot, Ingin Ciptakan Sensor Mirip Mata Manusia
Teknologi

CEO Orbbec Jadi Triliuner Berkat Penjualan Robot, Ingin Ciptakan Sensor Mirip Mata Manusia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com, JAKARTA – Perkembangan teknologi robotika kini mengalami transformasi yang mirip dengan perjalanan komputer pada era 80-an: masuk ke dalam rumah-rumah dan membantu kehidupan sehari-hari manusia. Salah satu tokoh yang menjadi pemenang dalam tren ini adalah Howard Huang, pendiri sekaligus CEO perusahaan Orbbec.

Orbbec didirikan pada tahun 2013 sebagai perusahaan yang berfokus pada pengembangan sensor, kamera, dan teknologi pengindraan untuk dunia robotika. Secara sederhana, Orbbec menciptakan “mata” bagi robot melalui teknologi penglihatan 3D dan algoritma AI yang canggih.

Klien-klien Orbbec mencakup berbagai perusahaan yang membuat robot mobile otomatis (AMR) untuk industri dan gudang, serta robot layanan yang ditujukan untuk pengguna akhir di rumah-rumah. Di segmen industri, beberapa perusahaan besar seperti Standard Robots dari Tiongkok dan Twinny dari Korea Selatan menggunakan jasa Orbbec. Sementara itu, di segmen robot layanan, terdapat robot pembersih dari Pudu Robotics dan Gausium dari Tiongkok, serta robot perawat lansia Robocare dari Korea Selatan.

“Kami ingin robot memiliki kemampuan penglihatan yang melampaui kemampuan manusia,” ujar Huang, menjelaskan ambisi Orbbec dalam memimpin inovasi teknologi robotika. Ia menyebutkan bahwa visi tersebut akan mendorong Orbbec menjadi pemain utama di pasar global.

Latar Belakang Howard Huang

Meski kini menjadi salah satu tokoh penting di bidang teknologi, Huang berasal dari latar belakang yang cukup sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pegawai negeri sipil, sedangkan ibunya merupakan guru sekolah menengah yang mengajar mata pelajaran matematika, politik, dan musik. Namun, dari kecil, Huang menunjukkan bakat luar biasa dalam bidang fisika, sehingga ia memilih untuk meraih gelar sarjana di Universitas Peking. Setelah itu, ia melanjutkan studi master di Universitas Nasional Singapura dan meraih gelar PhD dari Universitas Kota Hong Kong, semua dalam bidang teknik dan fokus pada sensor serta pengindraan.

Sebelum menjadi seorang wirausaha, Huang pernah menjadi peneliti di lembaga seperti Singapore-MIT Alliance for Research and Technology dan Universitas Politeknik Hong Kong. Namun, ia merasa bahwa penelitian akademis tidak memberikan dampak langsung di dunia nyata. Hal ini menjadi motivasi baginya untuk banting setir menjadi seorang founder.

Inspirasi dan Perjalanan Orbbec

Huang terinspirasi oleh film I, Robot (2004), yang dibintangi Will Smith. Film tersebut membuka wawasan baru baginya tentang potensi masa depan robotika. Dengan modal awal 10 juta yuan yang dipinjam dari empat teman SMA-nya, ia membangun produksi sensor penglihatan 3D di sebuah pabrik sewa di Pearl River Delta, Guangdong, Tiongkok.

Perjalanan Orbbec tidak selalu mulus. Awalnya, ia kesulitan menghadapi masalah arus kas, sehingga harus meminta bantuan dari kenalan-kenalannya agar bisa bertahan. Meski begitu, usaha Huang terus berkembang. Produk pertama yang diluncurkan pada 2015 adalah pemindaian 3D, diikuti oleh sensor biometrik pada 2017. Kedua produk ini membawa Orbbec ke perusahaan-perusahaan besar seperti Ant dan Oppo.

Pada saat itu, Orbbec menjadi satu-satunya perusahaan yang menawarkan sensor pengenalan wajah canggih, selain Apple. Saat itu, Apple tidak bersedia memberikan lisensi Face ID kepada perusahaan lain, termasuk kompetitor. Hal ini memberikan peluang bagi Orbbec untuk tumbuh dan menarik investor besar seperti Ant, MediaTek Ventures, dan SAIF Partners.

Teknologi dan Pasar yang Dikuasai

Spesialisasi Orbbec adalah kamera yang dapat menangkap warna dan kedalaman untuk memindai wajah dan mengidentifikasi objek, serta sensor LIDAR untuk deteksi jarak. Kedua jenis sensor ini sangat berguna dalam berbagai aplikasi robotika, termasuk robot industri, AMR, mobil tanpa pengemudi, drone, hingga robot humanoid berbasis AI.

Terkini, Orbbec telah mulai meraih laba sejak kuartal III/2025, dengan laba bersih sebesar 69 juta yuan (US$9,8 juta), naik dari kerugian sebelumnya sebesar 102 juta yuan. Pendapatan juga meningkat dua kali lipat menjadi 714 juta yuan.

Saat ini, Orbbec menjadi pesaing terdekat dari RealSense, yang memiliki klien besar seperti Unitree Robotics, Boston Dynamics, dan Agility Robotics. Namun, Orbbec tidak hanya berhenti menjadi produsen sensor. Pada 2024, Huang resmi membuka pabrik perakitan AMR dengan kapasitas produksi sekitar 100.000 robot per tahun. Pabrik kedua Orbbec sedang dibangun di Vietnam untuk menargetkan pasar internasional seperti AS.

“Saya selalu optimis tentang robotika, dan dengan munculnya AI, masa depan dalam robotika kini seluas bintang dan laut,” tutup Huang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026

Waktu luang jadi ruang kreatif untuk modifikasi skutik murah

11 Juli 2026

Harga iPhone 17e 512GB Stabil, Ini Update Terbaru iPhone 17e dan Seri iPhone 17 iBox

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?