Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 14 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Canggih! Petani Kuningan Gunakan Drone Lawan Hama di Windujanten
Teknologi

Canggih! Petani Kuningan Gunakan Drone Lawan Hama di Windujanten

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Teknologi Drone Diterapkan untuk Mengatasi Serangan Hama di Desa Windujanten

Di Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, wajah pertanian kini terlihat lebih modern dengan hadirnya teknologi drone yang digunakan oleh Brigade Proteksi Tanaman Diskatan Kuningan. Penerapan alat ini dilakukan sebagai bagian dari Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) yang bertujuan untuk mengatasi serangan hama padi secara lebih cepat dan efektif.

Penggunaan drone kali ini berfokus pada penanggulangan serangan bakteri Bacterial Leaf Blight atau penyakit kresek yang mengancam 10 hektare sawah milik Kelompok Tani Sri Dewi 3. Langkah ini dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, yang tidak hanya sekadar mencoba inovasi, tetapi benar-benar memperkuat upaya perlindungan tanaman.

Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, turun langsung memantau proses penyemprotan menggunakan drone. Ia menjelaskan bahwa penggunaan teknologi ini jauh lebih hemat biaya dibandingkan metode manual. Biaya penyemprotan drone hanya sebesar Rp250 ribu per hektare, sedangkan jika dilakukan secara manual bisa mencapai Rp700 ribu per hektare.

“Selain lebih merata, drone juga menjadi solusi ideal dalam menangani lahan yang luas dan harus segera diselamatkan dari ancaman hama,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada teknis, Kadiskatan juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para petani. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi tentang Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Ia menekankan pentingnya tidak hanya bergantung pada pestisida, tetapi juga melakukan pengamatan rutin terhadap tanaman.

“Penggunaan obat-obatan kimia harus bijak dan sesuai dosis agar hama tidak kebal atau merusak ekosistem sawah,” tambahnya.

Aksi Diskatan Kuningan tidak hanya terbatas di Desa Windujanten. Tim mereka juga bergerak serentak di empat lokasi lainnya. Misalnya, di Ciawigebang, tim melakukan perburuan tikus, sementara di Kecamatan Subang, mereka menangkal wereng cokelat. Total area yang dikerjakan mencapai puluhan hektare.

Wahyu menegaskan bahwa tindakan cepat ini dilakukan sebagai respons atas laporan para petani yang khawatir hasil panen mereka akan anjlok. Ia menekankan bahwa penanganan hama tidak boleh ditunda dan harus sesuai dengan kondisi spesifik di setiap lokasi.

Diskatan Kuningan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan setelah penyemprotan selesai. Langkah pengawasan ini menjadi prioritas utama demi menjaga stok beras dan ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan tetap aman dan terkendali.

Manfaat Penggunaan Drone dalam Pengendalian Hama

  • Biaya Lebih Hemat

    Penggunaan drone mengurangi biaya penyemprotan hingga 64% dibandingkan metode manual.

  • Presisi Tinggi

    Drone mampu menyisir lahan dengan akurasi tinggi, sehingga semua area terlindungi secara merata.

  • Efisiensi Waktu

    Proses penyemprotan lebih cepat, terutama untuk lahan yang luas.

  • Ramah Lingkungan

    Penggunaan bahan kimia lebih tepat dan sesuai dosis, sehingga minim dampak negatif pada ekosistem.

Peran Petani dalam Pengendalian Hama

  • Pengamatan Rutin

    Petani diminta untuk selalu memantau kondisi tanaman secara berkala.

  • Penggunaan Pestisida Secara Bijak

    Hanya gunakan bahan kimia jika diperlukan dan sesuai rekomendasi ahli.

  • Edukasi dan Kolaborasi

    Petani diajak untuk bekerja sama dengan dinas dan mengikuti program pelatihan yang tersedia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026

Waktu luang jadi ruang kreatif untuk modifikasi skutik murah

11 Juli 2026

Harga iPhone 17e 512GB Stabil, Ini Update Terbaru iPhone 17e dan Seri iPhone 17 iBox

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?