Kesuksesan Arsenal yang Mengakhiri Penantian 22 Tahun
Bukayo Saka tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia setelah Arsenal memastikan gelar Liga Premier pertama mereka sejak 2004. Winger andalan The Gunners itu juga melontarkan balasan untuk para pengkritik yang selama ini meragukan timnya.
Arsenal resmi menjadi juara setelah Manchester City hanya bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth di Vitality Stadium. Hasil tersebut memastikan The Gunners tak lagi bisa dikejar di puncak klasemen dengan satu laga tersisa.
Begitu peluit akhir berbunyi, suasana di London Colney langsung berubah menjadi pesta besar. Para pemain dan staf Arsenal yang menyaksikan pertandingan bersama-sama langsung merayakan keberhasilan mengakhiri penantian 22 tahun tanpa gelar liga.
Euforia juga terasa di sekitar Emirates Stadium. Ribuan suporter berkumpul di luar stadion sambil menyalakan flare, suar, dan kembang api untuk merayakan momen bersejarah tersebut.
Legenda klub Ian Wright bahkan ikut turun langsung ke tengah kerumunan fans dan disambut meriah oleh para pendukung Arsenal yang larut dalam suasana pesta. Keberhasilan ini terasa makin spesial karena Arsenal sempat mendapat banyak sindiran sepanjang musim.
Setelah kalah 2-1 dari Manchester City pada 19 April lalu, banyak pihak menganggap mereka kembali mengemas botol alias gagal mempertahankan posisi puncak klasemen dalam perebutan gelar. Namun Arsenal berhasil membungkam semua kritik itu dengan cara sempurna.
Mereka bangkit lewat empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan, sementara City justru kehilangan poin penting saat menghadapi Everton dan Bournemouth.
Di tengah perayaan tersebut, muncul video yang diunggah Jurrien Timber di Instagram. Dalam rekaman itu, Arteta memasang trofi Liga Premier berwarna hitam di markas latihan klub.
”Nyalakan itu. Izinkan saya mengatakan sesuatu. Dua puluh dua tahun, 22 tahun. Ada tawa, ada candaan, mereka tidak tertawa lagi. Lihat, ini akan bersinar, akan bersinar terang,” kata Saka.
Ucapan Saka langsung ramai dibicarakan fans karena dianggap sebagai jawaban telak untuk semua ejekan yang selama ini diarahkan kepada Arsenal. Tak cuma Saka, Myles Lewis-Skelly juga ikut menyindir para haters lewat unggahan Instagram Story sambil memegang botol sampanye.
“Mereka menyebut kami pengemas botol. Dan sekarang kami memegang botolnya,” kata Lewis-Skelly.
Sindiran tersebut jelas merujuk pada ejekan yang kerap diterima Arsenal dalam beberapa musim terakhir ketika mereka gagal menjaga konsistensi di akhir musim.
Pesta para pemain bahkan berlanjut sampai ke Emirates Stadium pada dini hari. Eberechi Eze mengunggah foto bersama Declan Rice, Timber, dan Saka di luar stadion, lengkap dengan botol bertema Arsenal sebagai sindiran tambahan untuk para pengkritik klub.
Declan Rice juga ikut meramaikan suasana lewat unggahan media sosialnya. Gelandang Inggris itu sebelumnya sempat mengatakan kepada rekan-rekannya setelah kekalahan dari City. ”Ini belum selesai,” ucap dia.
Kini, setelah Arsenal benar-benar menjadi juara, Rice mengunggah foto dari tempat latihan dengan caption singkat. ”Sudah kubilang… ini sudah selesai,” ujar dia.
Mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger, turut hadir dalam unggahan perayaan klub. Pria asal Prancis yang membawa Arsenal meraih tiga gelar Liga Premier itu memberikan pesan emosional kepada generasi baru The Gunners.
”Kalian berhasil. Juara terus maju ketika yang lain berhenti. Ini adalah waktu kalian. Sekarang, teruslah maju dan nikmati setiap momennya,” tandas Wenger.
Ucapan selamat juga datang dari Pep Guardiola. Manajer Manchester City itu memberikan penghormatan kepada Mikel Arteta, mantan asistennya yang kini sukses membawa Arsenal kembali ke puncak sepak bola Inggris.
”Atas nama seluruh jajaran Manchester City, kami mengucapkan selamat kepada Mikel dan seluruh staf, pemain, serta penggemar atas kemenangan di Premier League. Mereka pantas mendapatkannya, atas kerja keras dan usaha yang telah mereka curahkan,” ucap Pep.
Arsenal akan menerima trofi Liga Premier setelah pertandingan terakhir musim ini melawan Crystal Palace. Namun perjalanan mereka belum selesai. The Gunners kini memburu sejarah yang lebih besar lagi saat bersiap menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions pada 30 Mei.



