Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Ragam»Hobi»Buat Peralatan Keramik dari Tanah Liat, Aktivitas Menyenangkan bagi Anak Muda Berau
    Hobi

    Buat Peralatan Keramik dari Tanah Liat, Aktivitas Menyenangkan bagi Anak Muda Berau

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Aktivitas Kreatif yang Menginspirasi Anak Muda Berau

    Pottery Class atau kelas keramik menjadi salah satu aktivitas yang menarik minat anak muda di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peserta mengikuti kegiatan ini di salah satu kafe setempat. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menjadi ajang bertemu dengan sesama yang memiliki minat serupa.

    Rakan salah satu peserta menyebutkan bahwa Pottery Class merupakan aktivitas positif yang menyenangkan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memungkinkan peserta untuk saling berbagi antusiasme dan memperluas jaringan pertemanan.

    “Kita ketemu dengan sesama peserta yang saling antusias, sehingga menambah kenalan yang menyukai aktivitas di bidang yang serupa seperti workshop yang satu ini,” ujarnya.

    Ia mengakui bahwa sebelumnya pernah mengikuti kegiatan clay di Yogyakarta, namun baru kali ini merasakan suasana Pottery Class di Kabupaten Berau. “Kalau di Kabupaten Berau ini pertama kali aku ikut. Workshop kemarin aku bikin tray untuk incense stick holder,” tambahnya.

    Selama workshop, para peserta diberikan seluruh bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Beberapa peserta memilih membuat wadah sederhana, sementara yang lain mencoba bentuk unik sesuai imajinasi masing-masing. Menurut Desy Prasetyowati, penggagas Clayland, kebanyakan peserta memilih membuat piring dan tempat aksesoris, jarang yang membuat gelas. Ada juga yang membuat kalender yang life time sama figur.

    Teknik Handbuilding yang Mudah Diikuti

    Desy menjelaskan bahwa Pottery Class dilakukan selama dua hari karena jumlah peserta yang ikut mencapai 18 orang. Ia memilih teknik handbuilding, seperti teknik pinching dan slab, yang dinilai lebih mudah diikuti oleh peserta. Teknik ini memungkinkan peserta untuk membentuk tanah liat secara manual tanpa memerlukan alat khusus.

    Setelah tanah liat dibentuk, ia dibiarkan mengering sebelum melalui proses glazing dan pembakaran. Proses ini membutuhkan beberapa hari hingga agak kering. Setelah itu, tanah liat diberi glazing (pelapisan glasir) lalu dibakar. Ada dua kali proses pembakaran yang dilakukan, selama 8-10 jam dengan suhu tinggi agar keramik kuat dan aman digunakan.

    Proses Pembakaran di Solo dan Pengiriman Hasil

    Proses pembakaran sendiri dilakukan di Solo karena keterbatasan fasilitas di Berau. Hal ini membuat hasil keramik perlu dikirim kembali ke Berau dengan estimasi waktu sekitar tiga hingga empat minggu. Meski prosesnya memakan waktu, banyak peserta mengaku senang dengan hasil akhir dari karya mereka.

    Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar teknik keramik, tetapi juga membangun komunitas yang saling mendukung. Bagi peserta, Pottery Class menjadi cara untuk mengekspresikan kreativitas dan menghabiskan waktu bersama teman-teman yang memiliki minat serupa.

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak anak muda Berau yang tertarik untuk mengeksplorasi seni keramik dan mengembangkan bakat mereka di bidang ini.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

    31 August 2026

    Shopee Rayakan 9.9 Super Shopping Day Bersama Naykilla dan Tenxi

    31 August 2026

    Komentar deras! Iklan Shopee bersama Naykilla & Tenxi jadi sorotan netizen

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?