Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Februari 2026
Trending
  • Orang yang Sering Gunakan Emoji Punya 6 Kepribadian Ini, Menurut Psikologi
  • Membangun Kepercayaan dari Nol untuk Brand Baru
  • Kronologi Jenazah Siswa SMP Ditemukan Saat Syuting Konten Horor, Motif Pelaku Terungkap
  • Tindakan Polsek Tayan Hulu Atasi Pencemaran Air Sungai
  • Resmi! Rizky Ridho Jadi Tumbal Kemenangan Persija Jakarta Atas Bali United, Absen Lawan PSM Makassar
  • 5 Bus Bandung–Denpasar Nyaman dan Murah, Pilihan Terbaik Perjalanan Darat ke Bali
  • Renungan Katolik Hari Ini: Hidup sebagai Berkat
  • Profil Geni Faruk, Biodata dan Fakta Menarik Ibu Atta Halilintar yang Viral Isu Pilih Kasih
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Buat Peralatan Keramik dari Tanah Liat, Aktivitas Menyenangkan bagi Anak Muda Berau
Hobi

Buat Peralatan Keramik dari Tanah Liat, Aktivitas Menyenangkan bagi Anak Muda Berau

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Aktivitas Kreatif yang Menginspirasi Anak Muda Berau

Pottery Class atau kelas keramik menjadi salah satu aktivitas yang menarik minat anak muda di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peserta mengikuti kegiatan ini di salah satu kafe setempat. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menjadi ajang bertemu dengan sesama yang memiliki minat serupa.

Rakan salah satu peserta menyebutkan bahwa Pottery Class merupakan aktivitas positif yang menyenangkan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memungkinkan peserta untuk saling berbagi antusiasme dan memperluas jaringan pertemanan.

“Kita ketemu dengan sesama peserta yang saling antusias, sehingga menambah kenalan yang menyukai aktivitas di bidang yang serupa seperti workshop yang satu ini,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa sebelumnya pernah mengikuti kegiatan clay di Yogyakarta, namun baru kali ini merasakan suasana Pottery Class di Kabupaten Berau. “Kalau di Kabupaten Berau ini pertama kali aku ikut. Workshop kemarin aku bikin tray untuk incense stick holder,” tambahnya.

Selama workshop, para peserta diberikan seluruh bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Beberapa peserta memilih membuat wadah sederhana, sementara yang lain mencoba bentuk unik sesuai imajinasi masing-masing. Menurut Desy Prasetyowati, penggagas Clayland, kebanyakan peserta memilih membuat piring dan tempat aksesoris, jarang yang membuat gelas. Ada juga yang membuat kalender yang life time sama figur.

Teknik Handbuilding yang Mudah Diikuti

Desy menjelaskan bahwa Pottery Class dilakukan selama dua hari karena jumlah peserta yang ikut mencapai 18 orang. Ia memilih teknik handbuilding, seperti teknik pinching dan slab, yang dinilai lebih mudah diikuti oleh peserta. Teknik ini memungkinkan peserta untuk membentuk tanah liat secara manual tanpa memerlukan alat khusus.

Setelah tanah liat dibentuk, ia dibiarkan mengering sebelum melalui proses glazing dan pembakaran. Proses ini membutuhkan beberapa hari hingga agak kering. Setelah itu, tanah liat diberi glazing (pelapisan glasir) lalu dibakar. Ada dua kali proses pembakaran yang dilakukan, selama 8-10 jam dengan suhu tinggi agar keramik kuat dan aman digunakan.

Proses Pembakaran di Solo dan Pengiriman Hasil

Proses pembakaran sendiri dilakukan di Solo karena keterbatasan fasilitas di Berau. Hal ini membuat hasil keramik perlu dikirim kembali ke Berau dengan estimasi waktu sekitar tiga hingga empat minggu. Meski prosesnya memakan waktu, banyak peserta mengaku senang dengan hasil akhir dari karya mereka.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar teknik keramik, tetapi juga membangun komunitas yang saling mendukung. Bagi peserta, Pottery Class menjadi cara untuk mengekspresikan kreativitas dan menghabiskan waktu bersama teman-teman yang memiliki minat serupa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak anak muda Berau yang tertarik untuk mengeksplorasi seni keramik dan mengembangkan bakat mereka di bidang ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Balas Dendam Masa Kecil, Luki Permana Kumpulkan Ribuan Barang Vintage

17 Februari 2026

9 ide aktivitas romantis untuk pacar tanpa biaya mahal

16 Februari 2026

5 Alasan Realistis Mengapa Tidak Semua Hobi Bisa Jadi Penghasilan

14 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Orang yang Sering Gunakan Emoji Punya 6 Kepribadian Ini, Menurut Psikologi

19 Februari 2026

Membangun Kepercayaan dari Nol untuk Brand Baru

19 Februari 2026

Kronologi Jenazah Siswa SMP Ditemukan Saat Syuting Konten Horor, Motif Pelaku Terungkap

19 Februari 2026

Tindakan Polsek Tayan Hulu Atasi Pencemaran Air Sungai

19 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?