Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 17 Maret 2026
Trending
  • Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM
  • Menteri Luar Negeri Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata dari AS-Israel, Ini Alasannya
  • Limbah Elektronik Global Beredar Tanpa Pengawasan
  • Saham Indeks KOMPAS100 Masih Layak Diperhatikan
  • Awal Mula Kasus Bibi Kelinci: CCTV Pencurian di Restoran Jadi Bukti Tersangka
  • THR 2026 Dipotong Pajak? Ini Penjelasan DJP dan Besarannya
  • Performa menurun, masa depan Phil Foden di Man City dan Piala Dunia 2026 dipertanyakan
  • Sejak 28 Februari, 14.796 Jemaah Umrah Kembali ke RI: 352 Jemaah Baru Tiba
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Bisa Tumbuh Sehat Meski Alergi Susu, Ini Kunci Penanganannya
Nasional

Bisa Tumbuh Sehat Meski Alergi Susu, Ini Kunci Penanganannya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Juli 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link


Indonesia Discover

Anak balita yang mengalami alergi susu sapi sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, terutama soal asupan nutrisi dan tumbuh kembangnya.

Namun, alergi bukan berarti akhir dari pertumbuhan yang sehat. Dengan penanganan yang tepat, mulai dari pengenalan gejala, diagnosis, pemilihan susu pengganti yang sesuai, hingga pemantauan rutin, bayi dengan alergi susu sapi tetap bisa tumbuh optimal, aktif, dan sehat.

Ryu Kintaro (10), Youtuber cilik yang terkenal dengan bisnis kafe jamu, termasuk dalam anak yang terlahir dengan alergi susu sapi.

“Kata mama waktu kecil aku sering gatal-gatal, perutnya tidak enak, dan sering terbangun di malam hari. Papa-mama sudah mencoba segala cara, sampai aku juga dikasih jamu pahit,” ujarnya dalam acara konferensi pers Soyalympic Door of Future 2025 yang diadakan oleh Morinaga Soya di Jakarta (3/7/2025).

Gejala alergi susu sapi akan terlihat pada tiga organ tubuh anak, yaitu pada saluran pernapasan, kulit, dan saluran pencernaan.

Akibatnya anak menjadi sering batuk pilek, kulit gatal-gatal dan kemerahan, serta anak mengalami diare setelah mengonsumsi susu sapi.

Ryu mengatakan, setelah dibawa ke berbagai dokter oleh orangtuanya akhirnya dokter mendiagnosisnya dengan alergi susu sapi. Dengan penanganan yang tepat, termasuk mengganti susunya dengan susu alergi, Ryu kini tumbuh sehat dan cerdas.

Dijelaskan oleh Prof. Prof.Budi Setabudiawan Sp.A(K), alergi susu sapi yang dialami oleh bayi secara alami memang akan menghilang seiring bertambahnya usia anak.

“Pada tahun pertama sekitar 40-50 persen anak yang alergi tidak sensitif protein susu lagi, di tahun keempat sekitar 90 persen, dan di usia lima tahun anak-anak yang tadinya sensitif sudah hilang,” ujarnya dalam acara media edukasi yang diadakan oleh Morinaga Soya di Jakarta (3/7/2025).

Meski alergi susu sapi pada anak akan hilang, tetapi menurut Prof.Budi, bakat alerginya tetap ada.

Nutrisi susu soya

Jika alergi susu sapi pada bayi tidak ditangani dengan benar, kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup dan tumbuh kembang karena anak bisa kekurangan nutrisi.

Pada bayi usia kurang dari 6 bulan, Prof.Budi menyarankan pemberian ASI eksklusif.

“Tetapi selama menyusui ibunya tidak boleh mengonsumsi produk susu dan turunannya. Apabila seorang anak tidak beruntung mendapatkan ASI, berarti susu formula yang standar harus diganti dengan formula yang khusus,” paparnya.

Sementara itu, pemberian susu formula soya bisa menjadi alternatif bagi orangtua karena harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan susu formula hidrolisa ekstensif atau asam amino.

Prof.Budi juga menampik anggapan masyarakat bahwa susu formula soya memiliki kandungan gizi yang rendah.

“Kalau susu formula soya yang sudah dipasaran dan mendapat izin BPOM maka kandungannya sudah standar dan memenuhi syarat-syarat untuk kebutuhan anak. Formula soya juga mengandung kalori, protein, vitamin, dan nutrisi lain,” paparnya.

Ditambahkan oleh Brand Manager Morinaga Soya, Betzylia Wahyuningsih, produk susu formula soya juga diformulasikan dengan nutrisi sehingga tumbuh kembang anak yang alergi jadi optimal.

“Seperti Morinaga soya yang memiliki kandungan DHA yang paling tinggi, lalu ada probiotik atau bakteri baik untuk daya tahan si kecil, serta ditambahkan asam amino tertentu sehingga lebih lengkap. Tak kalah penting kandungan gulanya juga rendah,” ujarnya.

Diet dan Nutrisi Kesehatan Kondisi dan penyakit medis manfaat kesehatan Penyakit
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Awal Mula Kasus Bibi Kelinci: CCTV Pencurian di Restoran Jadi Bukti Tersangka

17 Maret 2026

Saham Indeks KOMPAS100 Masih Layak Diperhatikan

17 Maret 2026

Ayatollah Mojtaba Khamenei Terpilih Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump Anggap Tak Berarti

17 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM

17 Maret 2026

Menteri Luar Negeri Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata dari AS-Israel, Ini Alasannya

17 Maret 2026

Limbah Elektronik Global Beredar Tanpa Pengawasan

17 Maret 2026

Saham Indeks KOMPAS100 Masih Layak Diperhatikan

17 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?