Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 13 October 2026
Trending
  • ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak
  • 7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi
  • 7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi
  • Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI
  • 7 alasan seseorang ingin mengubah pasangan ke arah yang lebih baik menurut psikologi
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Bertemu Prabowo, Peneliti BRIN Bahas Pilkada Tak Langsung
Politik

Bertemu Prabowo, Peneliti BRIN Bahas Pilkada Tak Langsung

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 February 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Presiden Prabowo Subianto dilaporkan mengundang sejumlah tokoh nasional yang dianggap kritis ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Jumat (30/1/2026). Pertemuan tertutup tersebut membahas berbagai isu penting, salah satunya adalah wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) secara tidak langsung melalui dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD).

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Siti Zuhro, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, membenarkan adanya pembahasan mengenai pilkada via DPRD. Menurutnya, wacana ini bukan hanya didasarkan pada biaya tinggi, tetapi juga terkait esensi dari sistem pilkada itu sendiri.

“Saya menyampaikan bahwa pilkada bisa dilakukan secara tidak langsung, bukan semata-mata karena masalah biaya atau politik uang,” kata Siti saat dihubungi. Ia menegaskan bahwa pilkada tidak langsung sangat mungkin dilakukan, meski tidak harus seperti yang pernah terjadi di masa Orde Baru.

“Tentu tidak seperti DPRD zaman dulu, tapi bagaimana agar aturan itu diadendum sehingga masyarakat sipil tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Siti Zuhro menekankan bahwa pemerintah perlu menjelaskan tolok ukur apabila ingin mengubah sistem pilkada. Masyarakat harus memahami bahwa hak politik mereka tidak akan hilang jika mekanisme pilkada diubah menjadi tidak langsung.

Ia memberikan beberapa opsi kepada Presiden Prabowo terkait langkah-langkah yang perlu diambil. Jika pilkada tetap dilakukan secara langsung, maka partai politik harus tetap konsisten sebagai peserta. Selain itu, stakeholder perlu memiliki perspektif yang sama agar pemerintahan efektif dan program rakyat dapat dieksekusi dengan baik.

“Opsi yang saya berikan, kalau Pilkada Langsung, partai politiknya harus firm sebagai pesertanya. Lalu stakeholders harus memiliki kesamaan perspektif agar pemerintahan yang efektif, ada keberpihakan pemda untuk mengeksekusi program rakyat, bukan sebaliknya, OTT (operasi tangkap tangan),” ujarnya.

Menurut Siti, hingga saat ini terdapat 457 kasus OTT yang terjadi di Indonesia selama pilkada langsung digelar. Kasus korupsi yang marak menjerat kepala daerah menunjukkan bahwa sistem pilkada langsung belum sepenuhnya efektif, karena justru merusak tatanan masyarakat dan birokrasi.

Pilkada yang digelar sejak 2001 bertujuan untuk desentralisasi kekuasaan. Tujuan utamanya adalah kemunculan kluster ekonomi baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah.

Siti menilai bahwa Presiden Prabowo ingin pembangunan nasional memiliki keterkaitan dengan pembangunan daerah. Namun, selama ini pembangunan di daerah sering kali bertentangan dengan agenda nasional.

“Bayangan Pak Presiden, mestinya menjadi satu kesatuan yang kontinum antara pembangunan nasional dan daerah. Makanya kenapa kabinet kemarin dimagelangkan (retret Magelang), untuk menyamakan perspektif tadi itu,” katanya.

Siti mengatakan bahwa Indonesia telah menerapkan desentralisasi selama 25 tahun. Namun, hanya sedikit daerah yang mengalami kemajuan. Hingga saat ini, kurang dari 50 persen daerah mencapai perkembangan yang signifikan.

Mengenai kesimpulan soal mekanisme pilkada, Siti menyatakan bahwa Presiden Prabowo tidak menyampaikan pilihan mana yang akan diambil. Namun, ia meminta pemerintah memberikan penjelasan yang jelas tentang mekanisme pilkada yang akan diterapkan.

“Tidak bicara (kesimpulan). Cuma saya mengatakan, mohon memberikan penjelasan mengapa Pilkada langsung itu perlu dievaluasi secara kritis. Lalu seandainya ada opsi melalui DPRD yang seperti apa? Tidak mungkin kan yang baheula kan gitu?” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 August 2026

Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

31 August 2026

Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak

13 October 2026

7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi

12 October 2026

7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi

12 October 2026

Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI

12 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?