Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 8 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Ragam»Teknologi»Belajar dari Legenda, Hasan Kadir Warisi Keterampilan Membran
    Teknologi

    Belajar dari Legenda, Hasan Kadir Warisi Keterampilan Membran

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 June 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Warisan Keahlian Pemasangan Membran Rapai Pase yang Menghidupkan Budaya Aceh Utara

    Hasan Kadir, seorang ahli pemasangan membran rapai dari Aceh Utara, mewarisi keahlian langka dari sang legenda Utoh Muhammad Diyah. Proses pembuatan membran ini melibatkan teknik rumit yang mencakup pengolahan kulit sapi lokal hingga penggunaan material kayu laban. Keahlian ini menjadi krusial bagi berbagai grup musik tradisional di Aceh Utara dalam persiapan kompetisi budaya.

    Selain aspek teknis, terdapat unsur ritual adat yang masih dipertahankan dalam proses pemasangan alat musik tersebut. Hasan Kadir, anak kedua dari empat bersaudara pasangan Kadir dan Rupiah, berasal dari Desa Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Ia telah puluhan tahun dikenal sebagai ahli pemasangan membran rapai yang menggunakan kulit sapi lokal Aceh yang telah melalui proses penjemuran dan pengasapan panjang.

    Keahliannya membuat berbagai kelompok rapai dari sejumlah daerah mempercayakan pemasangan membran kepadanya, termasuk grup rapai dari Matang Kupula (Aceh Timur), Kemukiman Buwah (Aceh Utara), Kemukiman Geulumpang Tujoh (Matangkuli), Desa Peureupok (Syamtalira Aron), serta berbagai grup lainnya di Aceh Utara.

    “Pada 2025 menjelang Agustus, saya menerima banyak pemasangan kulit rapai dari Syamtalira Aron, ada puluhan saat itu,” kata Hasan kepada Indonesiadiscover.com di sebuah warung kopi kawasan Syamtalira Aron.

    Menurutnya, saat itu banyak grup rapai mempersiapkan diri mengikuti lomba Meu Uroh dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Proses Pemasangan yang Rumit

    Memasang membran rapai bukan pekerjaan sederhana. Salah satu komponen penting adalah bingke, yaitu lingkaran bambu untuk merekatkan kulit sapi pada bagian muka rapai. Bambu terlebih dahulu direndam sekitar 10 hari, lalu diasapi selama 10 hari hingga kuat dan lentur. Selain itu digunakan pateng atau pasak dari kayu laban yang dipilih karena keras, tahan air, dan tahan rayap. Ada juga nuga, alat dari kayu untuk memukul atau mengetuk pasak.

    “Untuk memasang satu membran rapai dibutuhkan minimal tiga orang dan waktu sekitar satu hari penuh,” ujar Hasan. Pekerjaan biasanya dilakukan di tanah padat agar 12 pasak yang ditancapkan mampu menahan tarikan kulit selama proses pengencangan.

    Kualitas Kulit Menentukan Suara

    Menurut Hasan, setiap rapai memiliki karakter berbeda, sehingga jenis kulit sapi yang digunakan juga harus disesuaikan agar menghasilkan suara yang tepat. Ia juga menekankan pentingnya proses pemilihan sapi. Sapi lokal Aceh dengan bulu halus menjadi pilihan utama. Bahkan, pola makan sapi turut diperhatikan karena berpengaruh pada kualitas kulit.

    “Kalau lembu makan pakan buatan, kualitas kulitnya biasanya kurang bagus. Saat dijadikan membran, kulitnya seperti karet dan tidak bagus ketika ditabuh,” katanya. Sapi yang dipilih umumnya berbobot 100–120 kilogram, dengan kulit mencapai 22–24 kilogram. Setelah disembelih, pengulitan harus dilakukan sangat hati-hati karena goresan kecil dapat merusak kualitas membran.

    Kulit kemudian dijemur sekitar satu bulan, dilanjutkan pengasapan selama enam bulan. Setelah itu, bulu dibersihkan menggunakan pelepah kelapa yang diruncingkan dengan bantuan pasir sebagai penggosok hingga bersih.

    Pengalaman Unik dan Unsur Ritual

    Selama puluhan tahun bekerja, Hasan pernah mengalami kejadian tak biasa saat pemasangan membran pada salah satu rapai milik grup ternama. Setelah pemasangan selesai, kulit rapai tiba-tiba terlepas dan seluruh pasak terangkat. Belakangan ia mengetahui bahwa pemasangan tersebut seharusnya didahului ritual tertentu. Setelah dilakukan ritual dan penyembelihan ayam di dalam baloh rapai, proses pemasangan kembali dilakukan dan berjalan lancar.

    “Saya sendiri terkejut waktu itu. Setelah ritual dilakukan, baru pemasangan berhasil,” kenangnya.

    Upah dan Warisan Keahlian

    Hasan mulai menekuni pemasangan membran Rapai Pase dan Rapai Geleng sejak usia sekitar 40 tahun. Untuk setiap pemasangan, ia menerima upah antara Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per rapai. Keahlian tersebut ia peroleh dari mertuanya, almarhum Utoh Muhammad Diyah, yang dikenal sebagai salah satu legenda perajin Rapai Pase di Aceh Utara. Diyah bersama beberapa warga Lapang pernah memproduksi 14 unit rapai sebelum tsunami Aceh sekitar tahun 2002.

    Kini, dengan semakin sedikitnya generasi yang menguasai teknik ini, Hasan tetap bertahan. Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjaga kelangsungan warisan budaya Rapai Pase yang telah hidup ratusan tahun di Tanah Pase.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

    25 August 2026

    30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

    25 August 2026

    Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

    25 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?