Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 28 Januari 2026
Trending
  • Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra
  • Herdman Ungkap Dua Pemain Baru Usai Pantau Super League
  • Prabowo cabut izin 28 perusahaan penyebab banjir Sumatra, nasib karyawan?
  • 9 wakil Indonesia mulai perjuangan di hari pertama Thailand Masters 2026
  • Di Pengadilan Ambon, Petrus Fatlolon Siap Ungkap Dugaan Pemerasan di Balik Penegak Hukum
  • Nutrijell Perkenalkan ‘House of Jelly’ di KidZania Jakarta, Edukasi Profesi Chef Kue untuk Anak dan Keluarga
  • Basarnas: Pergerakan Smartwatch Buktikan Farhan Masih Hidup
  • Shin Tae Yong Bocorkan Tekanan dan Konflik di Balik Layar Timnas dalam Podcast
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Basarnas: Pergerakan Smartwatch Buktikan Farhan Masih Hidup
Hukum

Basarnas: Pergerakan Smartwatch Buktikan Farhan Masih Hidup

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penjelasan Basarnas Mengenai Data Smartwatch Farhan Gunawan

Basarnas memberikan penjelasan terkait data yang tercatat di smartwatch milik Co-pilot Farhan Gunawan. Menurut Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, data tersebut merupakan rekaman lama yang tidak terkait dengan kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang terjadi di Gunung Bulusaraung, Sabtu (17/1/2026). Dugaan bahwa Farhan masih hidup akibat deteksi langkah kaki pada perangkat tersebut tidak terbukti.

Farhan adalah salah satu dari 10 penumpang pesawat ATR 42-500 yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran dari keluarga pacar korban, yang menduga bahwa Co-pilot tersebut masih hidup karena adanya aktivitas langkah kaki yang terekam di smartwatch miliknya.

Namun, Syafii menjelaskan bahwa rekaman tersebut bukan berasal dari waktu setelah kecelakaan, melainkan jauh sebelum insiden terjadi. Ia menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Polda Sulawesi Selatan serta Tim Siber untuk memverifikasi informasi tersebut. Hasilnya, diketahui bahwa rekaman itu berasal dari beberapa bulan lalu ketika Farhan sedang berjalan-jalan di Jogja.

“Kami dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan, bahkan Tim Siber ikut juga, ini setelah dikonfirmasi ternyata itu adalah rekaman beberapa bulan yang lalu pada saat yang bersangkutan jalan-jalan di Jogja,” ujar Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Syafii menegaskan bahwa klarifikasi ini telah disampaikan langsung kepada pihak keluarga korban. Menurutnya, keluarga sudah memahami penjelasan yang diberikan oleh Basarnas. “Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast,” tambahnya.

Proses Pencarian dan Evakuasi Korban Masih Berlangsung

Meskipun ada dugaan yang tidak benar, Basarnas tetap memastikan proses pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan. Mereka berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi. Namun, operasi SAR menghadapi tantangan berat karena lokasi kejadian berada di kawasan pegunungan dengan kondisi ekstrem.

Medan yang sulit seperti tebing terjal dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung setinggi lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut menjadi hambatan utama. Selama empat hari pelaksanaan operasi SAR, tim gabungan harus menggunakan metode khusus baik melalui jalur darat maupun dukungan udara menggunakan helikopter serta pesawat Caracal.

“Tantangan terbesar adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” ucap Syafii.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan keselamatan seluruh personel gabungan yang masih bertugas dalam upaya pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep–Maros, Sulawesi Selatan.

Permintaan Keluarga kepada Presiden Prabowo Subianto

Sebelumnya, keluarga Farhan Gunawan memohon bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto. Permintaan ini muncul setelah smartwatch milik Farhan terdeteksi masih aktif dan mencatat sekitar 13 ribu langkah. Hal ini disampaikan oleh seorang perempuan yang mengaku sebagai kakak dari Dian, kekasih Farhan.

Menurutnya, ponsel Farhan telah ditemukan oleh tim SAR di kawasan hutan dan kemudian diserahkan kepada Dian. Menariknya, ponsel tersebut masih tersambung dengan jam tangan pintar yang dikenakan Farhan. Dari data di perangkat itu, terlihat adanya catatan aktivitas langkah kaki.

“Nah, hapenya itu terhubung ke smartwatch-nya. Ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan,” ujarnya dalam video tersebut.

Pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WITA, tercatat sejumlah langkah kaki, dan jumlah tersebut terus bertambah cukup signifikan hingga malam hari. Berdasarkan temuan itu, pihak keluarga meminta Presiden Prabowo agar mengerahkan tambahan personel SAR. Mereka berharap kepala negara dapat membantu menyelamatkan Farhan.

“Dari pagi jam 6 ada beberapa langkah, terus ditambah lagi jam 10 sampai malam juga ada.”

“Saya mohon sekali Pak Presiden Prabowo Subianto, selamatkan Farhan pak,” pintanya sambil terisak.

Profil Co Pilot Farhan Gunawan

Muhammad Farhan Gunawan lahir di Desa Malili, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Capt Gunawan dan Hj Indah. Farhan memiliki dua adik yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Gigi Unhas dan SMA Telkom.

Di luar itu, Farhan memiliki latar belakang pendidikan yang cukup cemerlang sebagai lulusan SMA Athirah 1 Makassar. Ia dikenal aktif berorganisasi dengan pernah menjabat sebagai Ketua OSIS baik di tingkat SMP maupun SMA.

Karier penerbangannya dimulai dengan menempuh pendidikan di berbagai sekolah aviasi ternama. Ia tercatat pernah menempuh pendidikan Private Pilot License di Deraya Flying School pada periode 2018 hingga 2019, kemudian melanjutkan Commercial Pilot License di Indonesia Civil Pilot Academy hingga Oktober 2020.

Tak hanya itu, Farhan juga memiliki kelengkapan Multi Engine Rating serta Instrument Rating, dan sempat mengikuti ATPL Ground School di Bali International Flight Academy pada awal tahun 2021. Sejak Desember 2023, Farhan resmi menjalankan tugas profesionalnya sebagai second in command atau pilot junior di PT Indonesia Air Transport hingga akhirnya mengalami musibah dalam penerbangan menuju Makassar tersebut.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra

28 Januari 2026

Prabowo cabut izin 28 perusahaan penyebab banjir Sumatra, nasib karyawan?

28 Januari 2026

Di Pengadilan Ambon, Petrus Fatlolon Siap Ungkap Dugaan Pemerasan di Balik Penegak Hukum

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra

28 Januari 2026

Herdman Ungkap Dua Pemain Baru Usai Pantau Super League

28 Januari 2026

Prabowo cabut izin 28 perusahaan penyebab banjir Sumatra, nasib karyawan?

28 Januari 2026

9 wakil Indonesia mulai perjuangan di hari pertama Thailand Masters 2026

28 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?