:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/30-Soal-PPG-Daljab-Guru-Madrasah-2026.jpg)
Persiapan menghadapi Uji Pengetahuan (UP) dalam program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) Kementerian Agama menuntut dedikasi serta penguasaan materi yang mendalam dari para pendidik. Fokus utama latihan soal pada periode ini dirancang sedemikian rupa untuk mengkaji secara komprehensif kompetensi pedagogik, integrasi teknologi pembelajaran modern, hingga pemanfaatan berbagai media digital interaktif di lingkungan madrasah.
Guru-guru madrasah kini dibekali dengan pemahaman yang lebih matang mengenai perancangan model pembelajaran inovatif yang sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka. Selain itu, penguasaan terhadap asesmen diagnostik serta strategi pemecahan masalah di dalam kelas menjadi pilar penting agar para pendidik mampu bernalar secara analitis dan profesional.
Berikut adalah serangkaian latihan soal beserta kunci jawaban dan pembahasan komprehensif yang dirancang khusus untuk membantu peserta melakukan persiapan secara mandiri.
Kumpulan Latihan Soal Pedagogik, TPACK, dan Media Pembelajaran
(1) Dalam merancang kegiatan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka di madrasah, seorang guru mengintegrasikan unsur pengetahuan materi, strategi pedagogi, dan pemanfaatan perangkat digital secara selaras. Pendekatan perancangan ini dikenal dengan istilah…
- A. TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge)
- B. Behavioristik Klasik
- C. Teacher Centered Learning
- D. Direct Instruction Murni
- Kunci Jawaban : A. TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge)
(2) Ketika seorang guru madrasah menggunakan aplikasi kuis interaktif berbasis gim (Quizizz atau Kahoot) di tengah pelajaran untuk mengukur pemahaman siswa secara langsung, fungsi utama media digital tersebut adalah…
- A. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik, menciptakan suasana joyful learning, dan mengoptimalkan asesmen formatif
- B. Menghabiskan kuota internet madrasah tanpa tujuan
- C. Menggantikan peran guru secara mutlak di ruang kelas
- D. Memberikan beban hafalan rumus yang lebih berat
- Kunci Jawaban : A. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik, menciptakan suasana joyful learning, dan mengoptimalkan asesmen formatif
(3) Teori belajar konstruktivisme menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang membangun pengetahuannya sendiri. Implementasi nyata teori ini dalam pengelolaan kelas adalah…
- A. Guru bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa melakukan eksperimen, diskusi kelompok, dan penemuan konsep mandiri
- B. Guru mendikte seluruh catatan di papan tulis untuk dihafal siswa
- C. Siswa duduk diam mendengarkan ceramah satu arah selama berjam-jam
- D. Pelarangan total penggunaan media belajar kelompok
- Kunci Jawaban : A. Guru bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa melakukan eksperimen, diskusi kelompok, dan penemuan konsep mandiri
(4) Apa tujuan utama dari pelaksanaan Asesmen Diagnostik Kognitif di awal tahun ajaran baru di madrasah?
- A. Mengidentifikasi tingkat penguasaan kompetensi awal dan prasyarat belajar peserta didik sebelum materi baru disampaikan
- B. Menentukan nilai rapor akhir semester secara mutlak tanpa proses
- C. Menghukum siswa yang belum menguasai pelajaran masa lalu
- D. Menyusun jadwal libur kegiatan madrasah
- Kunci Jawaban : A. Mengidentifikasi tingkat penguasaan kompetensi awal dan prasyarat belajar peserta didik sebelum materi baru disampaikan
(5) Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas yang heterogen, guru dapat membedakan tiga aspek utama pembelajaran, yaitu…
- A. Konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai kesiapan belajar siswa
- B. Merek seragam dan tas sekolah yang dibawa siswa
- C. Jumlah uang saku harian siswa di kantin madrasah
- D. Warna cat dinding ruang kelas tempat belajar
- Kunci Jawaban : A. Konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai kesiapan belajar siswa
(6) Model pembelajaran yang menyajikan masalah nyata autentik kepada siswa untuk dipecahkan melalui investigasi kelompok dinamakan…
- A. Problem Based Learning (PBL)
- B. Ceramah klasikal murni
- C. Resitasi tugas hafalan
- D. Demonstrasi tunggal guru
- Kunci Jawaban : A. Problem Based Learning (PBL)
(7) Indikator pencapaian kompetensi (IPK) berkategori HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada level analisis (C4) ditandai dengan penggunaan kata kerja operasional…
- A. Menganalisis, membandingkan, atau menyimpulkan hubungan sebab akibat
- B. Menghafal, menyebutkan, atau menuliskan kembali
- C. Membaca teks secara nyaring di depan kelas
- D. Menyalin tulisan dari buku paket
- Kunci Jawaban : A. Menganalisis, membandingkan, atau menyimpulkan hubungan sebab akibat
(8) Penilaian autentik (authentic assessment) dalam Kurikulum Merdeka menuntut guru madrasah untuk menilai tiga ranah secara utuh, meliputi…
- A. Sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotorik)
- B. Hafalan teks buku paket di bawah tekanan mental
- C. Kecepatan lari mengelilingi lapangan olahraga madrasah
- D.
Jumlah halaman catatan buku tulis siswa
Peran Strategis Guru Profesional di Madrasah
Menjadi seorang pendidik di lingkungan madrasah menuntut dedikasi yang melampaui batas-batas penyampaian materi akademik semata. Peran utama seorang guru profesional di madrasah adalah bertindak sebagai teladan moral, fasilitator belajar, dan pembimbing akhlak mulia peserta didik sehari-hari. Tanggung jawab ini mencakup pembentukan karakter yang kokoh agar para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
Pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Inkuiri
Dalam proses pembelajaran sains modern di madrasah, penggunaan media pendukung yang tepat sangat menentukan keberhasilan pemahaman konsep. Apa fungsi dari lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis inkuiri dalam pembelajaran sains di madrasah? Jawabannya adalah untuk memandu siswa melakukan penyelidikan ilmiah, menguji hipotesis, dan menemukan konsep secara mandiri. Melalui metode ini, siswa didorong untuk berpikir kritis, analitis, dan aktif alih-alih sekadar menghafal teori mati tanpa arah.
Komponen Esensial Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka
Perencanaan pembelajaran yang matang merupakan kunci utama terciptanya proses belajar yang efektif. Berdasarkan pedoman Kurikulum Merdeka, komponen minimal yang wajib termuat dalam modul ajar meliputi tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan asesmen penilaian. Kehadiran komponen-komponen ini memastikan bahwa setiap sesi di kelas memiliki arah yang jelas serta metode pengukuran ketercapaian kompetensi yang akurat.
Pentingnya Kegiatan Refleksi Pembelajaran
Evaluasi diri oleh seorang pendidik memegang peranan krusial dalam meningkatkan kualitas pengajaran dari waktu ke waktu. Mengapa kegiatan refleksi di akhir pembelajaran sangat penting dilakukan oleh seorang guru madrasah? Hal tersebut bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode mengajar, mencatat respons siswa, dan merancang perbaikan untuk pertemuan berikutnya. Dengan adanya refleksi yang konsisten, guru dapat mengidentifikasi hambatan belajar yang dialami peserta didik dan segera mencari solusi yang tepat.
Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT)
Dunia pendidikan terus berkembang dengan mengintegrasikan berbagai pendekatan yang inklusif dan kontekstual. Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran di madrasah menekankan pada integrasi latar belakang budaya dan pengalaman hidup peserta didik ke dalam proses penyampaian materi pelajaran. Pendekatan ini memastikan bahwa proses pembelajaran terasa dekat, relevan, dan bermakna bagi kehidupan sehari-hari siswa di tengah masyarakat.
Nilai Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin: Muwathanah
Penguatan karakter kebangsaan di madrasah diintegrasikan melalui nilai-nilai Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin. Salah satu nilai yang berkaitan erat dengan sikap kewarganegaraan dan cinta tanah air adalah Muwathanah, yang berarti kesetiaan kepada bangsa dan negara, menghormati simbol negara, serta berpartisipasi aktif membangun kedamaian bangsa. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan madrasah senantiasa menanamkan rasa nasionalisme yang kuat kepada para generasi mudanya.
Aspek Penilaian dalam Rubrik Proyek
Penilaian autentik menuntut guru untuk merancang instrumen yang komprehensif, terutama dalam menilai tugas berbasis proyek. Dalam merancang rubrik penilaian proyek (project assessment), aspek penting yang harus dinilai oleh guru meliputi perencanaan persiapan, keakuratan proses pelaksanaan, kualitas hasil akhir produk, dan kemampuan presentasi laporan. Penilaian secara menyeluruh ini akan memberikan gambaran objektif mengenai kompetensi keterampilan dan kreativitas yang dikuasai siswa.
Teori Belajar Sibernetik dan Pembelajaran Kolaboratif
Dalam ranah psikologi pendidikan, teori belajar sibernetik memandang bahwa proses belajar adalah pengolahan informasi (information processing) di dalam sistem kognitif manusia yang dipengaruhi oleh kesiapan memori. Sementara itu, dalam aspek sosial dan interaktif, strategi pembelajaran kolaboratif (collaborative learning) sangat efektif diterapkan di madrasah karena mampu menumbuhkan nilai kerja sama tim, toleransi, komunikasi, dan pemecahan masalah bersama atau yang dikenal dengan istilah ta’awun.
Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL)
Menghadapi keragaman kemampuan akademik peserta didik di dalam satu kelas memerlukan pendekatan yang adaptif dan solutif. Apa yang dimaksud dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL)? Pendekatan ini merupakan strategi pengajaran yang disesuaikan dengan tingkat capaian kemampuan belajar peserta didik, bukan berdasarkan pada tingkat kelas formal semata. Melalui metode ini, setiap anak mendapatkan bimbingan yang benar-benar sesuai dengan fase perkembangan kognitif mereka, sehingga proses belajar dapat berjalan secara optimal dan menyenangkan.
Pendekatan pengajaran yang disesuaikan dengan tingkat capaian kemampuan belajar peserta didik, bukan berdasar tingkat kelas formal
Analisis Model Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Modern
Memahami berbagai model pembelajaran dan metode asesmen yang tepat merupakan kunci keberhasilan seorang pendidik dalam menciptakan suasana kelas yang dinamis. Dalam dunia pendidikan kontemporer, penerapan metode yang tepat guna akan sangat menentukan kualitas pemahaman siswa secara menyeluruh.
(19) Ciri khas dari model pembelajaran Inquiry Based Learning adalah…
- A. Siswa didorong mencari dan menemukan sendiri jawaban atas suatu permasalahan melalui investigasi ilmiah
- B. Guru mendikte seluruh materi pelajaran dari awal sampai akhir
- C. Siswa menghafal rangkuman bab di papan tulis
- D. Pembelajaran dilakukan di luar ruangan tanpa tujuan jelas
- Kunci Jawaban: A. Siswa didorong mencari dan menemukan sendiri jawaban atas suatu permasalahan melalui investigasi ilmiah
(20) Asesmen formatif yang dilaksanakan secara berkelanjutan selama proses pembelajaran di madrasah berfungsi untuk…
- A. Memberikan umpan balik (feedback) bagi perbaikan proses belajar siswa secara langsung
- B. Menentukan kelulusan akhir sekolah secara mutlak
- C. Menghukum siswa yang nilainya di bawah KKM
- D. Menghitung rekapitulasi absensi bulanan
- Kunci Jawaban: A. Memberikan umpan balik (feedback) bagi perbaikan proses belajar siswa secara langsung
Mengembangkan Keterampilan Abad ke-21 dan Nilai Keislaman
Integrasi antara keterampilan modern dan nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi penting dalam sistem pendidikan di madrasah. Hal ini memastikan bahwa peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual dan teknologi, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.
(21) Unsur keterampilan abad ke-21 (4C) yang berkaitan dengan kemampuan melahirkan gagasan baru dan orisinal adalah…
- A. Creativity (Kreativitas)
- B. Critical Thinking (Berpikir Kritis)
- C. Communication (Komunikasi)
- D. Collaboration (Kolaborasi)
- Kunci Jawaban: A. Creativity (Kreativitas)
(22) Pengintegrasian nilai-nilai keislaman ke dalam mata pelajaran umum di madrasah bertujuan untuk…
- A. Menumbuhkan kesadaran tauhid bahwa seluruh ilmu pengetahuan bersumber dari Allah SWT serta membina kesadaran ilmiah yang religius
- B. Mempersulit pemahaman siswa terhadap rumus sains modern
- C. Menghapuskan teori sains barat secara total
- D. Menambah durasi jam belajar menjadi dua puluh jam sehari
- Kunci Jawaban: A. Menumbuhkan kesadaran tauhid bahwa seluruh ilmu pengetahuan bersumber dari Allah SWT serta membina kesadaran ilmiah yang religius
(23) Apa bentuk tindakan nyata penerapan disiplin positif di lingkungan madrasah?
- A. Membimbing siswa memahami konsekuensi logis dari perbuatannya, membuat kesepakatan kelas, serta memberi penguatan positif atas perilaku baik
- B. Memberi hukuman fisik di lapangan terbuka saat siswa terlambat
- C. Mengancam siswa dengan nilai nol jika membantah guru
- D. Mengabaikan pelanggaran tata tertib sekolah
- Kunci Jawaban: A. Membimbing siswa memahami konsekuensi logis dari perbuatannya, membuat kesepakatan kelas, serta memberi penguatan positif atas perilaku baik
Karakteristik Peserta Didik dan Instrumen Penilaian HOTS
Pendidik dituntut untuk memahami karakteristik unik dari generasi masa kini, serta mampu menyusun instrumen evaluasi yang merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills).
(24) Dalam menyusun instrumen penilaian HOTS berbentuk pilihan ganda, stimulus yang disajikan sebaiknya berupa…
- A. Kasus kontekstual, wacana autentik, gambar, atau fenomena nyata yang menuntut analisis nalar tingkat tinggi
- B. Pertanyaan definisi langsung dari kamus ensiklopedia
- C. Soal hafalan rumus pendek yang ada di buku paket
- D. Kalimat rumpang kosong tanpa konteks bacaan
- Kunci Jawaban: A. Kasus kontekstual, wacana autentik, gambar, atau fenomena nyata yang menuntut analisis nalar tingkat tinggi
(25) Karakteristik peserta didik Generasi Z (Gen-Z) di madrasah masa kini ditandai dengan…
- A. Akrab dengan teknologi digital, menyukai informasi cepat visual, mandiri, dan kritis terhadap sumber informasi
- B. Hanya mau belajar menggunakan papan tulis hitam tradisional
- C. Menolak segala bentuk penggunaan gawai di rumah maupun sekolah
- D. Menyukai metode ceramah monoton berjam-jam tanpa henti
- Kunci Jawaban: A. Akrab dengan teknologi digital, menyukai informasi cepat visual, mandiri, dan kritis terhadap sumber informasi
(26) Perbedaan utama antara pendekatan teacher-centered dengan student-centered terletak pada…
- A. Teacher-centered berpusat pada guru sebagai sumber ilmu, sedangkan student-centered menempatkan siswa sebagai subjek aktif membangun pengetahuan
- B. Jumlah buku paket yang dibawa siswa ke dalam kelas
- C. Warna cat dinding ruangan kelas madrasah
- D. Waktu dimulainya jam istirahat sekolah
- Kunci Jawaban: A. Teacher-centered berpusat pada guru sebagai sumber ilmu, sedangkan student-centered menempatkan siswa sebagai subjek aktif membangun pengetahuan
Profesionalisme dan Integritas Guru Madrasah
Penerapan nilai-nilai luhur seperti keadilan (I’tidal) serta objektivitas dalam melakukan penilaian adalah cerminan dari profesionalisme seorang pendidik. Rubrik penilaian yang transparan juga memastikan bahwa proses evaluasi berjalan secara adil bagi setiap peserta didik.
(27) Wujud konkrit penerapan nilai I’tidal (keadilan) bagi guru madrasah dalam menjalankan tugas profesional adalah…
- A. Bersikap objektif dalam menilai hasil belajar siswa tanpa diskriminasi atau pilih kasih
- B. Memberikan nilai tinggi hanya kepada siswa yang pandai saja
- C. Menutup mata terhadap pelanggaran tata tertib madrasah
- D. Memihak kelompok tertentu dalam kegiatan organisasi
- Kunci Jawaban: A. Bersikap objektif dalam menilai hasil belajar siswa tanpa diskriminasi atau pilih kasih
(28) Rubrik penskoran yang jelas pada soal uraian (essay) diperlukan oleh guru agar…
- A. Penilaian bersifat objektif, adil, transparan, dan memiliki pedoman pasti dalam mengukur tingkat pencapaian jawaban siswa
- B. Guru tidak perlu membaca jawaban siswa secara teliti
- C. Siswa bisa protes dengan mudah kepada kepala madrasah
- D. Jumlah halaman lembar jawaban bertambah banyak
- Kunci Jawaban: A.
Penilaian yang dilakukan secara objektif, adil, serta transparan tentu harus didukung dengan pedoman yang pasti dalam mengukur tingkat pencapaian jawaban siswa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap hasil evaluasi benar-benar mencerminkan kemampuan akademis peserta didik secara akurat tanpa adanya unsur subjektivitas dari pengajar.
Untuk memperdalam pemahaman mengenai kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru, berikut adalah lanjutan contoh soal serta pembahasan yang sering dijumpai dalam uji kompetensi kependidikan:
(29) Langkah awal yang paling tepat dilakukan guru ketika merancang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk mengatasi rendahnya hasil belajar siswa adalah…
- A. Melakukan identifikasi masalah nyata di kelas, refleksi awal, dan merumuskan akar penyebab masalah secara objektif
- B. Langsung membagikan soal ujian sulit kepada siswa
- C. Mengeluarkan siswa yang nilainya rendah dari kelas
- D. Mengubah jadwal mengajar tanpa izin kepala madrasah
Kunci Jawaban yang paling tepat adalah A. Melakukan identifikasi masalah nyata di kelas, refleksi awal, dan merumuskan akar penyebab masalah secara objektif merupakan fondasi utama sebelum seorang pendidik menyusun tindakan perbaikan yang efektif melalui siklus PTK.
* (30) Apa manfaat terbesar bagi guru madrasah setelah lulus mengikuti program pendidikan Profesi Guru secara komprehensif?
* A. Memperoleh sertifikat pendidik, meningkatkan profesionalisme pedagogik dan penguasaan bidang studi, serta berkomitmen mewujudkan mutu pendidikan madrasah unggul
* B. Berhenti belajar dan merasa puas diri selamanya
* C. Memperoleh kenaikan tunjangan tanpa perlu mengajar lagi
* D. Meninggalkan tugas utama mengabdi di madrasahKunci Jawaban yang paling tepat adalah A. Kelulusan dalam program sertifikasi guru tidak hanya memberikan pengakuan formal berupa sertifikat pendidik, tetapi juga menjadi momentum peningkatan kualitas diri secara berkelanjutan demi kemajuan mutu pendidikan di madrasah.
Dengan memahami berbagai studi kasus dan soal latihan di atas, para tenaga pendidik diharapkan mampu mengimplementasikan teori-teori pendidikan modern ke dalam praktik nyata di lingkungan sekolah maupun madrasah. Peningkatan kualitas pengajaran berawal dari kemauan guru untuk terus melakukan refleksi, evaluasi, dan inovasi dalam metode pembelajaran yang mereka Ampu setiap harinya.


