Penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah melaporkan bahwa seluruh dana hasil penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025 senilai bersih sebesar Rp4,97 triliun telah sepenuhnya terealisasi dan digunakan untuk ekspansi kredit. Tidak ada dana yang menganggur setelah proses penerbitan ini.
Dalam Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Mandiri mencatat hasil penawaran umum bruto sebesar Rp5 triliun. Biaya penawaran sebesar Rp33,68 miliar membuat realisasi bersih dana yang diperoleh perseroan mencapai Rp4,97 triliun. Manajemen menyatakan bahwa 100% dana bersih tersebut dialokasikan untuk ekspansi kredit sesuai dengan rencana penggunaan dana dalam prospektus. Dengan demikian, tidak ada sisa dana yang tersisa.
Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025 berlaku efektif sejak 19 Desember 2025. Dalam laporan yang sama, perseroan juga merinci komponen biaya penawaran umum. Beberapa di antaranya adalah:
- Biaya profesi penunjang pasar modal sebesar Rp26,82 miliar
- Underwriting fee sebesar Rp2,5 miliar
- Management fee sebesar Rp700 juta
- Selling fee sebesar Rp700 juta
- Biaya lembaga penunjang pasar modal sebesar Rp1,48 miliar
Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga
Bank Mandiri mencatat pertumbuhan dua digit pada penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjelang tutup buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan per akhir November 2025, kredit perseroan tumbuh sebesar 13,1% secara tahunan menjadi Rp1.452 triliun, sedangkan DPK meningkat 15,9% year on year ke level Rp1.584 triliun.
Likuiditas perseroan tetap terjaga. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) berada di kisaran 91%. Seiring dengan ekspansi kredit, total aset Bank Mandiri alias bank only per November 2025 naik 14,6% YoY menjadi Rp2.120 triliun.
Pendapatan dan Biaya Operasional
Dari sisi pendapatan, emiten berkode BMRI ini mencatat pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 9,5% YoY. Di sisi lain, tekanan beban bunga mulai mereda. Beban bunga pada November 2025 tercatat sebesar Rp3,6 triliun dan terus menurun sejak kuartal II. Secara kuartalan, beban bunga turun 1,7% hingga kuartal III dan diperkirakan berlanjut pada kuartal IV/2025.
Kontribusi pendapatan nonbunga semakin kuat. Hingga November 2025, pendapatan nonbunga tumbuh sebesar 12,1% YoY, didorong oleh peningkatan transaksi digital dan optimalisasi solusi keuangan. Fee based income dari transaksi digital tercatat tumbuh sekitar 14% YoY, dengan kontribusi Livin’ by Mandiri yang melonjak hampir 20%. Sementara itu, bisnis treasury mencatat pertumbuhan fee sekitar 55% seiring meningkatnya aktivitas trading dan layanan nasabah.
Kinerja Kredit Bermasalah
Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tercatat sebesar 0,99% per November 2025, dengan coverage ratio sekitar 260%. Kondisi tersebut mendorong penurunan beban pencadangan hingga 36% secara tahunan, yang pada akhirnya memperkuat kinerja laba.



