Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Maret 2026
Trending
  • Situasi Timur Tengah Memanas, Dua Balapan F1 Dibatalkan
  • Penghasilan US$ 3,9 Miliar, Capaian Operasional PGN Tahun 2025
  • Target Persib di kandang Borneo FC tidak terlalu tinggi
  • 3 Hal yang Harus Dihindari Generasi Sandwich Agar Terhindar dari Utang
  • Rusdi Masse Bergabung dengan PSI, Mulai Kuasai Basis Lama NasDem di Ajatappareng
  • Soal PTS Bahasa Indonesia Kelas 2 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Revisi DHE SDA Belum Dirilis, Ekonom Khawatir Pemerintah Masih Hitung Risiko bagi Eksportir
  • Polda Bengkulu Tanggapi Tuduhan Kriminalisasi ART Refpin yang Cubit Anak Anggota DPRD
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Bank Mandiri Gunakan Dana Obligasi Berkelanjungan Rp5 Triliun
Ekonomi

Bank Mandiri Gunakan Dana Obligasi Berkelanjungan Rp5 Triliun

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah melaporkan bahwa seluruh dana hasil penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025 senilai bersih sebesar Rp4,97 triliun telah sepenuhnya terealisasi dan digunakan untuk ekspansi kredit. Tidak ada dana yang menganggur setelah proses penerbitan ini.

Dalam Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Mandiri mencatat hasil penawaran umum bruto sebesar Rp5 triliun. Biaya penawaran sebesar Rp33,68 miliar membuat realisasi bersih dana yang diperoleh perseroan mencapai Rp4,97 triliun. Manajemen menyatakan bahwa 100% dana bersih tersebut dialokasikan untuk ekspansi kredit sesuai dengan rencana penggunaan dana dalam prospektus. Dengan demikian, tidak ada sisa dana yang tersisa.

Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025 berlaku efektif sejak 19 Desember 2025. Dalam laporan yang sama, perseroan juga merinci komponen biaya penawaran umum. Beberapa di antaranya adalah:

  • Biaya profesi penunjang pasar modal sebesar Rp26,82 miliar
  • Underwriting fee sebesar Rp2,5 miliar
  • Management fee sebesar Rp700 juta
  • Selling fee sebesar Rp700 juta
  • Biaya lembaga penunjang pasar modal sebesar Rp1,48 miliar

Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga

Bank Mandiri mencatat pertumbuhan dua digit pada penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjelang tutup buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan per akhir November 2025, kredit perseroan tumbuh sebesar 13,1% secara tahunan menjadi Rp1.452 triliun, sedangkan DPK meningkat 15,9% year on year ke level Rp1.584 triliun.

Likuiditas perseroan tetap terjaga. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) berada di kisaran 91%. Seiring dengan ekspansi kredit, total aset Bank Mandiri alias bank only per November 2025 naik 14,6% YoY menjadi Rp2.120 triliun.

Pendapatan dan Biaya Operasional

Dari sisi pendapatan, emiten berkode BMRI ini mencatat pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 9,5% YoY. Di sisi lain, tekanan beban bunga mulai mereda. Beban bunga pada November 2025 tercatat sebesar Rp3,6 triliun dan terus menurun sejak kuartal II. Secara kuartalan, beban bunga turun 1,7% hingga kuartal III dan diperkirakan berlanjut pada kuartal IV/2025.

Kontribusi pendapatan nonbunga semakin kuat. Hingga November 2025, pendapatan nonbunga tumbuh sebesar 12,1% YoY, didorong oleh peningkatan transaksi digital dan optimalisasi solusi keuangan. Fee based income dari transaksi digital tercatat tumbuh sekitar 14% YoY, dengan kontribusi Livin’ by Mandiri yang melonjak hampir 20%. Sementara itu, bisnis treasury mencatat pertumbuhan fee sekitar 55% seiring meningkatnya aktivitas trading dan layanan nasabah.

Kinerja Kredit Bermasalah

Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tercatat sebesar 0,99% per November 2025, dengan coverage ratio sekitar 260%. Kondisi tersebut mendorong penurunan beban pencadangan hingga 36% secara tahunan, yang pada akhirnya memperkuat kinerja laba.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penghasilan US$ 3,9 Miliar, Capaian Operasional PGN Tahun 2025

20 Maret 2026

3 Hal yang Harus Dihindari Generasi Sandwich Agar Terhindar dari Utang

19 Maret 2026

Revisi DHE SDA Belum Dirilis, Ekonom Khawatir Pemerintah Masih Hitung Risiko bagi Eksportir

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Situasi Timur Tengah Memanas, Dua Balapan F1 Dibatalkan

20 Maret 2026

Penghasilan US$ 3,9 Miliar, Capaian Operasional PGN Tahun 2025

20 Maret 2026

Target Persib di kandang Borneo FC tidak terlalu tinggi

19 Maret 2026

3 Hal yang Harus Dihindari Generasi Sandwich Agar Terhindar dari Utang

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?