Author: admin_indonesiadiscover

Penambangan Ilegal dan Pelanggaran PNBP PPKH di Kolaka Himpunan Aktivis Mahasiswa Indonesia (HAMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) Jakarta mengungkap dugaan penambangan ilegal di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Perusahaan Daerah (Perusda) Kolaka serta indikasi ketidakpatuhan dalam pembayaran pajak daerah atau PNBP PPKH PD Aneka Usaha Kolaka, yang berada di Desa Pesouha Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK: 631/MENLHK/SETJEN/GKM.0/6/2023 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap PD Aneka Usaha Kolaka Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara, mewajibkan perusahaan tersebut membayar denda administratif sebesar Rp19.665.529.538. Presidium HAMI SULTRA, Irsan Aprianto, menyatakan bahwa aktivitas Perusda Kolaka jelas…

Read More

Sidang Kang Da Wit dalam Drakor Pro Bono Sidang Kang Da Wit (Jung Kyoung Ho) dalam drakor Pro Bono bukan sekadar proses pembuktian hukum, melainkan momen pembongkaran kebenaran yang selama ini tertutup oleh manipulasi, ketimpangan kuasa, dan narasi yang sengaja dibelokkan. Di ruang sidang inilah publik, termasuk tim pro bono, akhirnya melihat potongan fakta yang selama bertahun-tahun terdistorsi. Lima fakta baru yang terungkap di persidangan ini bukan hanya meringankan sebagian tuduhan terhadap Kang Da Wit, tetapi juga menegaskan bahwa kasus kebakaran pabrik sepuluh tahun silam jauh lebih kelam dari yang selama ini dipercaya. Berikut lima fakta penting yang mengubah sudut…

Read More

BANGKALAN, Indonesiadiscover.com – Seorang korban pencabulan yang merupakan anak dari seorang kiai di pondok pesantren Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dilaporkan hilang sejak Rabu (7/1/2026). Sebelum kejadian, pihak keluarga melihat dua orang datang ke rumahnya. Mereka diduga merupakan utusan salah satu pelaku berinisial S. Psikolog korban, Mutmainah menjelaskan bahwa pada Selasa (6/1/2026) malam, ibu korban sedang shalat dan masih melihat putrinya menonton televisi di ruang keluarga. Setelah selesai shalat, ibunya meminta korban untuk segera tidur. “Jam 00.30 WIB hari rabu itu, ibunya masih melihat korban menonton TV dan menyuruh korban segera tidur,” ujarnya, Senin (12/1/2026). Sementara itu, ibu korban…

Read More

Misteri Kematian Tiga Anggota Keluarga di Warakas, Jakarta Utara Kasus kematian tiga anggota keluarga yang ditemukan dalam kondisi tak wajar di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar. Polisi masih melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kematian ketiga korban tersebut. Saat ini, pihak berwajib belum dapat memberikan informasi rinci mengenai dugaan penyebab kematian karena proses analisis masih berlangsung. Penyelidikan Masih Berjalan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menjelaskan bahwa penyelidikan kasus ini masih dalam tahap awal. Pihaknya menunggu hasil…

Read More

Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Hanafi Amrani, menyatakan bahwa belum ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan adanya kriminalisasi terhadap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. “Dari eksepsi yang disampaikan Nadiem Makarim, apakah ada nada atau tercium kriminalisasi? Saya belum bisa mengatakan seperti itu. Sebagai pengamat, saya belum berani menyimpulkan seperti itu,” ujar Prof. Hanafi. Menurutnya, kasus ini harus dilihat secara netral dan objektif. Ia menyarankan semua pihak untuk melihat proses persidangan sebagai bentuk pembuktian. “Kita juga belum tahu, jangan-jangan Jaksa juga punya amunisi alat…

Read More

Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Hanafi Amrani, belum dapat menyimpulkan apakah ada tindakan kriminalisasi terhadap mantan Menteri Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nadiem Makarim, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. “Dengan eksepsi yang disampaikan oleh Nadiem Makarim, apakah ada nada atau tercium kriminalisasi? Saya belum bisa mengatakan seperti itu. Sebagai pengamat, saya belum berani menyimpulkan bahwa hal tersebut terjadi,” ujar Prof. Hanafi. Menurutnya, kasus ini perlu dilihat secara netral. Ia menyarankan semua pihak untuk menunggu pembuktian di dalam proses persidangan. “Kita juga belum tahu, jangan-jangan jaksa juga memiliki amunisi alat bukti yang nantinya…

Read More