Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 1 November 2026
Trending
  • Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama
  • Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia
  • Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong
  • Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia
  • Opini: Biokapitalisme digital – normalisasi pornografi dan darurat eros
  • Terancam Hukuman Mati,Dwi Bagus Dinilai Penuhi Unsur Perencanan pada Pembunuhan AG Anak Tirinya
  • Gus Lilur bangun jaringan dagang di Vietnam, tetap desak pengusutan dugaan riswah Muktamar ke-35 NU
  • Pesona Tersembunyi Situ Biru Cilembang Sumedang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»AS Jamin Tetangga RI Miliki Kapal Selam Nuklir Mampu Menembak Seribu Kilometer
Nasional

AS Jamin Tetangga RI Miliki Kapal Selam Nuklir Mampu Menembak Seribu Kilometer

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 May 2026No Comments6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesiadiscover.com.CO.ID, JAKARTA — Pakta pertahanan AUKUS kembali mendapat dukungan kuat dari petinggi militer Amerika Serikat. Kepala Operasi Angkatan Laut AS (Chief of Naval Operations), Admiral Daryl Caudle, menyebut kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia itu sebagai peluang strategis “sekali seumur hidup” bagi Canberra di tengah meningkatnya dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Pernyataan tersebut disampaikan Caudle dalam sidang di House Armed Services Committee, sebagaimana dilaporkan Daily Telegraph Australia, Kamis (15/5). “Ini adalah peluang sekali seumur hidup,” kata Caudle terkait proyek kapal selam nuklir dalam skema AUKUS.

AUKUS merupakan pakta keamanan trilateral yang dibentuk Amerika Serikat, Inggris, dan Australia pada 2021. Salah satu agenda utamanya ialah pengembangan dan transfer kapal selam bertenaga nuklir kepada Australia guna memperkuat keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik. Caudle menegaskan dirinya mendukung penuh implementasi AUKUS, termasuk rencana penempatan kapal selam kelas Virginia milik AS ke Australia. “Saya sepenuh hati mendukung AUKUS,” ujarnya.

Menurut Caudle, proyek tersebut telah dirancang secara bertahap sehingga tidak akan mengganggu kesiapan tempur Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia menyebut Washington juga tengah memperkuat infrastruktur dan kerja sama operasional di Australia Barat sebagai bagian dari implementasi pakta tersebut. “Kami benar-benar sedang membangunnya,” kata Caudle merujuk pada keterlibatannya dalam pengembangan AUKUS Pillar I, yakni program kapal selam nuklir.

Laporan tersebut menunjukkan Washington memandang AUKUS bukan sekadar proyek pertahanan biasa, melainkan bagian dari strategi jangka panjang menghadapi meningkatnya pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik. Australia diposisikan sebagai salah satu mitra utama Barat dalam memperkuat jaringan keamanan maritim regional, terutama di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat dan China.

Meski demikian, proyek AUKUS juga menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa laporan sebelumnya menyoroti kapasitas industri kapal selam Amerika Serikat yang dinilai masih mengalami keterlambatan produksi. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran apakah Washington mampu memenuhi kebutuhan armada domestiknya sekaligus memenuhi komitmen pengiriman kapal selam kepada Australia dalam jangka panjang. Namun para pendukung AUKUS menilai proyek tersebut tetap penting demi menjaga keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik.

“AUKUS bukan sekadar rencana di papan tulis,” kata anggota Kongres AS Joe Courtney, yang selama ini terlibat dalam pembahasan kerja sama tersebut.

Keunggulan Kapal Selam Kelas Virginia

Kapal selam kelas Virginia milik Angkatan Laut Amerika Serikat menjadi salah satu elemen utama dalam pakta pertahanan AUKUS yang melibatkan Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Kapal selam bertenaga nuklir tersebut direncanakan akan dijual kepada Australia guna memperkuat kemampuan pertahanan bawah laut Canberra di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik Indo-Pasifik.

Virginia-class merupakan kapal selam serang cepat (fast attack submarine) paling modern milik Angkatan Laut AS saat ini. Kapal ini dirancang untuk berbagai operasi militer, mulai dari perang bawah laut, serangan rudal jarak jauh, operasi intelijen, hingga dukungan pasukan khusus. Kapal selam tersebut menggunakan reaktor nuklir tipe S9G yang memungkinkannya beroperasi dalam waktu sangat lama tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar. Dengan tenaga nuklir tersebut, Virginia-class mampu berlayar dan menyelam selama berbulan-bulan, dengan batas operasional lebih banyak ditentukan oleh logistik awak kapal dibanding kemampuan mesin.

Virginia-class memiliki panjang sekitar 115 hingga 140 meter tergantung variannya, dengan bobot mencapai lebih dari 10 ribu ton pada generasi terbaru. Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam di bawah permukaan laut. Salah satu keunggulan utama kapal selam ini adalah kemampuan siluman (stealth) yang sangat tinggi. Teknologi pump-jet propulsor, desain lambung khusus, dan sistem akustik modern membuat kapal tersebut sulit dideteksi radar maupun sonar lawan.

Selain itu, Virginia-class dilengkapi sistem sonar canggih AN/BQQ-10 dan sistem tempur AN/BYG-1 yang mampu mendeteksi target bawah laut maupun kapal permukaan dalam jarak jauh. Kapal ini juga menggunakan photonic mast modern sebagai pengganti periskop konvensional, lengkap dengan kamera digital dan sensor inframerah. Dalam aspek persenjataan, Virginia-class membawa torpedo berat Mk-48 ADCAP serta rudal jelajah Tomahawk. Rudal Tomahawk menjadi salah satu senjata strategis utama karena mampu menyerang target darat dalam jarak lebih dari 1.000 kilometer dengan tingkat akurasi tinggi.

Pada varian terbaru Block V, kapal selam ini bahkan dapat membawa hingga 40 rudal jelajah melalui sistem Virginia Payload Module (VPM). Kemampuan tersebut membuat Virginia-class menjadi salah satu platform tempur bawah laut paling mematikan yang dimiliki Amerika Serikat saat ini. Kapal selam ini juga dapat membawa pasukan khusus dan kendaraan bawah laut nirawak untuk misi pengintaian maupun operasi rahasia.

Dalam kerangka AUKUS, Australia direncanakan akan menerima beberapa unit Virginia-class sebelum bersama AS dan Inggris mengembangkan kapal selam nuklir generasi baru. Washington memandang langkah tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik, terutama di tengah meningkatnya pengaruh militer China di Laut China Selatan dan sekitar Taiwan. Namun di sisi lain, Beijing memandang kehadiran Virginia-class dalam AUKUS sebagai bagian dari upaya Barat memperluas tekanan militer terhadap China di kawasan Indo-Pasifik.

Laut China Selatan Bisa Makin Panas

AUKUS pada dasarnya lahir dari meningkatnya kekhawatiran negara-negara Barat terhadap kebangkitan militer China di kawasan Indo-Pasifik. Karena itu, pakta keamanan antara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia tersebut sulit dipisahkan dari dinamika Laut China Selatan yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam geopolitik Asia. Dengan hadirnya kapal selam nuklir Australia di masa depan, aktivitas militer di kawasan diperkirakan akan semakin meningkat.

Jika rivalitas Amerika Serikat dan China terus memanas, Laut China Selatan berpotensi menjadi arena unjuk kekuatan yang semakin intens. Patroli kapal perang, latihan militer gabungan, hingga operasi kebebasan navigasi kemungkinan akan semakin sering dilakukan. Kondisi itu bukan hanya meningkatkan ketegangan antarnegara, tetapi juga memperbesar risiko salah perhitungan militer yang dapat memicu krisis lebih luas di kawasan ASEAN.

Indonesia memang bukan pihak utama dalam sengketa Laut China Selatan. Namun posisi Kepulauan Natuna yang berada dekat wilayah sengketa membuat Jakarta tetap memiliki kepentingan strategis yang besar. Karena itu, stabilitas Laut China Selatan bukan sekadar isu regional bagi Indonesia, melainkan berkaitan langsung dengan keamanan nasional, kedaulatan maritim, serta stabilitas jalur perdagangan yang sangat vital bagi perekonomian nasional.

Peluang Modernisasi Pertahanan Indonesia

Di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik Indo-Pasifik, AUKUS dapat menjadi alarm strategis bagi Indonesia untuk mempercepat modernisasi pertahanannya. Kehadiran kapal selam nuklir Australia dan meningkatnya aktivitas militer di kawasan menunjukkan bahwa dinamika keamanan regional sedang berubah dengan cepat.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan kekuatan maritim yang jauh lebih modern untuk menjaga wilayah lautnya yang luas. Penguatan armada laut, kapal patroli, sistem radar, hingga kemampuan pengawasan bawah laut menjadi semakin penting, terutama di jalur strategis seperti Natuna, Selat Malaka, dan ALKI.

Selain itu, Indonesia juga didorong untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri agar tidak terus bergantung pada negara lain. Pengembangan teknologi militer, sistem pengawasan maritim, hingga produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional menjadi bagian penting dalam menjaga kemandirian strategis.

Di saat yang sama, Jakarta kemungkinan akan memperluas kerja sama keamanan dengan berbagai negara tanpa harus masuk ke dalam blok militer tertentu. Pendekatan ini sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia, yakni menjaga keseimbangan hubungan di tengah persaingan Amerika Serikat dan China yang semakin tajam di kawasan Indo-Pasifik.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong

31 October 2026

Opini: Biokapitalisme digital – normalisasi pornografi dan darurat eros

31 October 2026

Gus Lilur bangun jaringan dagang di Vietnam, tetap desak pengusutan dugaan riswah Muktamar ke-35 NU

31 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama

31 October 2026

Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia

31 October 2026

Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong

31 October 2026

Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia

31 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?