Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 29 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Art Paris 2026: Bahasa dan Reparasi dalam Seni
Hiburan

Art Paris 2026: Bahasa dan Reparasi dalam Seni

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Art Paris 2026: Menjelajahi Hubungan Seni dan Bahasa

Art Paris kembali hadir pada 9–12 April 2026 di Grand Palais, sebuah bangunan bersejarah yang menjadi pusat seni modern dan kontemporer. Dalam edisi ke-28 ini, pameran seni ini menawarkan dialog dinamis antara 165 galeri dari Prancis dan berbagai negara, dengan pilihan karya yang memadukan perspektif regional sekaligus kosmopolitan.

Program tahun ini menghadirkan tema-tema yang mendalami hubungan kompleks antara bahasa dan kekuatan seni sebagai sarana pemulihan. Melalui berbagai karya yang dipilih, pengunjung akan diajak untuk merenungkan bagaimana seni dapat menjadi alat untuk menyentuh isu-isu penting seperti penyembuhan, sejarah yang lama terdiam, serta ketahanan manusia dalam membangun kembali realitas yang pernah ada.

Tema Utama yang Menghiasi Pameran

Edisi 2026 fokus pada dua tema besar yang dikurasi oleh kurator tamu dengan perspektif lokal dan global. Kurator pertama, Loïc Le Gall, Direktur Passerelle Centre d’Art Contemporain, mengkurasi program bertajuk Babel — Art and Language in France. Program ini menampilkan 21 seniman, termasuk Fabrice Hyber, Laure Prouvost, serta mendiang Ben Vautier. Karya-karya mereka menafsirkan sistem tanda dan struktur bahasa dalam seni kontemporer Prancis, dengan menelusuri bentuk huruf, ketegangan makna, hingga bagaimana kata-kata bergerak dan menyebar dalam jaringan komunikasi.

Di sisi lain, Alexia Fabre, Direktur Eksekutif Centre Pompidou Francilien, menghadirkan tema Reparation. Ia memilih sekitar 20 seniman internasional, seperti Otobong Nkanga dan Kader Attia. Fabre menilai seni dapat berfungsi sebagai alat untuk memperbaiki luka, baik fisik maupun simbolik, serta menyentuh isu penyembuhan, sejarah yang lama terdiam, dan ketahanan manusia dalam membangun kembali realitas yang pernah ada.

Mendukung Generasi Baru Seniman

Komitmen Art Paris dalam mendukung generasi baru terlihat melalui sektor Promises, yang berada di balkon selatan Grand Palais. Bagian ini diperuntukkan bagi galeri yang berdiri kurang dari sepuluh tahun dan menghadirkan 27 peserta dari berbagai negara. Lebih dari setengah seniman yang berpartisipasi adalah perempuan, menegaskan upaya untuk memberi ruang bagi suara artistik baru dari kota-kota seperti Sydney, Casablanca, hingga Singapura.

Selain itu, sektor Solo Show menghadirkan 25 pameran monograf yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih dalam karya seniman modern dan kontemporer seperti Joël Andrianomearisoa dan Fabienne Verdier.

Pertemuan Desain Kontemporer dan Seni Dekoratif

Sementara itu, French Design Art Edition kembali hadir di balkon utara setelah debut suksesnya. Program ini menyoroti pertemuan antara desain kontemporer dan seni dekoratif. Kurator Jean-Paul Bath dan Sandy Saad menghadirkan sekitar 15 peserta yang menampilkan karya edisi terbatas maupun karya unik.

Fokus pada gaya hidup artistik atau art de vivre juga dilengkapi dengan pameran Le Fonds d’art contemporain: Paris Collections, yang dikurasi oleh Julie Gandini. Proyek ini menyoroti seniman abad ke-20 dari Afrika dan Amerika yang selama ini kurang terwakili dalam koleksi publik, sebagai bentuk upaya memperbaiki ketimpangan representasi melalui visibilitas institusional.

Penghargaan yang Mengakui Keunggulan

Pengakuan terhadap keunggulan tetap menjadi salah satu pilar utama acara ini melalui tiga penghargaan besar. BNP Paribas Banque Privée Prize diberikan kepada seniman yang aktif di kancah seni Prancis dan dipilih dari pameran Babel. Sementara itu, Her Art Prize, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Marie Claire dan Maison Boucheron, memberikan penghormatan kepada seorang seniman perempuan atas perjalanan kariernya yang unik serta karya yang mampu menghadirkan perspektif baru.

Selain itu, terdapat pula seremoni penghargaan Le FRENCH DESIGN 100 yang didukung oleh Ministry of Culture, yang memberikan apresiasi kepada 100 proyek desain dan desain interior yang turut memperluas pengaruh kreativitas Prancis di tingkat internasional. Penghargaan ini memilih satu pemenang utama dari kalangan desainer, produsen, hingga pengrajin ahli.

Peran Penghargaan dalam Ekosistem Desain Prancis

Acara ini juga menegaskan pentingnya peran penghargaan tersebut bagi ekosistem desain Prancis. Seperti yang disebutkan dalam penyelenggaraan acara, pengakuan terhadap keunggulan tetap menjadi salah satu fondasi utama dari perhelatan ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

31 Agustus 2026

Profil Karakter Legendaris: Frank-N-Furter, Pennywise, dan Home Alone 2

31 Agustus 2026

Terjemahan lirik lagu September – Daughtry: Kami tahu kami harus pergi dari kota ini, tapi tidak tahu kapan

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?